Apa kabar Bodhi? Si sulung saya yang belakangan ini kok jadi makin manja ya sama mama? Bobok pengennya dipeluk mama dulu. Sebelum berangkat sekolah, walaupun sudah mandi dan rapi berganti baju, tapi masih ogah-ogahan turun dari kamar. Mesti mama jemput dulu ke kamar. Ohya Bodhi kalau mandi pagi dimandiin papanya, pokoknya sampe rapi. Mama cuma siapin aja pakaian seragamnya. Soalnya kan mama pasti udah bangun duluan, trus mesti beres-beres juga siapin sarapan. Papa yang bangun kemudian langsung mandi, setelah papa beres langsung mempersiapkan Bodhi. Bagi tugas lah ceritanya,supaya semua happy hahaha.
Kalau dari pencapaian di sekolah, saya dan papanya senang-senang aja :) Karena kami memang gak pernah masang target apa-apa, pokoknya Bodhi mesti happy di sekolah jadi otomatis pasti happy belajar. Dan Bodhi sudah memberikan hasil terbaik yang dia mampu, termasuk penilaian sebagai anak yang menyenangkan, yang siap membantu dan berbagi, have such a huge heart kata gurunya. Menurut instruksi dan peraturan, berbakat di menggambar dan punya daya ingat yang baik untuk semua hal yang sudah dipelajari. Kalau dari penilaian per mata pelajaran, mayoritas nilainya A, bahasa mandarin rata-rata B mungkin ya, karena dari 3 point dalam bahasa mandarin dia mendapat 1 nilai A, 1 nilai B dan 1 nilai C. Nilai C nya ini untuk menyebut anggota tubuh dalam bahasa mandarin :) Selebihnya nilainya A dan B. Terima kasih sayang untuk usahanya :)
Nah sekarang Bodhi sudah Kindergarten 1, TK Kecil gitu deh. Karena Bodhi usianya nanggung, tapi saya sih tidak pernah mempermasalahkan. Buat apa sih sekolah buru-buru, yang penting happy lah hehe. Sejak K1 ini Bodhi sekolah pagi, walaupun seminggu pertama sempat ikut kelas yang siang, tapi karena yang siang hanya Bodhi sendirian sementara kelas pagi ada 4 orang teman, saya pikir akan lebih baik kalau dia mulai ada teman sekelas, setelah sebelumnya di Playgroup dia hanya sendirian, tapi saat kelas mandarin dan komputer digabung dengan teman-teman lain di kelas yang lebih besar. Dalam pertimbangan saya, dia akan belajar untuk menunggu giliran, belajar berbagi, dan berkomunikasi juga menjadi lebih aktif karena anak-anak di kelas yang pagi itu 3 dari 5 anak adalah anak-anak yang berbahasa Inggris aktif. Oh ya saya memang bukan ibu yang ketat bahwa anak hanya belajar bahasa Indonesia, saya malah tidak apa-apa kalau anak-anak saya berbicara dengan banyak bahasa selama mereka menikmati bukan karena dipaksa. Contohnya, di rumah mereka berbahasa Indonesia, di sekolah mereka berbahasa Inggris, ketika bertemu kakek nenek dari pihak papa mereka boleh berbahasa Mandarin, ketika dengan ibu saya mereka saya perbolehkan diajak berbahasa Bali. Saya tidak memaksa orang lain yang harus menyesuaikan diri dengan anak-anak saya, tapi sebaliknaya saya juga tidak memaksa anak-anak untuk menyesuaikan bahasa dengan orang lain. Bingung ya? Hmm tapi kayaknya anak-anak itu sudah alamiah ya, mereka bisa menyesuaikan diri. Kadang mereka memang berbicara campur-campur jadinya. Tapi saya tetap tidak menyalahkan, soalnya kalau saya menyalahkan sama juga dengan memaksakan, kalau saya minta mereka hanya berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia (halah kok jadi sumpah pemuda gini hahaha) ya tetap nggak enak di mereka juga kan, kalo mereka bisa ya kenapa nggak?? Kalo mereka nggak mau ya sudah pasti mereka menolak secara alami juga. Diikutin gimana enak anaknya ajalah, saya nggak mau terlalu ikut teori ini itu, selama anak menjalaninya dengan senang dan itu tidak berbahaya, saya ikut mengalir saja.
Nah soal jam sekolah pagi ini, awalnya saya sempat khawatir karena Bodhi adalah anak yang sangat susah bangun pagi, tapi ternyata hanya dengan sekali bujukan "kalau sekolah pagi banyak temannya", Bodhi belum pernah bolos karena telat bangun :) Dia hampir selalu bersemangat untuk ke sekolah, bahkan sewaktu demam sehari seminggu yang lalu, begitu badannya enakan dia minta masuk sekolah lho. Ini yang saya harapkan dari dulu semenjak Bodhi belum sekolah, kalau dia bersekolah dengan senang bukan terpaksa :) Semoga seterusnya begitu ya Bodhi. Oh ya Bodhi kan role model Citta adiknya, kalau Bodhi semangat sekolah semoga Citta juga mencontoh yang baik seperti ini :)
Di K1 ini Bodhi sudah mulai diajak membaca buku, dan saya kaget aja dong pas iseng-iseng saya ajak dia baca-baca buku ceritanya yang didapat dari sekolah, dia bilang "Sini Ma, Bodhi yang baca in buat Mama". Oh ok, saya pikir dia hanya gegayaan, ternyata dia bacain saya satu buku dari awal sampai selesai :) Mungkin menghapal, tapi menghapal satu buku tetap bikin saya kaget hahaha. Dan dia tidak membaca cepat seperti layaknya menghapal, dia lihat dulu dua huruf pertama lalu dbaca dengan benar. Saya senang tentu saja dan merasa perlu memberi apresiasi kepada ibu guru yang sudah membuat Bodhi mampu membaca satu buku cerita. Saya tahu itulah kebahagiaan seorang guru, ketika muridnya membuat sebuah pencapaian. Maka saya email gurunya, dan tentu saja Ibu Guru senang dan bilang "It's mean a lot for me, mum". Dan untuk minggu ini Bodhi sudah belajar tentang tema baru lagi yaitu makanan dan minuman, berarti buku ceritanya pun sudah berganti lagi dan di hari kedua saya iseng lagi minta dia membaca dan dia mampu membaca sampai selesai. Ya tentu sekolah bukan hanya tentang membaca ya, tapi kalau mau diceritakan semua ya bisa gak habis-habis, ini saya highlight saja tentang membaca karena salah satu hal yang saya anggap saya tidak akan mampu ajarkan sendiri di rumah, salah satunya adalah membaca :D Kalau berhitung, tadi pagi-pagi sebelum sekolah saya iseng aja sih nanya, kalau mama punya pesawat 5 trus yang 2 belum landing di airport, berarti di airport baru ada berapa pesawat Bodhi?? Dan setelah dihitung, dia jawab : tiga mama :D
Lalu mengenai les musik. Bodhi baru saja selesai ujian Junior Music Class 1 dengan hasil baik. Padahal itu anak ya udah bikin mamanya deg-deg an karena kalo latihan banyak gayanya. Tapi pas ujian, kok bisa dia serius dan berhasil. Yang jadi catatan, diminta berani menyanyi lebih keras. Kalau penilaian permainan keyboard, menyanyikan dan mengenali notasi, penilaiannya sudah bagus. Kalau menurut saya, soal menyanyi keras itu karena dia masih ragu, takut salah. Karena memang lyric nya itu agak rumit tidak seperti lagu anak pada umumnya. Jadi Bodhi terlalu berhati-hati. Soalnya kalau dibilang takut menyanyi keras, pas di acara kenaikan kelas di sekolah dia nyanyi You Are My Sunshine sama gurunya (Bodhi nyanyi, gurunya main gitar), suaranya keras lho. Karena dia memang sudah yakin dan lyricnya mudah bagi dia. Tapi gapapa kok nak, Bodhi sudah melakukan yang terbaik. Dan tahu nggak sih kalo Bodhi ngerasa udah bikin saya senang (dia ngerti banget perubahan air muka saya tanpa perlu mamanya banyak bicara), dia yang nyium saya lho bukan saya yang nyium dia :D Sambil bilang gini, Bodhi pinter ya ma? Mungkin saking girangnya mamanya nggak cemberut hahaha.
Dulu kalau saya dengar cerita orang-orang tentang hebohnya anak mau ujian, hebohnya bikin pe-er, saya sudah sering membatin, kalau saya nanti bagaimana ya? Orangtua yang seperti bagaimanakah saya? Apakah akan banyak menuntut? Apakah saya akan ikut panik atau santai saja? Setelah saya mengalami sekarang, saya sendiri belum bisa menilai saya ini sudah menjadi orangtua yang bagaimana. Anak saya merasa bahagia nggak dengan cara orangtuanya mendidik dia. Dan memang sepertinya terlalu dini kalau berani menilai sekarang ya. Perjalananan masih jauh, masih banyak kondisi yang bisa terjadi. Pokoknya anak belajar ya orangtua belajar juga. Tapi setidaknya sepanjang perjalanan saya belajar dengan anak-anak, terlalu berlebihan itu nggak baik ya memang hehehe. Terlalu santai yang nggak bagus, terlalu keras ya juga nggak bagus. Jalan tengah memang paling pas, nah pe-er nya kapan kita tahu itu sudah jalan tengah terbaik? Ya itu memang nggak bisa dikasi point-point tertentu. Beda kasus beda solusi, beda waktu beda lagi solusinya. Untuk kasus yang sama, jika setahun yang lalu bisa diatasi dengan solusi A, makan untuk saat ini belum tentu bisa lagi bisa diatasi dengan solusi A. Pokoknya belajar terussss deh judulnya.
Showing posts with label Bodhi's milestone. Show all posts
Showing posts with label Bodhi's milestone. Show all posts
Friday, August 10, 2012
Wednesday, May 2, 2012
Meniti Tangga Nada
Aish judulnya sok manis banget ya :) Tapi sesungguhnya ini menggambarkan perjalanan Bodhi (dan mama) belajar musik. Dulu saya pernah cerita soal ini. Nah akhirnya sampai juga kita ke kelas Junior Music, yang mana kelas JMC ini ada beberapa stage dan Bodhi baru di stage 1 #ngusap dahi yang gak keringetan. Di kelas ini sudah mulai bermain musik, kalau di Music Wonderland dulu lebih banyak seperti bermain, membuat anak 'merasai' musik melalui tinggi rendah keras lembut nya nada. Melatih anak belajar duduk diam, yang mana buat anak usia 3 tahunan itu bisa duduk diam adalah perjuangan tersendiri. Tapi jangan dibayangkan mereka dididik keras lho, semuanya tetap menyenangkan. Paling-paling kalau ada yang iseng pencet-pencet tuts keyboard sebelum diinstruksikan, hanya diingatkan:"hayooo tangan pintar di paha". Jadi mereka belajar memahami dan mendengarkan instruksi juga.
Bagi saya yang tidak bisa bermain musik, kelas Junior ini sudah semakin berat. Belajar membaca not balok, melatih tangan kanan, menghapal lagu. Bahkan minggu ini sudah mulai latihan dengan tangan kiri. Duh saya sampai menciumi Bodhi lho, sambil bilang "yang rajin ya latihannya, Bodhi pasti bisa". Yang mana rasanya lebih tepat sebagai penyemangat diri saya sendiri untuk lebih sabar mendampingi Bodhi belajar, lebih tegas kalau dia mulai malas latihan. Tapi jujur, saya sendiri kadang berasa nggak enak juga harus tegas yang biasanya jadi diidentikkan dengan memaksa. Karena les musik ini kan bukan murni keinginan Bodhi, tapi kami orang tuanya yang mengarahkannya. Karena bagi kami ini baik (dan mudah-mudahan kami tidak salah). Jadi kalau meminta dia agak keras, rasanya gimanaaaa gitu. Ya akhirnya berusaha memilih kata-kata yang tidak dirasakan sebagai paksaan karena khawatir juga dia malah trauma belajar. Misalnya,"Bagaimana kalau kita latihan musik Ko?" atau "Sepertinya sudah lama nih Bodhi nggak latihan musik, kan katanya Bodhi mau seperti miss Lenny yang bisa main piano tanpa melihat tuts nya. Jadi mesti latihan supaya bisa sehebat Miss Lenny."
Bagaimana hasil latihan Bodhi sejauh ini? Bagi saya cukup menyenangkan hati. Walaupun latihan kadang lebih banyak becandanya, lha iya padahal dia sudah tahu do itu dimana, re itu yang mana, tapi kadang dimeleset-melesetin gitu tangannya. Emang Srimulat bener nih anak (eh ya pada tahu Srimulat nggak ya, hehehe). Apalagi kalau menyanyi, paling nggak suka kayaknya dia. Mungkin karena lyric lagunya yang cukup rumit bagi anak seusia dia ya (gurunya juga mengakui soal rumit ini). Tapi ya mungkin karena terjemahan dari jepang ke inggris kemudian ke indonesia, jadinya rumit deh. Mungkin dalam kosakata Jepang itu ber-rima dan gampang diingat, setelah diindonesiakan jadi tidak semudah itu. Mungkiiiiin lho ya. Dan soal malas bernyanyi ini juga disebut sebagai yang masih perlu ditingkatkan dari kemampuan Bodhi. Begitu yang disebut gurunya sewaktu parent meeting minggu lalu. Mengenai kemampuan memainkan keyboardnya udah cukup baik katanya. Dan yang masih perlu dilatih lagi itu Solfage nya. Bodhi suka males buka mulut katanya hehehe. Oh ya solfage itu yang kayak gini: lagu twinkle dinyanyikan solmisasinya jadi dodosolsollalasolfafamimireredo.. dst. Dan itu ya nggak cuma satu lagu itu, ada beberapa lagu lho yang mesti dilatih. Ish, kok mamanya yang jadi deg-deg an gini :D Tapi Bodhi pasti bisa kok kalau latihan :) #doa sendiri dalam hati hahaha
Nah, selasa kemarin ini saat les tiba-tiba ms.lenny menawarkan tiap anak maju ke depan satu-satu untuk memainkan satu partiture yang ditentukan. Yang mau ke depan diminta angkat tangan. Bodhi dapat giliran ke 5 dari total 6 anak peserta les hari itu. Soalnya telat melulu angkat tangannya. Tapi jadi bagus juga sih karena dia sudah lihat teman-temannya maju jadi dia makin semangat. Saat melihat anak-anak yang lain maju namun masih salah-salah memainkan partiturenya (yang mana sebenarnya bagi saya kemampuan dan keseriusan mereka lebih baik dari Bodhi), saya pun tidak berharap terlalu banyak. Asal Bodhi mau maju dan menyelesaikan lagunya, sudah lebih dari cukup. Eh tapi ternyata lumayaaaan banget, Bodhi lancar dan nggak tolah-toleh seperti biasanya. Nah kan bener, kalau dia serius sebenernya dia bisa. Kalau sama mama kok banyakan becandanya seeeh.
Saya sempat merekam, dan ini dia performance Bodhi kemarin :
Lumayan nggak? Lumayaaan dong.... hehehe
Oh ya sebenarnya saya sempat menimbang-nimbang untuk stop les musiknya ini lho, soalnya ngeliat Bodhi kok banyakan becandanya sih, nggak serius seperti beberapa temannya yang lain. Walaupun ada juga sih anak-anak yang banyak main-mainnya juga. Tapi ya namanya orang tua kadang timbul keinginan yang terlalu tinggi gitu deh. Maafkan mama ya Nak. Dan ternyata curhat itu ada gunanya juga ya, asal curhat sama orang yang bener. Soalnya ada orang tua anak yang saya ceritakan tentang Bodhi, dia juga merasakan hal yang sama dengan saya tapi solusinya dia adalah sepertinya akan stop aja karena sepertinya anaknya nggak suka dan nggak mau latihan di rumah. Padahal menurut saya si anak itu kalau di kelas lebih anteng dari Bodhi lho. Yah memang beda-beda mungkin ya, yang terlihat di permukaan tidak seperti yang sesungguhnya. Kalau dengan orang tua yang lain yang saya ajak cerita-cerita juga, saya mendapat sedikit kekuatan (halah) mendengar sarannya dia. Padahal anaknya ibu itu lebih aktif dari Bodhi tapi sama isengnya kayaknya, dan anaknya itu cewek :P Dia bilang, ya mungkin memang anak kita nggak akan jadi pemusik hebat, tapi tujuannya kita les-in musik kan bukan cuma itu yah. Ngelatih dia sabar, mau menunggu. Soalnya anak-anak saya sejak les musik, banyak perubahan di sikapnya. Trus selama cerita-cerita itu kok banyak banget miripnya Bodhi dengan anaknya ibu itu, terutama di jahil dan isengnya. Kayak ngubah-ngubah lyric lagu, atau disuruh belajar mendengarkan lagu yang berbahasa Indonesia, diubah-ubah ke bahasa Thailand lah, Jepang lah, Spanyol lah, hahaha. Lho kok denger cerita anak orang lain saya malah bisa ketawa, tapi pas Bodhi melakukannya kok saya gregetan ya??!! Duh duh duh.
Dan ada satu hal lagi yang saya petik dari pengalaman belajar musik dengan Bodhi (ehm iya dong saya mau gak mau ikutan belajar juga, walaupun rasanya kok mumet ya belajar musik itu, dasar dudul banget memang saya ini). Saya harus belajar 'melepas'. Melepas ego, melepas keinginan. Jangan berharap terlalu tinggi. Dijalani saja yang sudah menjadi pilihan. Seperti halnya memberikan Bodhi les musik adalah pilihan saya, karena saya yakin ini baik, maka saya harus konsekwen dengan apapun yang terjadi selama proses belajar itu. Dan ketika sudah bisa melepas, rasanya beban itu nggak ada. Dibawa senang saja, jadi nggak perlu ada drama berantem-berantem sama anak. Tapi latihan ya kudu tetep harus dong, lha sudah bayar mahal gitu, masak mau santai-santai. Tapi saya jadi berlatih memilih cara paling menyenangkan dan bijaksana untuk mengajak dia belajar dan latihan. Mikir dulu sebelum ngomong, pilih dulu kata-katanya. Dan rasanya kok jadi nggak capek ya, karena kita nggak keluar kata-kata yang nggak perlu. Yang ternyata buang-buang energi. Lebih memeras otak, ya sudah pasti lah. Tapi daripada menyesal dikemudian hari karena kata-kata yang tidak sepantasnya didengar anak saya? Dan saya yakin, kalau saya latihan terus mengontrol kata-kata saya, itu akan menjadi kebiasaan jadi saya tidak perlu memeras otak lagi, karena sudah mengalir begitu saja kata-kata yang baik dan bijak. Tapi sampai detik ini, saya masih belum lulus. Masih mesti banyak latihan lagi :)
Bagi saya yang tidak bisa bermain musik, kelas Junior ini sudah semakin berat. Belajar membaca not balok, melatih tangan kanan, menghapal lagu. Bahkan minggu ini sudah mulai latihan dengan tangan kiri. Duh saya sampai menciumi Bodhi lho, sambil bilang "yang rajin ya latihannya, Bodhi pasti bisa". Yang mana rasanya lebih tepat sebagai penyemangat diri saya sendiri untuk lebih sabar mendampingi Bodhi belajar, lebih tegas kalau dia mulai malas latihan. Tapi jujur, saya sendiri kadang berasa nggak enak juga harus tegas yang biasanya jadi diidentikkan dengan memaksa. Karena les musik ini kan bukan murni keinginan Bodhi, tapi kami orang tuanya yang mengarahkannya. Karena bagi kami ini baik (dan mudah-mudahan kami tidak salah). Jadi kalau meminta dia agak keras, rasanya gimanaaaa gitu. Ya akhirnya berusaha memilih kata-kata yang tidak dirasakan sebagai paksaan karena khawatir juga dia malah trauma belajar. Misalnya,"Bagaimana kalau kita latihan musik Ko?" atau "Sepertinya sudah lama nih Bodhi nggak latihan musik, kan katanya Bodhi mau seperti miss Lenny yang bisa main piano tanpa melihat tuts nya. Jadi mesti latihan supaya bisa sehebat Miss Lenny."
Bagaimana hasil latihan Bodhi sejauh ini? Bagi saya cukup menyenangkan hati. Walaupun latihan kadang lebih banyak becandanya, lha iya padahal dia sudah tahu do itu dimana, re itu yang mana, tapi kadang dimeleset-melesetin gitu tangannya. Emang Srimulat bener nih anak (eh ya pada tahu Srimulat nggak ya, hehehe). Apalagi kalau menyanyi, paling nggak suka kayaknya dia. Mungkin karena lyric lagunya yang cukup rumit bagi anak seusia dia ya (gurunya juga mengakui soal rumit ini). Tapi ya mungkin karena terjemahan dari jepang ke inggris kemudian ke indonesia, jadinya rumit deh. Mungkin dalam kosakata Jepang itu ber-rima dan gampang diingat, setelah diindonesiakan jadi tidak semudah itu. Mungkiiiiin lho ya. Dan soal malas bernyanyi ini juga disebut sebagai yang masih perlu ditingkatkan dari kemampuan Bodhi. Begitu yang disebut gurunya sewaktu parent meeting minggu lalu. Mengenai kemampuan memainkan keyboardnya udah cukup baik katanya. Dan yang masih perlu dilatih lagi itu Solfage nya. Bodhi suka males buka mulut katanya hehehe. Oh ya solfage itu yang kayak gini: lagu twinkle dinyanyikan solmisasinya jadi dodosolsollalasolfafamimireredo.. dst. Dan itu ya nggak cuma satu lagu itu, ada beberapa lagu lho yang mesti dilatih. Ish, kok mamanya yang jadi deg-deg an gini :D Tapi Bodhi pasti bisa kok kalau latihan :) #doa sendiri dalam hati hahaha
Nah, selasa kemarin ini saat les tiba-tiba ms.lenny menawarkan tiap anak maju ke depan satu-satu untuk memainkan satu partiture yang ditentukan. Yang mau ke depan diminta angkat tangan. Bodhi dapat giliran ke 5 dari total 6 anak peserta les hari itu. Soalnya telat melulu angkat tangannya. Tapi jadi bagus juga sih karena dia sudah lihat teman-temannya maju jadi dia makin semangat. Saat melihat anak-anak yang lain maju namun masih salah-salah memainkan partiturenya (yang mana sebenarnya bagi saya kemampuan dan keseriusan mereka lebih baik dari Bodhi), saya pun tidak berharap terlalu banyak. Asal Bodhi mau maju dan menyelesaikan lagunya, sudah lebih dari cukup. Eh tapi ternyata lumayaaaan banget, Bodhi lancar dan nggak tolah-toleh seperti biasanya. Nah kan bener, kalau dia serius sebenernya dia bisa. Kalau sama mama kok banyakan becandanya seeeh.
Saya sempat merekam, dan ini dia performance Bodhi kemarin :
Oh ya sebenarnya saya sempat menimbang-nimbang untuk stop les musiknya ini lho, soalnya ngeliat Bodhi kok banyakan becandanya sih, nggak serius seperti beberapa temannya yang lain. Walaupun ada juga sih anak-anak yang banyak main-mainnya juga. Tapi ya namanya orang tua kadang timbul keinginan yang terlalu tinggi gitu deh. Maafkan mama ya Nak. Dan ternyata curhat itu ada gunanya juga ya, asal curhat sama orang yang bener. Soalnya ada orang tua anak yang saya ceritakan tentang Bodhi, dia juga merasakan hal yang sama dengan saya tapi solusinya dia adalah sepertinya akan stop aja karena sepertinya anaknya nggak suka dan nggak mau latihan di rumah. Padahal menurut saya si anak itu kalau di kelas lebih anteng dari Bodhi lho. Yah memang beda-beda mungkin ya, yang terlihat di permukaan tidak seperti yang sesungguhnya. Kalau dengan orang tua yang lain yang saya ajak cerita-cerita juga, saya mendapat sedikit kekuatan (halah) mendengar sarannya dia. Padahal anaknya ibu itu lebih aktif dari Bodhi tapi sama isengnya kayaknya, dan anaknya itu cewek :P Dia bilang, ya mungkin memang anak kita nggak akan jadi pemusik hebat, tapi tujuannya kita les-in musik kan bukan cuma itu yah. Ngelatih dia sabar, mau menunggu. Soalnya anak-anak saya sejak les musik, banyak perubahan di sikapnya. Trus selama cerita-cerita itu kok banyak banget miripnya Bodhi dengan anaknya ibu itu, terutama di jahil dan isengnya. Kayak ngubah-ngubah lyric lagu, atau disuruh belajar mendengarkan lagu yang berbahasa Indonesia, diubah-ubah ke bahasa Thailand lah, Jepang lah, Spanyol lah, hahaha. Lho kok denger cerita anak orang lain saya malah bisa ketawa, tapi pas Bodhi melakukannya kok saya gregetan ya??!! Duh duh duh.
Dan ada satu hal lagi yang saya petik dari pengalaman belajar musik dengan Bodhi (ehm iya dong saya mau gak mau ikutan belajar juga, walaupun rasanya kok mumet ya belajar musik itu, dasar dudul banget memang saya ini). Saya harus belajar 'melepas'. Melepas ego, melepas keinginan. Jangan berharap terlalu tinggi. Dijalani saja yang sudah menjadi pilihan. Seperti halnya memberikan Bodhi les musik adalah pilihan saya, karena saya yakin ini baik, maka saya harus konsekwen dengan apapun yang terjadi selama proses belajar itu. Dan ketika sudah bisa melepas, rasanya beban itu nggak ada. Dibawa senang saja, jadi nggak perlu ada drama berantem-berantem sama anak. Tapi latihan ya kudu tetep harus dong, lha sudah bayar mahal gitu, masak mau santai-santai. Tapi saya jadi berlatih memilih cara paling menyenangkan dan bijaksana untuk mengajak dia belajar dan latihan. Mikir dulu sebelum ngomong, pilih dulu kata-katanya. Dan rasanya kok jadi nggak capek ya, karena kita nggak keluar kata-kata yang nggak perlu. Yang ternyata buang-buang energi. Lebih memeras otak, ya sudah pasti lah. Tapi daripada menyesal dikemudian hari karena kata-kata yang tidak sepantasnya didengar anak saya? Dan saya yakin, kalau saya latihan terus mengontrol kata-kata saya, itu akan menjadi kebiasaan jadi saya tidak perlu memeras otak lagi, karena sudah mengalir begitu saja kata-kata yang baik dan bijak. Tapi sampai detik ini, saya masih belum lulus. Masih mesti banyak latihan lagi :)
Sunday, April 1, 2012
Bodhi Mau Mencoba Lebih Baik Lagi
Sabtu kemarin Bodhi ikut coloring competition di sekolah. Selain siswa sekolah, ada juga banyak peserta dari luar sekolah. Selama semingguan guru kelasnya sudah sounding ke Bodhi kalau dia akan join the competition. Persiapannya? Nggak ada persiapan, hehehe. Paling-paling Bodhi mewarnai seperti biasa aja di rumah, itupun gambar-gambar pilihan yang dia suka, yang mana saat ini adalah Angry Birds serta Pocoyo and friends. Oh ya mengenai progress mewarnai ini, saya sih cukup gembira dengan perkembangan Bodhi. Dari yang awalnya tidak mau sama sekali mewarnai gambar (kalau menggambar sih dia seneng banget), lalu mau mewarnai sedikit, sesukanya dia dan nggak pernah selesai #sigh. Dan yang belakangan ini dia akhirnya mau mewarnai sampai selesai dan cukup rapi. Itu saya lihat dari hasil-hasil kegiatan dia di sekolah selama seminggu yang rutin diberikan kepada orang tua. Dia mewarnai gambar tangan di kelas mandarin dengan rapi dan penuh :) #good boy. Jadi begitu ada pengumuman akan ada lomba mewarnai, saya ngerasa nggak perlu lah ngelatih dia secara khusus toh juga lomba ini buat fun aja, kalo menang syukur (errr walaupun saya nggak yakin bisa menang hihi), kalo nggak menang ya buat nambah pengalaman berlomba aja.
Nah akhirnya di hari lomba, Bodhi semangat sekali pergi ke sekolah membawa crayon dan meja gambar. Sampai di sekolah semakin exciting karena banyak anak-anak lain juga yang belum dia kenal. Selama lomba pun saya tidak menunggui karena dipesankan oleh para guru untuk menunggu di luar (tapi ternyata selain Bodhi semua peserta malah ditunggui di sebelahnya oleh para orang tua ataupun pengantar :P) Kesian juga sih ngeliat Bodhi di dalam sendirian, tapi akhirnya dia ditemani salah satu guru juga. Bodhi cepet banget menyelesaikan gambarnya dan setelah dilihat, warnanya biru aja gitu semua hihihi. Oh iya gambarnya itu berupa Dolphin di dalam samudera. Waktu saya tanya, kok nggak colorful mewarnai gambarnya? Dia bilang, iya ma dolphin di dalam laut kan memang biru semua. #oh ok...
Ya seperti yang diduga sebelumnya, Bodhi nggak menang hihihi. Pas awal dipanggil para juaranya, dia masih santai-santai nanya kok dia nggak dapet trophy. Nah pas salah satu temen main di sekolah ternyata dapat salah satu juara,eh Bodhi nangis dong! Hehehe saya nggak nyangka juga kok dia bisa nangis. Dia bilang, kenapa dia nggak dapet trophy? Trus nangis sesenggukan. Tapi akhirnya kita berusaha jelasin kenapa dia nggak dapet throphy, itu karena Bodhi disuruh latihan mewarnai yang lebih bagus lagi dari yang ini. Nanti diulangi lagi ya ikut lombanya.... Dan akhirnya dia mau diam dan terhibur mendapat piala mungil dari kayu atas partisipasinya dalam lomba (semua peserta yang ikut tapi tidak menang mendapat trophy ini.)
Saya pikir, dia sudah lupa dengan kekalahannya. Ternyata selama di mobil dia bilang begini. "Nanti Bodhi ulangi lagi mewarnainya. Bodhi harus mewarnai yang bagus dan colorful biar Bodhi dapat trophy yang panjang dan kuning warnanya." Hehehe dan dia ngomong itu terus sampai hari ini.
Cukup berharga ternyata pengalaman lomba kemarin. Bukan piala yang didapat tapi semangat untuk selalu mencoba menjadi lebih baik lagi yang dipahami Bodhi. Semoga semangatnya bertahan ya Nak. Love youuuuuu my Valentine :)
Nah akhirnya di hari lomba, Bodhi semangat sekali pergi ke sekolah membawa crayon dan meja gambar. Sampai di sekolah semakin exciting karena banyak anak-anak lain juga yang belum dia kenal. Selama lomba pun saya tidak menunggui karena dipesankan oleh para guru untuk menunggu di luar (tapi ternyata selain Bodhi semua peserta malah ditunggui di sebelahnya oleh para orang tua ataupun pengantar :P) Kesian juga sih ngeliat Bodhi di dalam sendirian, tapi akhirnya dia ditemani salah satu guru juga. Bodhi cepet banget menyelesaikan gambarnya dan setelah dilihat, warnanya biru aja gitu semua hihihi. Oh iya gambarnya itu berupa Dolphin di dalam samudera. Waktu saya tanya, kok nggak colorful mewarnai gambarnya? Dia bilang, iya ma dolphin di dalam laut kan memang biru semua. #oh ok...
Ya seperti yang diduga sebelumnya, Bodhi nggak menang hihihi. Pas awal dipanggil para juaranya, dia masih santai-santai nanya kok dia nggak dapet trophy. Nah pas salah satu temen main di sekolah ternyata dapat salah satu juara,eh Bodhi nangis dong! Hehehe saya nggak nyangka juga kok dia bisa nangis. Dia bilang, kenapa dia nggak dapet trophy? Trus nangis sesenggukan. Tapi akhirnya kita berusaha jelasin kenapa dia nggak dapet throphy, itu karena Bodhi disuruh latihan mewarnai yang lebih bagus lagi dari yang ini. Nanti diulangi lagi ya ikut lombanya.... Dan akhirnya dia mau diam dan terhibur mendapat piala mungil dari kayu atas partisipasinya dalam lomba (semua peserta yang ikut tapi tidak menang mendapat trophy ini.)
Saya pikir, dia sudah lupa dengan kekalahannya. Ternyata selama di mobil dia bilang begini. "Nanti Bodhi ulangi lagi mewarnainya. Bodhi harus mewarnai yang bagus dan colorful biar Bodhi dapat trophy yang panjang dan kuning warnanya." Hehehe dan dia ngomong itu terus sampai hari ini.
Cukup berharga ternyata pengalaman lomba kemarin. Bukan piala yang didapat tapi semangat untuk selalu mencoba menjadi lebih baik lagi yang dipahami Bodhi. Semoga semangatnya bertahan ya Nak. Love youuuuuu my Valentine :)
Monday, November 7, 2011
Let's go to Bodhi's Show!!
Eeeh koko Bodhi show di mall hari Minggu kemarin. Hihihi iya, show!! Udah kaya' artis ya show di mall. Padahal sebenarnya Bodhi ikut lomba nyanyi yang diadakan sekolah musiknya. Tapi Bodhi mengistilahkannya dengan show. Mungkin karena saya dan papa nya selalu bilang gini: nanti Bodhi mau nyanyi di stage? Kalau mau nggak boleh ditemenin mama ya dan harus nyanyi sampe selesai. Karena ada kata stage nya mungkin ya jadi dia menghubungkannya dengan show. Eh pas juga ada Ayu Ting Ting dan Tukul Arwana di mall yang sama. Hmm nggak ada hubungannya ya :)
Awalnya nggak ada niat untuk mengikutkan Bodhi lomba. Rencana awalnya cuma pengen ngajak Bodhi nonton lomba aja. Sampai pas parent meeting (10 hari sebelum acara), Ms.Lenny, guru musiknya menyarankan supaya Bodhi diikutkan lomba vocal aja. Kan ada tuh yang untuk usia 3-6 tahun katanya. Hmmm gimana ya, agak ragu-ragu soalnya selain udah deket, saya itu nggak yakin Bodhi bakal mau naik ke panggung. Mood anak kecil susah ditebak kan? Waktu itu sih saya jawabnya, hmmm iya deh miss nanti kita pertimbangkan, soalnya kan Bodhi masih sering salah-salah gitu nyanyinya. Kata Ms.Lenny, yang tahu salah kan cuma saya bu, yang penting anaknya berani tampil dulu. Pikir saya, iya juga sih yaaaaa. Ah nanti deh dicoba ditanya ke anaknya dulu.
Nah mulai dari pulang parent meeting itu mulai deh saya nanya-nanya Bodhi, mau nyanyi nggak di stage? Bodhi boleh milih lagunya. Eh dia bilang mau, Bodhi mau nyanyi doremifaman dateng (aslinya sih judulnya doremifaman :P). Oh iya memang lagu yang mesti dinyanyikan itu lagu-lagu yang diajarkan selama di les musik. Trus setiap kali saya tanya dia selalu bilang mau. Trus kalau saya lanjut lagi: bener ya mau. Kalau mau, nanti pas nyanyi gak boleh ditemenin mama, nggak boleh malu-malu, nyanyinya harus sampai selesai, Dia bilang: IYA. Nah trus suatu saat dia nanya, nanti show nya dimana ma? Saya jawab: di mall. Haaaa, langsung dia berbinar-binar. Bodhi nanya, mall yang mana? yang ada snail (discovery mall) atau yang ada thomas (bali galleria). Saya bilang: yang ada thomas. Trus Bodhi langsung teriak, yeaaaaaay i like it!! pulang dari show, Bodhi beli es krim ya ma... heheheheh sudah mulai minta bayaran dia. Ya udah saya pikir gampang ini kan hadiahnya, ok deal es krim ya, tapi nyanyinya gak boleh malu-malu dan mesti sampe selesai.
Nah sekarang masalahnya itu gimana 'maksa' dia latihan. Mengingat Bodhi itu suka-suka dia gitu, kalo memang mau lagi latihan dia bakal latihan, tapi kalo nggak ya nggak bakal dia latihan. Pasti nyanyinya asal-asa an atau dia ubah-ubah text nya dengan jail. Kalo terlalu dipaksa juga takutnya dia malah mogok, kan ini juga untuk test keberanian aja, pikir saya. Ya udah deh, pasrah aja, salah atau benar nyanyinya itu urusan belakang, yang penting mau dan berani dulu. Kalo menang atau kalah, uuugghhh bener-bener nggak berani masukin dalam wish list hihihi
Singkat cerita sampailah kita di hari Minggu harinya lomba. Dari pagi Bodhi udah gak sabar mau show, tapi kalau menurut saya sih dia lebih nggak sabar karena mau ke mall nya (hehe iya kan kita belakangan mau puasa ngemall, jadi pasti Bodhi sudah sakaw banget tuh ngemall qeqeqe). Dia nentuin kostum segala, mau pake baju angry bird aja. Hehehe kalo yang ini sih kerjaan si mbak di rumah yang nanya-nanya, wah kalo Bodhi show mau pake baju apa nih... Ya bagus juga sih buat penambah semangat, secara emang dia lagi suka banget sama kaos angry bird nya.
Pas sampai di lokasi acaranya Bodhi udah yang nggak sabar aja gitu mau naik panggung, sampe saya kejer ke atas panggung, lha yang giliran peserta lomba electone belum selesai kok dia nyelonong naik ke panggung. Cukup lama sih nunggu giliran lomba vocal, sampe Bodhi sempet main ke gramedia dan kidz station dulu nengokin Thomas and friends. Nah akhirnya tiba deh giliran peserta lomba vocal, waduh kok ya saya yang deg-deg an, untung gak sampe mules. Dan ternyata Bodhi peserta pertama yang tampil, padahal daftarnya paling belakang, 4 hari sebelum lomba dan itupun nyaris nggak diperbolehkan karena sebenarnya waktu pendaftaran sudah tutup. Nah pas kita bilang, oh ya nggak apa-apa kok kalo nggak boleh, memang telat juga sih daftarnya. Eh malah dikasi hehe. Mungkin Bodhi ditaruh paling awal, karena dia peserta paling kecil dan cuma satu-satunya dari kelas Music Wonderland. Kalau ditaruh di tengah atau belakang, mungkin takut anaknya minder ngeliat peserta lain, huahahaha. Dan bagaimana ya performance Bodhi di show perdananya???? Huaaaa luccuuuuu banget, suaranya kadang keras kadang kecil trus sering lupa gaya, tapi kalo udah bergaya bikin penontonnya ketawa terpingkal-pingkal. Dan yang ajaib suara dia sama sekali gak gemetar walaupun dia kadang seperti lupa lirik atau lupa gaya. Aduh saya rasanya banggaaaa sekali. Dia bener-bener berkomitmen, bakal nyanyi sampai selesai (bahkan pas tepukan tangan pertama kali bergema karena penonton pikir lagu sudah selesai, Bodhi masih tetep di panggung sambil menunggu bait terakhir lagu dan musik benar-benar selesai), nggak pake malu-malu dan nggak ditemenin mama di panggung. Muah-muah-muah, mama is your big fan Bodhi !!!
Yang lucu juga, pas selesai nyanyi dia langsung lari menghambur ke arah papanya dan Citta yang nunggu di bibir panggung. Bodhi dapet tepuk tangan sekali lagi hahaha jadi total dapet tepuk tangan sampe dua kali, dan turun dari panggung penontonnya ada yang colek-colek, ada yang gemesin dia, lucuuuu katanya. Haaaa iya doooong, anak sayaaaa. Ahhhh boleh ya saya bangga, soalnya saya bener-bener nggak nyangka dia bisa berani seperti itu. Apalagi kalo liat ekspresi pertama dia, kaget!! Mungkin Bodhi nggak nyangka bakal ada orang sebanyak itu yang nonton, sampe dari balkon atas kan ada juga yang nonton. Biasanya kan cuma nyanyi di rumah. Dan dia tetap fokus ke lagunya. Oh cintakuuuuu.... huehehehe mama mulai lebay.
Eh ternyata sponsor lombanya Bank BNI,jadi kalau menang dapet hadiah tabungan juga selain trophy. Nah kalau Bodhi menang nggak yaaaa??? Selain memang nggak nunggu sampai acara pengumuman, mana berani mengharap menang kalau nggak mau di demo peserta lain yang lebih bagus-bagus hahaha. Tapi menang ataupun nggak, Bodhi adalah pemenang untuk diri Bodhi sendiri ya nak, menang mengalahkan rasa malu dan takut. Tampil sendiri lho di panggung, nggak beramai-ramai. Dan yang paling penting menang karena memenuhi komitmen sendiri. Buat mama, papa dan dedek Citta, you are our great entertainer ever!!!
*fotonya nyusul yaaa belum sempet download dari kamera :)
Awalnya nggak ada niat untuk mengikutkan Bodhi lomba. Rencana awalnya cuma pengen ngajak Bodhi nonton lomba aja. Sampai pas parent meeting (10 hari sebelum acara), Ms.Lenny, guru musiknya menyarankan supaya Bodhi diikutkan lomba vocal aja. Kan ada tuh yang untuk usia 3-6 tahun katanya. Hmmm gimana ya, agak ragu-ragu soalnya selain udah deket, saya itu nggak yakin Bodhi bakal mau naik ke panggung. Mood anak kecil susah ditebak kan? Waktu itu sih saya jawabnya, hmmm iya deh miss nanti kita pertimbangkan, soalnya kan Bodhi masih sering salah-salah gitu nyanyinya. Kata Ms.Lenny, yang tahu salah kan cuma saya bu, yang penting anaknya berani tampil dulu. Pikir saya, iya juga sih yaaaaa. Ah nanti deh dicoba ditanya ke anaknya dulu.
Nah mulai dari pulang parent meeting itu mulai deh saya nanya-nanya Bodhi, mau nyanyi nggak di stage? Bodhi boleh milih lagunya. Eh dia bilang mau, Bodhi mau nyanyi doremifaman dateng (aslinya sih judulnya doremifaman :P). Oh iya memang lagu yang mesti dinyanyikan itu lagu-lagu yang diajarkan selama di les musik. Trus setiap kali saya tanya dia selalu bilang mau. Trus kalau saya lanjut lagi: bener ya mau. Kalau mau, nanti pas nyanyi gak boleh ditemenin mama, nggak boleh malu-malu, nyanyinya harus sampai selesai, Dia bilang: IYA. Nah trus suatu saat dia nanya, nanti show nya dimana ma? Saya jawab: di mall. Haaaa, langsung dia berbinar-binar. Bodhi nanya, mall yang mana? yang ada snail (discovery mall) atau yang ada thomas (bali galleria). Saya bilang: yang ada thomas. Trus Bodhi langsung teriak, yeaaaaaay i like it!! pulang dari show, Bodhi beli es krim ya ma... heheheheh sudah mulai minta bayaran dia. Ya udah saya pikir gampang ini kan hadiahnya, ok deal es krim ya, tapi nyanyinya gak boleh malu-malu dan mesti sampe selesai.
Nah sekarang masalahnya itu gimana 'maksa' dia latihan. Mengingat Bodhi itu suka-suka dia gitu, kalo memang mau lagi latihan dia bakal latihan, tapi kalo nggak ya nggak bakal dia latihan. Pasti nyanyinya asal-asa an atau dia ubah-ubah text nya dengan jail. Kalo terlalu dipaksa juga takutnya dia malah mogok, kan ini juga untuk test keberanian aja, pikir saya. Ya udah deh, pasrah aja, salah atau benar nyanyinya itu urusan belakang, yang penting mau dan berani dulu. Kalo menang atau kalah, uuugghhh bener-bener nggak berani masukin dalam wish list hihihi
Singkat cerita sampailah kita di hari Minggu harinya lomba. Dari pagi Bodhi udah gak sabar mau show, tapi kalau menurut saya sih dia lebih nggak sabar karena mau ke mall nya (hehe iya kan kita belakangan mau puasa ngemall, jadi pasti Bodhi sudah sakaw banget tuh ngemall qeqeqe). Dia nentuin kostum segala, mau pake baju angry bird aja. Hehehe kalo yang ini sih kerjaan si mbak di rumah yang nanya-nanya, wah kalo Bodhi show mau pake baju apa nih... Ya bagus juga sih buat penambah semangat, secara emang dia lagi suka banget sama kaos angry bird nya.
Pas sampai di lokasi acaranya Bodhi udah yang nggak sabar aja gitu mau naik panggung, sampe saya kejer ke atas panggung, lha yang giliran peserta lomba electone belum selesai kok dia nyelonong naik ke panggung. Cukup lama sih nunggu giliran lomba vocal, sampe Bodhi sempet main ke gramedia dan kidz station dulu nengokin Thomas and friends. Nah akhirnya tiba deh giliran peserta lomba vocal, waduh kok ya saya yang deg-deg an, untung gak sampe mules. Dan ternyata Bodhi peserta pertama yang tampil, padahal daftarnya paling belakang, 4 hari sebelum lomba dan itupun nyaris nggak diperbolehkan karena sebenarnya waktu pendaftaran sudah tutup. Nah pas kita bilang, oh ya nggak apa-apa kok kalo nggak boleh, memang telat juga sih daftarnya. Eh malah dikasi hehe. Mungkin Bodhi ditaruh paling awal, karena dia peserta paling kecil dan cuma satu-satunya dari kelas Music Wonderland. Kalau ditaruh di tengah atau belakang, mungkin takut anaknya minder ngeliat peserta lain, huahahaha. Dan bagaimana ya performance Bodhi di show perdananya???? Huaaaa luccuuuuu banget, suaranya kadang keras kadang kecil trus sering lupa gaya, tapi kalo udah bergaya bikin penontonnya ketawa terpingkal-pingkal. Dan yang ajaib suara dia sama sekali gak gemetar walaupun dia kadang seperti lupa lirik atau lupa gaya. Aduh saya rasanya banggaaaa sekali. Dia bener-bener berkomitmen, bakal nyanyi sampai selesai (bahkan pas tepukan tangan pertama kali bergema karena penonton pikir lagu sudah selesai, Bodhi masih tetep di panggung sambil menunggu bait terakhir lagu dan musik benar-benar selesai), nggak pake malu-malu dan nggak ditemenin mama di panggung. Muah-muah-muah, mama is your big fan Bodhi !!!
Yang lucu juga, pas selesai nyanyi dia langsung lari menghambur ke arah papanya dan Citta yang nunggu di bibir panggung. Bodhi dapet tepuk tangan sekali lagi hahaha jadi total dapet tepuk tangan sampe dua kali, dan turun dari panggung penontonnya ada yang colek-colek, ada yang gemesin dia, lucuuuu katanya. Haaaa iya doooong, anak sayaaaa. Ahhhh boleh ya saya bangga, soalnya saya bener-bener nggak nyangka dia bisa berani seperti itu. Apalagi kalo liat ekspresi pertama dia, kaget!! Mungkin Bodhi nggak nyangka bakal ada orang sebanyak itu yang nonton, sampe dari balkon atas kan ada juga yang nonton. Biasanya kan cuma nyanyi di rumah. Dan dia tetap fokus ke lagunya. Oh cintakuuuuu.... huehehehe mama mulai lebay.
Eh ternyata sponsor lombanya Bank BNI,jadi kalau menang dapet hadiah tabungan juga selain trophy. Nah kalau Bodhi menang nggak yaaaa??? Selain memang nggak nunggu sampai acara pengumuman, mana berani mengharap menang kalau nggak mau di demo peserta lain yang lebih bagus-bagus hahaha. Tapi menang ataupun nggak, Bodhi adalah pemenang untuk diri Bodhi sendiri ya nak, menang mengalahkan rasa malu dan takut. Tampil sendiri lho di panggung, nggak beramai-ramai. Dan yang paling penting menang karena memenuhi komitmen sendiri. Buat mama, papa dan dedek Citta, you are our great entertainer ever!!!
*fotonya nyusul yaaa belum sempet download dari kamera :)
Friday, October 15, 2010
Tidak lagi satu melainkan dua

Sebenarnya kapan sih waktu terbaik mengenalkan komputer dan internet ke anak?
kalau saya sih nggak ada patokan baku, nggak melarang nggak juga memaksa, biarkan aja mengalir apa adanya. Di saat dia memang ingin tahu, maka kami orangtua membimbingnya dan tentu mengawasinya.
Kalau ternyata sekarang Bodhi sudah cukup biasa mengoperasikan komputer, mulai dari menyalakan sampai memilih game yang ingin dia mainkan, atau sekedar ngeliat gambar karakter favorite nya di google atau menonton video music atau kartun kesukaannya di youtube, itu bukan karena kami orangtuanya ingin dia menyukai komputer atau lebih ekstremnya 'jago komputer'. Apalagi buat dipamer-pamerkan (eh nulis di blog bukan berarti pamer kan? :P). Soalnya nih duluuu waktu saya pernah jadi guru komputer di sebuah sekolah, ada beberapa ibu-ibu yang pamer kalo si 2 tahunnya sudah pinter main game komputer, si 3 tahunnya sudah bisa ngetik namanya sendiri,dudududu tapi mungkin memang itu kebahagiaan siibu, jadi ya...biarlah :)
Kami inginnya anak-anak kami tidak diperbudak oleh apapun termasuk komputer. Kami tidak ingin dia duduk berjam-jam bermain game di depan komputer dan menjadi asosial bahkan tidak peduli pada kami orangtuanya yang di dekatnya. Inginnya kami, komputer bagi mereka tetaplah hanya sebuah alat bantu. Ketika ingin mengumpulkan informasi tentang sebuah masalah, internet salah satu sumbernya tapi bukan satu-satunya sumber. Maunya, dia tetap bisa mendapat info dari bicara langsung yang artinya dia tetap punya kemampuan verbal yang baik, bisa berbasa-basi yang nggak basi. Dia bisa 'hangat' saat berbincang di messanger tapi tetap hangat dan charming ketika copy darat, tidak sekedar bisa tertawa lebar dan terbahak ala emoticon.
Terlalu tinggi ya pengharapannya? Tapi ini tanggung jawab kami lho sebagai orangtua, bukan semata kami bebankan ke Bodhi-Citta. Kami tahu ini tidak mudah, tapi memang untuk mendapat yang terbaik jalannya tidak selalu mudah.Kami sadar tantangannya besar, jadi kami sudah bersiap-siap dari sekarang, mudah-mudahan kami bisa menjadi juaranya :)
Jadi sekarang, tidak lagi satu melainkan dua. Hah, apaan tuh??? Iya sekarang tidak satu user account lagi di laptop saya, tapi sudah ada dua, satu untuk saya satu untuk Bodhi. Supaya tidak ada lagi kejadian, ada ketikan ajaib di surat penawaran yang saya buat, tidak lagi user id di YM saya berpindah-pindah group, tidak lagi explorer atau firefox saya dipenuhi gambar-gambar Thomas and friends hahahaha.
Saturday, June 12, 2010
Iseng nyoba, dan hasilnya....kaget! *lebay*
Ceritanya baru beli buku Hidangan Prasekolah Sehat dan Favorit 3-5 tahun, karangan Pak Wied Harry. Padahal Bodhi baru 2.5 tahun, tapi kan nanggung kalo beli buku yang 1 - 3tahun, mama pikir sekalian aja deh. Udah praktek beberapa menunya, di mix and match, nggak plek sama. Tujuannya juga begitu kan, untuk mencari inspirasi bukan untuk mencontek 100%. Kalo kata dr.Tan Shot Yen, terinspirasi sudah cukup jangan sampai mematikan kreatifitas. Dan yang hebat itu, semua menu yang udah dicoba memang gampang dan ueanaaak, buktinya Bodhi suka banget, papa mama juga suka lho. Contohnya saos tomat kecapnya, kata papa cocok yah ternyata dicocol sama sate :D
Nah selain dapet ide masakan, dari bukunya juga dapet info tentang perkembangan motorik anak usia 3 - 5 thn. Di tabel usia 3-4 thn ada disebutkan salah satu keterampilan motorik halus yang sewajarnya sudah dimiliki anak usia itu adalah : Jika diberi gambar kepala dan badan manusia yang belum lengkap, anak akan menambahkan paling sedikit 2 gambar bagian tubuh. Trus iseng deh mama cobain ke Bodhi. Mama gambar wajah manusia tapi cuma ada hidung, telinga dan mulut. Trus mama tanya, "Bodhi, ini gambar apa?". Bodhi jawab,"hehehe gambar orang, mama..." Trus dia ambil pen nya tanpa disuruh, dia tambahin sendiri lho 2 buah mata dan kaki (jadi nyambung tuh kaki sama kepala kekekekeke). Lha kok beneran ya, paling sedikit dia akan nambah gambar 2 anggota tubuh. Ih yang meneliti kok pinter yah, hehehehe
Jadi gitu deh, kaget aja ngeliat Bodhi berinisiatif sendiri. Lumayan ya, ngga rugi beli bukunya. Lagian jarang banget deh beli buku itu rugi :)
Nah selain dapet ide masakan, dari bukunya juga dapet info tentang perkembangan motorik anak usia 3 - 5 thn. Di tabel usia 3-4 thn ada disebutkan salah satu keterampilan motorik halus yang sewajarnya sudah dimiliki anak usia itu adalah : Jika diberi gambar kepala dan badan manusia yang belum lengkap, anak akan menambahkan paling sedikit 2 gambar bagian tubuh. Trus iseng deh mama cobain ke Bodhi. Mama gambar wajah manusia tapi cuma ada hidung, telinga dan mulut. Trus mama tanya, "Bodhi, ini gambar apa?". Bodhi jawab,"hehehe gambar orang, mama..." Trus dia ambil pen nya tanpa disuruh, dia tambahin sendiri lho 2 buah mata dan kaki (jadi nyambung tuh kaki sama kepala kekekekeke). Lha kok beneran ya, paling sedikit dia akan nambah gambar 2 anggota tubuh. Ih yang meneliti kok pinter yah, hehehehe
Jadi gitu deh, kaget aja ngeliat Bodhi berinisiatif sendiri. Lumayan ya, ngga rugi beli bukunya. Lagian jarang banget deh beli buku itu rugi :)
Sunday, May 2, 2010
Towloong...pliss....
Kalo pengeeen banget sama sesuatu, sekarang Bodhi ngeluarin jurus "towwlooong plisss" :D
Misalnya dia pengen balon waktu diajak ke Pizza Hut, mama bilang yang punya balonnya mbak itu tuh. Dia langsung bakal bilang "Towwloong mbak, Bodhi mau balon". Atau pernah juga saking pengennya makan kerupuk, tapi mama gak kasi dan mama bilang "Bodhi minta sendiri aja sama mbaknya, kerupuknya kan nggak dijual." Dia langsung ngomong ke si mbak nya "Towwloong mbak, Bodhi mau kerupuk..."
Kalau sama papa dan mama juga gitu, kalau mau sesuatu dengan amat sangat dia bakal bilang "Papa towloong bodhi mau nonton tv...". Tapi kalau sama mama, kadang pake cara genit "towloong mama, plis plis plis..." sambil kedip kedip mata...hihihihi lucu.....
Misalnya dia pengen balon waktu diajak ke Pizza Hut, mama bilang yang punya balonnya mbak itu tuh. Dia langsung bakal bilang "Towwloong mbak, Bodhi mau balon". Atau pernah juga saking pengennya makan kerupuk, tapi mama gak kasi dan mama bilang "Bodhi minta sendiri aja sama mbaknya, kerupuknya kan nggak dijual." Dia langsung ngomong ke si mbak nya "Towwloong mbak, Bodhi mau kerupuk..."
Kalau sama papa dan mama juga gitu, kalau mau sesuatu dengan amat sangat dia bakal bilang "Papa towloong bodhi mau nonton tv...". Tapi kalau sama mama, kadang pake cara genit "towloong mama, plis plis plis..." sambil kedip kedip mata...hihihihi lucu.....
Thursday, April 29, 2010
Mama, Bodhi Pinter...
Belakangan ini Bodhi memang suka narcis, bilang pinter diri sendiri hehe. Mungkin gara-gara kalo bisa melakukan sesuatu yang diajarin baik diminta atau tidak diminta, maka mama atau papa akan muji "waaaw Bodhi pinter yaa...."
Misalnya sehabis dia buang sampah, beresin mainan sendiri, atau apapun pasti dia bakal bilang "mama Bodhi Pinter...", tanpa nunggu dipuji udah muji diri sendiri duluan.
Tapi kadang ada yang salah, pernah dia habis ngancurin gabus styrofoam (yang biasa dipake ganjel di dus itu lho), dan kepergok mama. Mungkin ngeliat ekspresi muka mama yang nggak suka, sebelum mama ngomong dia udah ngomong duluan "mama, bodhi pinter...hak hak hak hak" Iya...pake ketawa gitu. Tapi begitu liat mama ngga berubah ekspresinya dia ngerti kalo dia salah dan langsung bilang "sowry mama...." sambil meluk. ssshhh paling bisa emang bikin hati mama luluh ya.
Oh ya, belakangan dia suka nyanyi-nyanyi. Padahal dulu mama pikir nih anak gak ada bakat nyanyi nih wkwkwkwk. Soalnya kalo diajarin nyanyi cuma ngikutin buntutnya. Misalnya cicak..cicak..di dinding (Bodhi bakal bilang dinding-nya aja). Eh dari 2 mingguan ini dia malah udah komplit nyanyi dari cicak sampe ditamkap (hehehe kalo kata tangkap dia bilangnya tamkap). Trus pernah sarapan pagi sambil nyanyi, twinkle2 little star haw i wander wat yu arrr
dan dari 2 malam yang lalu, mau bobok nyanyi rain...rain...go awat plis kam anoder deeeyyyy
Naaaah habis nyanyi, seperti biasa bilang "mama Bodhi pinter..." hahahaha
Kalo habis nendang bola juga gitu, dia bakal bilang "skoooorrrrr.... Bodhi pinterrrr" hayaaaaah
Mungkin ketagihan disebut pinter, dia suka berinisiatif melakukan sesuatu yang menurut dia baik. Misalnya, berusaha pake celana sendiri habis pipis/pup. Nggak selalu bener sih, pernah gedubrak jatuh. Kirain kenapa, ternyata mencoba pake celana sendiri. Pernah juga 2 kaki masuk satu lubang celana, wkwkwkwk. Tapi pernah bener juga, dan seperti biasa..."Mama, Bodhi pinter...".
Oh sama satu yang bikin seneng sekarang, kalo sikat gigi gak perlu berantem lagi hehehe. Kalo disuruh sikat gigi langsung nurut ke kamar mandi. Trus disuruh bobok juga, langsung nurut matiin tv sendiri. Aaahhhh senangnya memang Bodhi udah gede ya....udah pinteeerrrrr hahahaha
Misalnya sehabis dia buang sampah, beresin mainan sendiri, atau apapun pasti dia bakal bilang "mama Bodhi Pinter...", tanpa nunggu dipuji udah muji diri sendiri duluan.
Tapi kadang ada yang salah, pernah dia habis ngancurin gabus styrofoam (yang biasa dipake ganjel di dus itu lho), dan kepergok mama. Mungkin ngeliat ekspresi muka mama yang nggak suka, sebelum mama ngomong dia udah ngomong duluan "mama, bodhi pinter...hak hak hak hak" Iya...pake ketawa gitu. Tapi begitu liat mama ngga berubah ekspresinya dia ngerti kalo dia salah dan langsung bilang "sowry mama...." sambil meluk. ssshhh paling bisa emang bikin hati mama luluh ya.
Oh ya, belakangan dia suka nyanyi-nyanyi. Padahal dulu mama pikir nih anak gak ada bakat nyanyi nih wkwkwkwk. Soalnya kalo diajarin nyanyi cuma ngikutin buntutnya. Misalnya cicak..cicak..di dinding (Bodhi bakal bilang dinding-nya aja). Eh dari 2 mingguan ini dia malah udah komplit nyanyi dari cicak sampe ditamkap (hehehe kalo kata tangkap dia bilangnya tamkap). Trus pernah sarapan pagi sambil nyanyi, twinkle2 little star haw i wander wat yu arrr
dan dari 2 malam yang lalu, mau bobok nyanyi rain...rain...go awat plis kam anoder deeeyyyy
Naaaah habis nyanyi, seperti biasa bilang "mama Bodhi pinter..." hahahaha
Kalo habis nendang bola juga gitu, dia bakal bilang "skoooorrrrr.... Bodhi pinterrrr" hayaaaaah
Mungkin ketagihan disebut pinter, dia suka berinisiatif melakukan sesuatu yang menurut dia baik. Misalnya, berusaha pake celana sendiri habis pipis/pup. Nggak selalu bener sih, pernah gedubrak jatuh. Kirain kenapa, ternyata mencoba pake celana sendiri. Pernah juga 2 kaki masuk satu lubang celana, wkwkwkwk. Tapi pernah bener juga, dan seperti biasa..."Mama, Bodhi pinter...".
Oh sama satu yang bikin seneng sekarang, kalo sikat gigi gak perlu berantem lagi hehehe. Kalo disuruh sikat gigi langsung nurut ke kamar mandi. Trus disuruh bobok juga, langsung nurut matiin tv sendiri. Aaahhhh senangnya memang Bodhi udah gede ya....udah pinteeerrrrr hahahaha
Monday, March 15, 2010
2P
Ingin mencatat pencapaian Bodhi kali ini. Soal 2p, pee and pup :) Setelah melewati perjuangan yang melelahkan *lebay* akhirnya Bodhi mau ngomong kalo mau pup atau pee. Bahkan kadang langsung ngeloyor ke kamar mandi, walaupun kadang-kadang ada yang udah gak tahan lah, kejadian deh bukan di tempat semestinya, alias bukan di kamar mandi. Tapi nggak apa, namanya proses ya...
Lumayan juga sih usahanya untuk membiasakan dia ngomong kalau mau pee atau pup. Tapi sejauh ini cuma sebatas kasi pengertian terus-menerus, setiap kali dia pipis atau pup di celana, mama dan papa selalu bilang, "lain kali bilang dulu ya kalau mau pipis atau pup....". Ngertinya juga bertahap sih, dari yang diem aja, berlanjut menjadi ngomong tapi setelah pipis atau pup. Kemudian sekarang lumayaaaaan bisa ngomong sebelum pee atau pup.
Tapi, sebenarnya ada satu kejadian yang agak 'keras' sih yang memicu Bodhi mau ngomong dulu sebelum 2p. Ceritanya, suatu siang mama sudah capek dan ngantuk, tapi Bodhi masih aktif banget dan ga mau bobok siang. Mama biarin main sendiri, sambil nyuri-nyuri tidur. Sampai kemudian mama kaget karena Bodhi ngomong, 'mama bodhi pipis..." OK, mama nggak masalah, tapiiii yang jadi masalah kemudian adalah Bodhi mainin pipisnya *hiks*, dikosek-kosek pake kakinya. Trus marahlah mama, mama bilang "Bodhi jangan mainin pipis ya!!! Diam disana, jalan jalan-jalan nanti kepleset." Eeeehhh dia malah jalan, dan bener aja kepleset. Nangis deh jadinya. Waaaah mama yang lagi ngantuk banget dan cape, jadi darah tinggi karena Bodhi nggak nurut. Akhirnya mama cubit telapak kakinya, huhuhu menyesal sih, tapi waktu itu capeeeek banget rasanya. Yah no excuse sebenarnya ya, tapi maaf nak...mama masih mesti belajar banyak menahan sabar di saat capek :( kalo gak capek sih gak masalah. Duh lagi-lagi nyari alasan ya. Nah lanjut ceritanya, sehabis mama marahin itu, Bodhi masih nangis tersedu-sedu dan minta dipeluk. Tapi mama nggak mau peluk. Karena saat itu mama pikir, pokoknya sekarang harus bener-bener tegas. Mama minta Bodhi berdiri di dekat tembok, sambil mama nanya "Bodhi tahu nggak salahnya apa?" Tentu aja Bodhi ngga jawab dan masih nangis, tapi mama yakin Bodhi seharusnya ngerti maksud mama. Sambil mama ngomongin terus kalo "Bodhi itu sudah nggak nurut mama. Mama bukan masalah dengan Bodhi terlambat bilang pipis, tapi mama mempermasalahkan kenapa Bodhi mainan pipisnya dan akhirnya jadi kepleset. Kalau Bodhi sakit, mama juga ikutan sakit karena mama sayang Bodhi." Hmmm kedengeran kata-kata untuk orang dewasa ya, tapi bener mama ngomong seperti itu. Mama ngomong dengan nada yang ditekankan dan bener-bener supaya jelas di dengar. Nggak tahu deh waktu itu mama nggak mikir kalo Bodhi itu masih batita, tapi mama pokoknya pengen masalah ini selesai saat ini juga. Jadi cuma itu bahasa dan pilihan kata-kata yang mama bisa. Selain itu juga kan katanya, jangan menganggap remeh anak, sebenarnya mereka punya logika dan bisa mengerti juga. Jadi yah begitu lah harapan mama waktu itu. Mama salah ya?
Sehabis dinasehatin, dengan masih sesenggukan Bodhi tetep minta dipeluk mama. Karena mama juga sudah selesai mencurahkan uneg-uneg mama dan mama juga sudah cooling down, mama peluk Bodhi, sambil bilang "mama bukan nggak sayang Bodhi, tapi mama tidak suka dengan perbuatan Bodhi". Habis dipeluk, Bodhi minta ditemenin bobok dan akhirnya tidur siang juga jadinya.
Nah habis kejadian itu, sorenya Bodhi telat ngomong lagi, tapi saat itu dia udah nggak berani bergerak, dia bilang "mama....". Trus mama bilang, "oh Bodhi pipis ya??" Sepertinya dia masih inget kejadian dimarahin tadi siang, trus dia jawab..."nggak ada pipis....nggak ada pipis....". Duh jadi merasa berdosa. Karena mama nggak mau dia makin trauma, akhirnya mama bilang "Nggak apa-apa kalau Bodhi pipis, mama nggak marah, tapi lain kali ingat ya bilang kalo mau pipis atau eek". Pas diganti celananya, dia sambil peluk-peluk mama gitu. Mungkin minta maaf ya.
nah mulai besoknya, baru deh dia ngomong sebelum pee atau pup. Walaupun ada kalanya setelah bilang dia udah nggak tahan, tapi mama senang sekali dan menghargai banget usaha Bodhi untuk ngomong. Sekarang udah makin lumayan, walaupun kalo jalan-jalan gitu masih dipakein diapers, soalnya kan kadang perlu jalan agak jauh ke toilet, atau kalo di mobil kan susah juga mau berenti-berenti. Tapi dia selalu ngomong sekedar kasi tahu, jadi mama tahu kalau harus ganti diapers.
Mungkin cara mama salah ya, tapi mudah-mudahan Bodhi ngerti bahwa mama marah bukan karena benci.
Lumayan juga sih usahanya untuk membiasakan dia ngomong kalau mau pee atau pup. Tapi sejauh ini cuma sebatas kasi pengertian terus-menerus, setiap kali dia pipis atau pup di celana, mama dan papa selalu bilang, "lain kali bilang dulu ya kalau mau pipis atau pup....". Ngertinya juga bertahap sih, dari yang diem aja, berlanjut menjadi ngomong tapi setelah pipis atau pup. Kemudian sekarang lumayaaaaan bisa ngomong sebelum pee atau pup.
Tapi, sebenarnya ada satu kejadian yang agak 'keras' sih yang memicu Bodhi mau ngomong dulu sebelum 2p. Ceritanya, suatu siang mama sudah capek dan ngantuk, tapi Bodhi masih aktif banget dan ga mau bobok siang. Mama biarin main sendiri, sambil nyuri-nyuri tidur. Sampai kemudian mama kaget karena Bodhi ngomong, 'mama bodhi pipis..." OK, mama nggak masalah, tapiiii yang jadi masalah kemudian adalah Bodhi mainin pipisnya *hiks*, dikosek-kosek pake kakinya. Trus marahlah mama, mama bilang "Bodhi jangan mainin pipis ya!!! Diam disana, jalan jalan-jalan nanti kepleset." Eeeehhh dia malah jalan, dan bener aja kepleset. Nangis deh jadinya. Waaaah mama yang lagi ngantuk banget dan cape, jadi darah tinggi karena Bodhi nggak nurut. Akhirnya mama cubit telapak kakinya, huhuhu menyesal sih, tapi waktu itu capeeeek banget rasanya. Yah no excuse sebenarnya ya, tapi maaf nak...mama masih mesti belajar banyak menahan sabar di saat capek :( kalo gak capek sih gak masalah. Duh lagi-lagi nyari alasan ya. Nah lanjut ceritanya, sehabis mama marahin itu, Bodhi masih nangis tersedu-sedu dan minta dipeluk. Tapi mama nggak mau peluk. Karena saat itu mama pikir, pokoknya sekarang harus bener-bener tegas. Mama minta Bodhi berdiri di dekat tembok, sambil mama nanya "Bodhi tahu nggak salahnya apa?" Tentu aja Bodhi ngga jawab dan masih nangis, tapi mama yakin Bodhi seharusnya ngerti maksud mama. Sambil mama ngomongin terus kalo "Bodhi itu sudah nggak nurut mama. Mama bukan masalah dengan Bodhi terlambat bilang pipis, tapi mama mempermasalahkan kenapa Bodhi mainan pipisnya dan akhirnya jadi kepleset. Kalau Bodhi sakit, mama juga ikutan sakit karena mama sayang Bodhi." Hmmm kedengeran kata-kata untuk orang dewasa ya, tapi bener mama ngomong seperti itu. Mama ngomong dengan nada yang ditekankan dan bener-bener supaya jelas di dengar. Nggak tahu deh waktu itu mama nggak mikir kalo Bodhi itu masih batita, tapi mama pokoknya pengen masalah ini selesai saat ini juga. Jadi cuma itu bahasa dan pilihan kata-kata yang mama bisa. Selain itu juga kan katanya, jangan menganggap remeh anak, sebenarnya mereka punya logika dan bisa mengerti juga. Jadi yah begitu lah harapan mama waktu itu. Mama salah ya?
Sehabis dinasehatin, dengan masih sesenggukan Bodhi tetep minta dipeluk mama. Karena mama juga sudah selesai mencurahkan uneg-uneg mama dan mama juga sudah cooling down, mama peluk Bodhi, sambil bilang "mama bukan nggak sayang Bodhi, tapi mama tidak suka dengan perbuatan Bodhi". Habis dipeluk, Bodhi minta ditemenin bobok dan akhirnya tidur siang juga jadinya.
Nah habis kejadian itu, sorenya Bodhi telat ngomong lagi, tapi saat itu dia udah nggak berani bergerak, dia bilang "mama....". Trus mama bilang, "oh Bodhi pipis ya??" Sepertinya dia masih inget kejadian dimarahin tadi siang, trus dia jawab..."nggak ada pipis....nggak ada pipis....". Duh jadi merasa berdosa. Karena mama nggak mau dia makin trauma, akhirnya mama bilang "Nggak apa-apa kalau Bodhi pipis, mama nggak marah, tapi lain kali ingat ya bilang kalo mau pipis atau eek". Pas diganti celananya, dia sambil peluk-peluk mama gitu. Mungkin minta maaf ya.
nah mulai besoknya, baru deh dia ngomong sebelum pee atau pup. Walaupun ada kalanya setelah bilang dia udah nggak tahan, tapi mama senang sekali dan menghargai banget usaha Bodhi untuk ngomong. Sekarang udah makin lumayan, walaupun kalo jalan-jalan gitu masih dipakein diapers, soalnya kan kadang perlu jalan agak jauh ke toilet, atau kalo di mobil kan susah juga mau berenti-berenti. Tapi dia selalu ngomong sekedar kasi tahu, jadi mama tahu kalau harus ganti diapers.
Mungkin cara mama salah ya, tapi mudah-mudahan Bodhi ngerti bahwa mama marah bukan karena benci.
Sunday, November 15, 2009
Weaning With Love Ternyata Bukan Sekedar Teori
Saat yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Proses yang sebelumnya pesimis bisa saya jalani, akhirnya datang di depan mata. Begitu memasuki bulan November, saya membatin "hmmm saatnya sudah tiba. Semoga saya sanggup, semoga Bodhi sanggup". Iya, bulan November bisa dianggap Bodhi memasuki usia 2 tahun. Masa menyusuinya sudah bisa diakhiri. Dan seperti yang selalu saya niatkan dan tekadkan dalam hati, proses mengakhirinya harus dengan damai, tanpa huru hara, tanpa perasaan yang terluka. Karena biar bagaimanapun saya harus bertanggung jawab, saya yang "memaksa" Bodhi untuk hanya menyusu ASI, saya yang membuat dia tergantung, maka saya harus bertanggung jawab mengakhirinya dengan indah. Terdengar terlalu mengawang-awang? mengingat begitu banyak cerita tentang menyapih yang diwarnai jerit tangis si anak, yang sampai 'mengganggu' ketenangan rumah dan waktu istirahat orang rumah bahkan mungkin tetangga. Jujur saja, dulunya saya pesimis. Apalagi melihat ketergantungan Bodhi, juga kalau mendengar komentar sekeliling seperti "wah ini bakalan sulit nih kalo disapih".
Tapi kembali saya mengingatkan diri sendiri, saya menyayangi Bodhi dan ini demi kebaikan dia di masa depan (saya tidak mau dia merasa tiba-tiba dirampas haknya, yang saya yakin ini akan menyakiti hatinya dan berdampak di masa depan, kita tidak pernah tahu bagaimana efeknya jadi sebisa mungkin saya hindari hal yang menurut saya bisa berakibat tidak baik). Akhirnya mulailah saya mengingatkan Bodhi setiap kali menyusuinya atau dia minta nenen, "Bodhi sudah 2 tahun lho....sudah TIDAK BOLEH nenen lagi". Reaksinya??? Kalo nggak cuma cengar cengir kadang nangis merengek. Semakin mendekati tgl 17 November, saya justru merasa makin pesimis. Bisa nggak yaaaaa. Saya perhatikan, kok setiap kali saya bilang tidak boleh nenen dia malah makin sakaw. Jadi bingung, gimana doooong.....
Akhirnya tgl 10 saya niatkan untuk hanya menyusui dengan yang kiri (juga karena ada hal lain yang belum bisa saya ceritakan saat ini), dengan harapan yang kanan semakin berkurang produksinya jadi mau nggak mau Bodhi tidak menyusu lagi dari yang kanan. Selain itu juga saya mikir, sakitnya bisa dicicil hehehe. Kalo bengkak dan sakit dua-duanya, ampun deh. Tgl 11 nov siang, untuk tidur siang dia masih perlu menyusu, tapi saya tetap ingatkan ini yang terakhir ya, nanti ngga nenen lagi. Sampai tanggal 11 malam, masih sukses mengalihkan perhatian dia setiap kali minta nenen. Dengan ngajak main, ngajak ngobrol, nonton acara kesukaan dia, menggambar, pokoknya apa aja deh yang penting dia lupa. Nah menjelang tidur malam, pertahanan saya jebol, dia ngga mau tidur dan bilang "mama bobok nenen..." begitu terus.... dan saya akhirnya nggak tega, dikasi lagi deh. Tapi masih bilang "nanti nggak nenen lagi ya..." dan dalam hati juga ngomong "semoga mama bisa kuat dan konsisten". Akhirnya dia tertidur, dan saya kemudian berdoa di altar mohon dukungan para Buddha dan Bodhisatva semoga dilancarkan prosesnya jika memang sudah saatnya. Tengah malam dia masih terbangun minta nenen, dikasi minum air ngga mau, dan nangis terisak-isak. Dia manggil-manggil "mama.....nenen. Maaaa....nenen Bodhi...". Trus waktu saya usap-usap punggungnya dan bilang "ngga nenen lagi ya Bodhi..." dia makin terisak-isak dengan air mata meleleh. Trus bilang "mama....nangis Bodhi, nenen...." Whoaaaa jebol pertahanan saya, ikut nangis deh huhuhuhuhu. Akhirnya???? Kasi lagi deeehhhh
Tapi cuma sebentar karena dia langsung tertidur.
Keesokan harinya, saya betul-betul bertekad untuk kuat dan konsisten dengan ucapan saya. Saya memohon di Padmasana di rumah, juga minta dukungan 'saudara' Bodhi, yaitu di tempat ari-ari nya ditanam, saya bilang tolong dibantu jika ini memang saat yang tepat. Nah mulai lagi perjuangan hari itu untuk mengalihkan perhatian Bodhi setiap kali ingat nenen. Dikasi mantau, dikasi UHT, tetep juga diajak main. Dan setelah 2 hari tidak disusui, yang kanan mulai keras dan terasa sakit. Dan entah kenapa, tiba-tiba saja saya terpikir untuk memberi tahu Bodhi. "Bodhi nenen mama keras dan sakiiit sekali, coba Bodhi sentuh." Trus disentuh deh oleh dia, lalu dia memalingkan muka dan bengong. Nggak lama kemudian dia inget nenen lagi, saya bilang nenennya keras dan sakit sayang.... Disentuh oleh dia, trus.....dia bilang "tutup mama". What??? saya sampe bengong?? nggak salah denger nih??? Jadi deh setiap kali dia inget nenen, saya pake jurus ini. Dan ajaib, dia jadi melengos. Kadang dia bilang,nenen atit.... Aduh nak, penuh pengertiannya dirimu.... terharu....
Kalau boleh memberi sekedar tips: karena ibu yang paling paham anaknya, maka ibu tahu bagaimana cara pendekatan terbaik dalam memberi pengertian, dan secara naluriah ibu tahu apa yang harus dilakukan dan diucapkan. Yang penting tenang, tidak panik dan yakin.
Sampai malam, Bodhi sukses nggak nenen. Tidurpun, dia tidur sendiri, cuma minta diusap-usap punggungnya dan dipijit jari-jari kakinya. Malamnya bangun, dikasi minum air putih, langsung tidur lagi. Sampai besok paginya, cuma sekali itu terbangun. Dan bangun paginya pun, yang biasanya manggil-manggil mama dan minta nenen juga mengalami perubahan, bangun sendiri, turun dari tempat tidur dan buka pintu kamar tidur, trus memanggil saya yang sudah ada di ruang bawah. DIa bilang "Mama Bodhi (bangun) bobok...." dan senyum-senyum...!!!! Aduh nak, kok jadi "mendadak gede" begini dirimu?
Begitu seterusnya, jadi resmi sejak tanggal 12 Nov, Bodhi lepas ASI, di usia 2 tahun kurang 5 hari. Nggak apa-apa kan ya? Masih bisa dapet sertifikasi S2 ASI kan? hehehe kalo nggak bisa pun ngga apa-apalah, pokoknya mama tahu ini saat yang tepat. Dan terbukti Bodhi sudah bisa mengerti. Mungkin kalau saya harus menyapih Bodhi jauh di bawah usia 2 tahun, saya akan lebih mellow dan Bodhi juga belum tentu secepat ini melepaskan ketergantungannya dari ASI. Sujud syukur untuk semua ini, yang terasa sangat indah dan tak terbayangkan bisa dilalui semulus ini.
Oh ya mungkin banyak yang berpikir kenapa sih saya mau repot-repot seperti ini menyusui sampai 2 tahun, trus saat menyapihnya juga akan lebih menantang karena si anak sudah 'tahu enaknya ASI'. Kalau soal menyusu sampai 2 tahun, sudah banyak yang paham lah ya alasannya kenapa harus sampai 2 tahun. kalau soal menyapih dengan tidak menggunakan cara-cara konvensional, seperti misalnya 'dicolekin yang pait-pait', 'dipisahkan ibu dan anaknya beberapa hari'. Untuk itu saya punya alasan sendiri, yang mungkin memang bukan pendapat ahli psikologi tapi saya hanya mengikuti naluri saya sebagai ibu. Saya tidak mau menambahkan cita rasa aneh di PD saya karena bagi saya itu sebuah kekerasan manipulatif, tidak jujur pada anak. Saya juga tidak mau dipisahkan dari anak saya saat proses menyapih, karena betapa kejamnya saya dan sama saja saya seperti bandar narkoba. Saya yang membuat dia ketergantungan, tapi saat dia sakaw saya menjauhinya. Justru saya ingin, saat dia sakaw saya dapat memeluknya, mengusap kepalanya, memberikan pengertian padanya, bahwa tidak menyusuinya lagi tidak mengurangi cinta dan sayang saya padanya. Dan itu memang saya alami, di tanggal 12 malam, saat dia terbangun dan ingat nenen, saya beri air putih dan bilang Bodhi bobok tanpa nenen ya....., dia memeluk saya, dan tertidur.... so sweet.... Dan kembali saya menangis, tapi kali ini menangis karena bangga pada jagoan kecil saya ini, yang tidak banyak ulah dan tingkah, dan menunjukkan pengertiannya di usianya yang baru 2 tahun!!!
Terdengar 'too good to be true"?? Hmmm untuk yang punya niat untuk menyapih dengan damai, percayalah tidak ada yang tidak mungkin selama niat, tekad dan usaha itu ada.
Cara orang tua melimpahkan kasih sayangnya kepada anak tidak bisa dibanding-bandingkan, karena saya percaya semua orang tua mencintai anaknya. Dan ini salah satu cara saya mencintainya.
Tapi kembali saya mengingatkan diri sendiri, saya menyayangi Bodhi dan ini demi kebaikan dia di masa depan (saya tidak mau dia merasa tiba-tiba dirampas haknya, yang saya yakin ini akan menyakiti hatinya dan berdampak di masa depan, kita tidak pernah tahu bagaimana efeknya jadi sebisa mungkin saya hindari hal yang menurut saya bisa berakibat tidak baik). Akhirnya mulailah saya mengingatkan Bodhi setiap kali menyusuinya atau dia minta nenen, "Bodhi sudah 2 tahun lho....sudah TIDAK BOLEH nenen lagi". Reaksinya??? Kalo nggak cuma cengar cengir kadang nangis merengek. Semakin mendekati tgl 17 November, saya justru merasa makin pesimis. Bisa nggak yaaaaa. Saya perhatikan, kok setiap kali saya bilang tidak boleh nenen dia malah makin sakaw. Jadi bingung, gimana doooong.....
Akhirnya tgl 10 saya niatkan untuk hanya menyusui dengan yang kiri (juga karena ada hal lain yang belum bisa saya ceritakan saat ini), dengan harapan yang kanan semakin berkurang produksinya jadi mau nggak mau Bodhi tidak menyusu lagi dari yang kanan. Selain itu juga saya mikir, sakitnya bisa dicicil hehehe. Kalo bengkak dan sakit dua-duanya, ampun deh. Tgl 11 nov siang, untuk tidur siang dia masih perlu menyusu, tapi saya tetap ingatkan ini yang terakhir ya, nanti ngga nenen lagi. Sampai tanggal 11 malam, masih sukses mengalihkan perhatian dia setiap kali minta nenen. Dengan ngajak main, ngajak ngobrol, nonton acara kesukaan dia, menggambar, pokoknya apa aja deh yang penting dia lupa. Nah menjelang tidur malam, pertahanan saya jebol, dia ngga mau tidur dan bilang "mama bobok nenen..." begitu terus.... dan saya akhirnya nggak tega, dikasi lagi deh. Tapi masih bilang "nanti nggak nenen lagi ya..." dan dalam hati juga ngomong "semoga mama bisa kuat dan konsisten". Akhirnya dia tertidur, dan saya kemudian berdoa di altar mohon dukungan para Buddha dan Bodhisatva semoga dilancarkan prosesnya jika memang sudah saatnya. Tengah malam dia masih terbangun minta nenen, dikasi minum air ngga mau, dan nangis terisak-isak. Dia manggil-manggil "mama.....nenen. Maaaa....nenen Bodhi...". Trus waktu saya usap-usap punggungnya dan bilang "ngga nenen lagi ya Bodhi..." dia makin terisak-isak dengan air mata meleleh. Trus bilang "mama....nangis Bodhi, nenen...." Whoaaaa jebol pertahanan saya, ikut nangis deh huhuhuhuhu. Akhirnya???? Kasi lagi deeehhhh
Tapi cuma sebentar karena dia langsung tertidur.
Keesokan harinya, saya betul-betul bertekad untuk kuat dan konsisten dengan ucapan saya. Saya memohon di Padmasana di rumah, juga minta dukungan 'saudara' Bodhi, yaitu di tempat ari-ari nya ditanam, saya bilang tolong dibantu jika ini memang saat yang tepat. Nah mulai lagi perjuangan hari itu untuk mengalihkan perhatian Bodhi setiap kali ingat nenen. Dikasi mantau, dikasi UHT, tetep juga diajak main. Dan setelah 2 hari tidak disusui, yang kanan mulai keras dan terasa sakit. Dan entah kenapa, tiba-tiba saja saya terpikir untuk memberi tahu Bodhi. "Bodhi nenen mama keras dan sakiiit sekali, coba Bodhi sentuh." Trus disentuh deh oleh dia, lalu dia memalingkan muka dan bengong. Nggak lama kemudian dia inget nenen lagi, saya bilang nenennya keras dan sakit sayang.... Disentuh oleh dia, trus.....dia bilang "tutup mama". What??? saya sampe bengong?? nggak salah denger nih??? Jadi deh setiap kali dia inget nenen, saya pake jurus ini. Dan ajaib, dia jadi melengos. Kadang dia bilang,nenen atit.... Aduh nak, penuh pengertiannya dirimu.... terharu....
Kalau boleh memberi sekedar tips: karena ibu yang paling paham anaknya, maka ibu tahu bagaimana cara pendekatan terbaik dalam memberi pengertian, dan secara naluriah ibu tahu apa yang harus dilakukan dan diucapkan. Yang penting tenang, tidak panik dan yakin.
Sampai malam, Bodhi sukses nggak nenen. Tidurpun, dia tidur sendiri, cuma minta diusap-usap punggungnya dan dipijit jari-jari kakinya. Malamnya bangun, dikasi minum air putih, langsung tidur lagi. Sampai besok paginya, cuma sekali itu terbangun. Dan bangun paginya pun, yang biasanya manggil-manggil mama dan minta nenen juga mengalami perubahan, bangun sendiri, turun dari tempat tidur dan buka pintu kamar tidur, trus memanggil saya yang sudah ada di ruang bawah. DIa bilang "Mama Bodhi (bangun) bobok...." dan senyum-senyum...!!!! Aduh nak, kok jadi "mendadak gede" begini dirimu?
Begitu seterusnya, jadi resmi sejak tanggal 12 Nov, Bodhi lepas ASI, di usia 2 tahun kurang 5 hari. Nggak apa-apa kan ya? Masih bisa dapet sertifikasi S2 ASI kan? hehehe kalo nggak bisa pun ngga apa-apalah, pokoknya mama tahu ini saat yang tepat. Dan terbukti Bodhi sudah bisa mengerti. Mungkin kalau saya harus menyapih Bodhi jauh di bawah usia 2 tahun, saya akan lebih mellow dan Bodhi juga belum tentu secepat ini melepaskan ketergantungannya dari ASI. Sujud syukur untuk semua ini, yang terasa sangat indah dan tak terbayangkan bisa dilalui semulus ini.
Oh ya mungkin banyak yang berpikir kenapa sih saya mau repot-repot seperti ini menyusui sampai 2 tahun, trus saat menyapihnya juga akan lebih menantang karena si anak sudah 'tahu enaknya ASI'. Kalau soal menyusu sampai 2 tahun, sudah banyak yang paham lah ya alasannya kenapa harus sampai 2 tahun. kalau soal menyapih dengan tidak menggunakan cara-cara konvensional, seperti misalnya 'dicolekin yang pait-pait', 'dipisahkan ibu dan anaknya beberapa hari'. Untuk itu saya punya alasan sendiri, yang mungkin memang bukan pendapat ahli psikologi tapi saya hanya mengikuti naluri saya sebagai ibu. Saya tidak mau menambahkan cita rasa aneh di PD saya karena bagi saya itu sebuah kekerasan manipulatif, tidak jujur pada anak. Saya juga tidak mau dipisahkan dari anak saya saat proses menyapih, karena betapa kejamnya saya dan sama saja saya seperti bandar narkoba. Saya yang membuat dia ketergantungan, tapi saat dia sakaw saya menjauhinya. Justru saya ingin, saat dia sakaw saya dapat memeluknya, mengusap kepalanya, memberikan pengertian padanya, bahwa tidak menyusuinya lagi tidak mengurangi cinta dan sayang saya padanya. Dan itu memang saya alami, di tanggal 12 malam, saat dia terbangun dan ingat nenen, saya beri air putih dan bilang Bodhi bobok tanpa nenen ya....., dia memeluk saya, dan tertidur.... so sweet.... Dan kembali saya menangis, tapi kali ini menangis karena bangga pada jagoan kecil saya ini, yang tidak banyak ulah dan tingkah, dan menunjukkan pengertiannya di usianya yang baru 2 tahun!!!
Terdengar 'too good to be true"?? Hmmm untuk yang punya niat untuk menyapih dengan damai, percayalah tidak ada yang tidak mungkin selama niat, tekad dan usaha itu ada.
Cara orang tua melimpahkan kasih sayangnya kepada anak tidak bisa dibanding-bandingkan, karena saya percaya semua orang tua mencintai anaknya. Dan ini salah satu cara saya mencintainya.
Tuesday, September 15, 2009
Choo Choo Train dan Jagung


Heeee judul yang nggak nyambung.
Cu cu tein itu sebutan Bodhi kalo ngeliat gambar kereta api. Dan ternyata dia berkreasi sendiri menciptakan cu cu tein nya sendiri. Berkolaborasi dengan si Miki. Awalnya mama nggak ngerti dia ngapain, sampe akhirnya dia dengan girangnya manggil mama, "mama....mama....cu cu tein...". Oalah main kereta api kereta apian toh maksudnya....hehehehe
Trus kalo si jagung, bikin mama nyadar kalo anak mama udah bisa request pengen makan apa hihihi dan inget nagih janji. Gara-gara liat The wise hen di donald duck jadul, yang bertanam jagung, trus panen jagung, trus masak si jagung jadi bermacam-macam makanan. Bodhi ternyata ngiler, trus bilang: "mama....agung... maem". Trus mama tanya,"Bodhi mau jagung??" Dijawab,"mau...mau...mau....". Lalu tibalah saat makan siang, Bodhi narik high chairnya yang sedang diangin-anginkan deket kamar mandi sehabis dicuci, didorong ke posisi sebelah meja makan, trus nagih "mama jagung....". Waduh untung memang hari itu ada ngukus jagung, jadi deh makan siang ditemenin jagung dan habis satu bonggol kecil itu. Dan makannya juga kudu gaya si wise hen, seperti megang harmonika gitu. Dan gara-gara ada request jagung, mama jadi ada ide bikin menu makan dari jagung buat Bodhi.
Bahannya begini:
- 1 buah jagung manis, ambil bijinya (bonggolnya gak usah hehehe)
- 1 siung bawang putih
- 1 sdm irisan bawang prei
- 1 bh telur ayam kampung
- susu UHT secukupnya
- garam, merica secukupnya
- wortel secukupnya yang dipotong dadu kecil-kecil
- 2 bh buncis yang diiris tipis-tipis
- oat (pengganti terigu)
Caranya:
campur semua bahan, masukkan dalam wadah tahan panas, kukus sampe mateng. Udah jadi deh. Gampang kan???
Sayang foto makanannya ga ada, udah keburu dimakan yang punya makanan. Eh ya buat kita yang gede juga enak, ditambahin sambel botolan (tapi katanya gak bagus yak sering2 makan sambel botolan gitu, tapi sekali-sekali gapapalah hihihi).
*kenapa ya lensa kameranya bureeeeem
Monday, August 17, 2009
Dua Cerita
Males misah-misahin, jadiin satu aja deh ceritanya. Yang satu cerita yang bikin puyeng dan bingung, satu lagi cerita nyenengin, tapi yang jelas dua-duanya cerita tentang Bodhi dan perasaan mamanya hehehehe.
Cerita puyeng dulu ya. Mama belakangan jadi puyeng karena Bodhi kok sepertinya makin lengket sama mama. Dulu masih gampang nitip Bodhi di kantor papa, karena Bodhi juga mau main sama-sama anak-anak kantor, khususnya sama si mba Dewi. Tapi sekarang??? Baru diajak ke kantor aja, langsung kakinya dikaitkan kuat-kuat supaya nggak bisa diturunin dari gendongan. Atau kalau ke kantornya jalan kaki sendiri, dia bakalan mogok di pintu gak mau masuk. Uuuuhh. Nah puncaknya pas ke Palembang kemarin itu. Kalau dulu-dulu ke Palembang sama artinya liburan buat mama. Karena disana banyaaaaak yang bersedia jagain Bodhi dan Bodhi juga mau main ama siapa aja. Jadi mama bisa nyante gitu deh. Tapi sekarang, milih-milih. Dan banyak nggak maunya. Dia cuma mau sama yang pendekatan awalnya 'berkenan' di hati hehehe. Karena Bodhi anaknya tipe nggak suka dipaksa, nggak suka omongan keras. Hehehe tau sendiri kan logat orang Palembang, sedikit keras dan menggelegar. Jadi sepertinya dia gak suka. Dan kalaupun ada yang dia suka, sebentar-sebentar keinget mama. Sampe dijulukin anak cengeng. Huhuhu sedih lho mama anaknya dikasi cap begitu. Sampe sempet senewen dikomentarin cengeng melulu. Sampe dibilangin juga kalau mama kurang bawa anak bergaul, papa terlalu protektif sama anak, dan juga dibilangnya karena udah gede masih nenen jadi ketergantungannya tinggi sama mamanya. Yaaah kalo soal nenen ini sih memang maunya sampe 2 tahun juga masih nenen, walaupun dari sekarang sudah nyoba kasi penjelasan ke Bodhi supaya dia siap-siap, kalo masa uji berlaku nenen tinggal sebentar lagi hehehehe. Jujur nih saya binguuuuung soal 'cengeng-cengengan' ini. Sampe pernah saking cape nya dikomentarin terus, mama jadi ngebentak Bodhi pas dia nangis nggak mau dititipin bentar aja padahal mama ada kerjaan yang harus cepet diberesin karena udah ditungguin orang. Duuuh maafin mama ya nak, penyesalan selalu datang terlambat :( Jadi ibu-ibu yang mungkin pernah mengalami hal seperti ini, share solusinya ya. Sampe pernah juga nih saya mikir, mungkin kalo ibu yang kerja di luar rumah akan punya kesabaran yang lebih panjang nggak akan sampe ngebentak anaknya, karena nggak sepanjang waktu sama anak kan, jadi mana tega ngebentak anak. Tapiiii kalo saya disuruh kerja di luar rumah lagi, saya tetep gak mau juga dan menurut saya itu bukan solusi untuk saya pribadi. Jadi kesimpulannya, apakah anak saya cengeng???? Atau memang saya aja yang gak sabaran?
Nah kalau cerita nyenenginnya, Bodhi udah mulai ngerti alur cerita. Misalnya saat dia nonton Mickey dan ngeliat Minnie dan rumah clubhouse diterbangin angin akibat Piet salah ngucapin magic word, maka expresi Bodhi adalah cemas!!! hehehe sambil taruh dua tangannya di bawah dagu dan teriak minie...minie...ow ow... dan mukanya cemas gitu. Trus begitu professor von drake dateng, dia bakal berekspresi senang sambil bilang "pofesor... pofesor..." sambil nunjuk-nunjuk. Karena dia udah tahu kalau professor dateng maka sebentar lagi minnie dan rumah clubhouse akan ketemu. Dan satu lagi yang baru ketahuan tadi, pas ada lebah di dekat mickey, eh dia berekspresi takut gitu seperti mau ngasi tahu mickey "hati...hati...ada lebah!!!" tapi sayang dia gak bisa ngomongnya, jadi cuma "haaaaah haaaaah" sambil nunjuk-nunjuk dengan muka ketakutan. Mama sampe kaget karena pikir dia kenapa-kenapa, ternyata cuma ada lebah di tv. Dan Bodhi memang punya story dengan lebah, pernah disengat hehehehe.
Cerita puyeng dulu ya. Mama belakangan jadi puyeng karena Bodhi kok sepertinya makin lengket sama mama. Dulu masih gampang nitip Bodhi di kantor papa, karena Bodhi juga mau main sama-sama anak-anak kantor, khususnya sama si mba Dewi. Tapi sekarang??? Baru diajak ke kantor aja, langsung kakinya dikaitkan kuat-kuat supaya nggak bisa diturunin dari gendongan. Atau kalau ke kantornya jalan kaki sendiri, dia bakalan mogok di pintu gak mau masuk. Uuuuhh. Nah puncaknya pas ke Palembang kemarin itu. Kalau dulu-dulu ke Palembang sama artinya liburan buat mama. Karena disana banyaaaaak yang bersedia jagain Bodhi dan Bodhi juga mau main ama siapa aja. Jadi mama bisa nyante gitu deh. Tapi sekarang, milih-milih. Dan banyak nggak maunya. Dia cuma mau sama yang pendekatan awalnya 'berkenan' di hati hehehe. Karena Bodhi anaknya tipe nggak suka dipaksa, nggak suka omongan keras. Hehehe tau sendiri kan logat orang Palembang, sedikit keras dan menggelegar. Jadi sepertinya dia gak suka. Dan kalaupun ada yang dia suka, sebentar-sebentar keinget mama. Sampe dijulukin anak cengeng. Huhuhu sedih lho mama anaknya dikasi cap begitu. Sampe sempet senewen dikomentarin cengeng melulu. Sampe dibilangin juga kalau mama kurang bawa anak bergaul, papa terlalu protektif sama anak, dan juga dibilangnya karena udah gede masih nenen jadi ketergantungannya tinggi sama mamanya. Yaaah kalo soal nenen ini sih memang maunya sampe 2 tahun juga masih nenen, walaupun dari sekarang sudah nyoba kasi penjelasan ke Bodhi supaya dia siap-siap, kalo masa uji berlaku nenen tinggal sebentar lagi hehehehe. Jujur nih saya binguuuuung soal 'cengeng-cengengan' ini. Sampe pernah saking cape nya dikomentarin terus, mama jadi ngebentak Bodhi pas dia nangis nggak mau dititipin bentar aja padahal mama ada kerjaan yang harus cepet diberesin karena udah ditungguin orang. Duuuh maafin mama ya nak, penyesalan selalu datang terlambat :( Jadi ibu-ibu yang mungkin pernah mengalami hal seperti ini, share solusinya ya. Sampe pernah juga nih saya mikir, mungkin kalo ibu yang kerja di luar rumah akan punya kesabaran yang lebih panjang nggak akan sampe ngebentak anaknya, karena nggak sepanjang waktu sama anak kan, jadi mana tega ngebentak anak. Tapiiii kalo saya disuruh kerja di luar rumah lagi, saya tetep gak mau juga dan menurut saya itu bukan solusi untuk saya pribadi. Jadi kesimpulannya, apakah anak saya cengeng???? Atau memang saya aja yang gak sabaran?
Nah kalau cerita nyenenginnya, Bodhi udah mulai ngerti alur cerita. Misalnya saat dia nonton Mickey dan ngeliat Minnie dan rumah clubhouse diterbangin angin akibat Piet salah ngucapin magic word, maka expresi Bodhi adalah cemas!!! hehehe sambil taruh dua tangannya di bawah dagu dan teriak minie...minie...ow ow... dan mukanya cemas gitu. Trus begitu professor von drake dateng, dia bakal berekspresi senang sambil bilang "pofesor... pofesor..." sambil nunjuk-nunjuk. Karena dia udah tahu kalau professor dateng maka sebentar lagi minnie dan rumah clubhouse akan ketemu. Dan satu lagi yang baru ketahuan tadi, pas ada lebah di dekat mickey, eh dia berekspresi takut gitu seperti mau ngasi tahu mickey "hati...hati...ada lebah!!!" tapi sayang dia gak bisa ngomongnya, jadi cuma "haaaaah haaaaah" sambil nunjuk-nunjuk dengan muka ketakutan. Mama sampe kaget karena pikir dia kenapa-kenapa, ternyata cuma ada lebah di tv. Dan Bodhi memang punya story dengan lebah, pernah disengat hehehehe.
Wednesday, August 12, 2009
Ketika Bodhi Salah Tingkah
Mama baru ngeh nih kalo Bodhi tuh sering salah tingkah, terutama kalo jadi perhatian orang-orang (ga mau bilang pusata perhatian, kalo pusat kan semua orang merhatiin, tapi yang ini kalo segerombolan atau seseorang khusus merhatiin dia).
Seringnya sih di tempat-tempat rame, biasanya ada aja yang nyapa Bodhi atau senyum ke arah dia. Dan akan terjadilah dialog seperti ini:
seseorang (X) : halo dedek....
Bodhi (B) : baju baju *sambil nunjuk bajunya dan senyum dikulum
Mama (M) : hehehe maksudnya baju mbak/bu/oom
(X) : oooh... iyah bajunya bagus ya?...
(B) : nana...nana...
(X) : oooh kenapa??? *mukanya bingung
(M) : celana maksudnya *senyum juga
(B) : patu...patu...*sambil jongkok megang sepatu
(X) : waaah sepatunya baru yaaah....
akhirnya mereka ngobrol deh atau kalo Bodhi kurang berkenan, orang yang negor bakal ditinggal gitu aja. Hehehe
Gaya yang aneh ya.
Seringnya sih di tempat-tempat rame, biasanya ada aja yang nyapa Bodhi atau senyum ke arah dia. Dan akan terjadilah dialog seperti ini:
seseorang (X) : halo dedek....
Bodhi (B) : baju baju *sambil nunjuk bajunya dan senyum dikulum
Mama (M) : hehehe maksudnya baju mbak/bu/oom
(X) : oooh... iyah bajunya bagus ya?...
(B) : nana...nana...
(X) : oooh kenapa??? *mukanya bingung
(M) : celana maksudnya *senyum juga
(B) : patu...patu...*sambil jongkok megang sepatu
(X) : waaah sepatunya baru yaaah....
akhirnya mereka ngobrol deh atau kalo Bodhi kurang berkenan, orang yang negor bakal ditinggal gitu aja. Hehehe
Gaya yang aneh ya.
Monday, August 10, 2009
Keahlian baru yang bikin panik
Bodhi punya keahlian baru, mengunci diri sendiri!!! gubrakkkk.
Kalau di rumah semua kunci agak keras diputarnya, jadi masih aman. Tapi itu dulu....
Gara-gara di Palembang kemarin dia bisa mutar semua kunci dengan mudah, semakin ahli lah dia sekarang. Dan sempat terkunci di kamar mandi. Ceritanya, pagi-pagi jam 5 dia udah bangun, minta pipis. Trus diajak ke kamar mandi yang ada di luar kamar. Udah buka celana di kamar, jadi dia jalan kaki sendiri ke kamar mandi. Eh sepertinya dia gak tahan, ngucurlah di pintu kamar mandi. Mama ngambil lap, yang cuma 2 langkah dari pintu kamar mandi. Lalu masuklah dia ke kamar mandi sendirian, dan mama yang sedang nunduk ngelap-ngelap lantai nggak ngeh kalo dia masuk ke kamar mandi. Lalu.....CEKLEK!!! HAH mama langsung panik, dia terkunci di kamar mandi. Huaaaa mama langsung panik, gedor-gedor pintu bahkan berusaha dobrak. Bodohnya!!! Nggak mikir kalo di belakang pintu ada Bodhi, kalo kebuka dan kena Bodhi gimanaaaaaa huhuhu
Trus lari ke kamar nyari papa. Papa Bodhi langsung lompat, tapi untuuuung dia tidak sepanik mama. Papa bilang:"Bodhi...buka pintunya ya...papa mau masuk". Eh langsung ceklek dibuka sama si Bodhi. Tau gak????? sambil cengar cengir.... Duuuh anakku, padahal lutut mama sampe lemas mau copot!!! Yah ini pelajaran berharga, dan semakin harus tambah selalu waspada kalo jaga Bodhi, oh oh oh.
Dan ternyata sekarang keahliannya semakin terasah, kunci di rumah yang semula kita pikir lebih sulit dibuka, udah semua bisa dia puter. Dicabut kuncinya, dia udah bisa masukin anak kunci ke lubangnya dengan cepat. Akhirnya, dicabut dan diumpetin. Ya ampuuuuun mama dituntut untuk semakin cerdik, lebih cerdik dari si kancil ini.
Kalau di rumah semua kunci agak keras diputarnya, jadi masih aman. Tapi itu dulu....
Gara-gara di Palembang kemarin dia bisa mutar semua kunci dengan mudah, semakin ahli lah dia sekarang. Dan sempat terkunci di kamar mandi. Ceritanya, pagi-pagi jam 5 dia udah bangun, minta pipis. Trus diajak ke kamar mandi yang ada di luar kamar. Udah buka celana di kamar, jadi dia jalan kaki sendiri ke kamar mandi. Eh sepertinya dia gak tahan, ngucurlah di pintu kamar mandi. Mama ngambil lap, yang cuma 2 langkah dari pintu kamar mandi. Lalu masuklah dia ke kamar mandi sendirian, dan mama yang sedang nunduk ngelap-ngelap lantai nggak ngeh kalo dia masuk ke kamar mandi. Lalu.....CEKLEK!!! HAH mama langsung panik, dia terkunci di kamar mandi. Huaaaa mama langsung panik, gedor-gedor pintu bahkan berusaha dobrak. Bodohnya!!! Nggak mikir kalo di belakang pintu ada Bodhi, kalo kebuka dan kena Bodhi gimanaaaaaa huhuhu
Trus lari ke kamar nyari papa. Papa Bodhi langsung lompat, tapi untuuuung dia tidak sepanik mama. Papa bilang:"Bodhi...buka pintunya ya...papa mau masuk". Eh langsung ceklek dibuka sama si Bodhi. Tau gak????? sambil cengar cengir.... Duuuh anakku, padahal lutut mama sampe lemas mau copot!!! Yah ini pelajaran berharga, dan semakin harus tambah selalu waspada kalo jaga Bodhi, oh oh oh.
Dan ternyata sekarang keahliannya semakin terasah, kunci di rumah yang semula kita pikir lebih sulit dibuka, udah semua bisa dia puter. Dicabut kuncinya, dia udah bisa masukin anak kunci ke lubangnya dengan cepat. Akhirnya, dicabut dan diumpetin. Ya ampuuuuun mama dituntut untuk semakin cerdik, lebih cerdik dari si kancil ini.
Sunday, August 9, 2009
All about him
Bodhi makin lucu tapi juga makin perlu extra perhatian. Karena makin aktif (perasaan dari dulu sih aktif banget, tapi sepertinya sekarang udah aktif, kreatif pula.) Makin perlu extra perhatian, karena sekarang nggak sekedar perlu ngasi makanan sehat aja tapi makanan mental yang sehat, baik dan benar. Mama takuuuuut banget salah ngasih arahan, karena mama ngga mau menyesatkan Bodhi.
Sekarang Bodhi udah bisa nyanyi lho, tik tik bunyi hujan dan naik-naik ke puncak gunung. Walaupun masih belum ber-nada, tapi dia sudah hapal urut-urutan katanya. Dulu-dulu cuma ngikut buntutnya. Misalnya, bunyi huuuu.... dijawab Bodhi: Jannnnn.
Nah sekarang dia udah bisa dari awal mulai sendiri dan lanjut sampai selesai (dengan catatan lagi gak males, kalo males dia cuma nyanyi setengah lagu hehehe). Oh ya, sekarang pake efek echo segala lho. Misalnya: naik...naik...uncak unung nung nung nung....., ninggi-ninggi kayi yi yi yi :))
Kalo liat gitar mainannya, dia langsung ambil dan jreng...dipetik gitarnya (mangga kaleeee dipetik), trus bilang Upa...Ingak... Kadang juga kalo ada yang nyanyi tak gendong, dia nyaut: mana....
Soal berhitung juga udah bisa, dari satu sampe sebelas hahahaha soalnya habis sembilan langsung se...beyassss bukan sepuluh. Dan ada beberapa angka yang dia hilangkan, lupa!!! hihihi Selain itu dia bisa juga: wan tu tri fo five TEN!!! lompatnya ngga kira-kira, langsung TEN. tapi soal berhitung ini dia belajar dari dvd mickey mouse sih, bukan mama yang ngajarin (mama kecolongan nggak sih kalo begini artinya???)
Tiba-tiba berbahasa Inggris juga, ketahuannya pas lihat gambar bebek dia bilang, mama...bebek.. duck. Heeeeeee? belajar dari si Miki lagi deh ini kaya'nya. Kalau bilang makasi juga dua bahasa, makasyi...teng cu.... Hihihi lucu. Tapi tetep aja masih ada yang dianggap kurang, soalnya pas pulang Palembang kemarin, mama dicomplain, kok nggak ngajarin bahasa Mandarin juga, yeeee mamanya aja gak bisa hahahaha. Itu tanggung jawab papa deh sepertinya.
Kalau anak lain menolak-nolak pake diapers, eh si Bodhi belakangan ini kalo pake celana sehabis mandi maunya pake diapers. Dia bakal nangis-nangis, papes mama papes.... mungkin karena selama ini pake diapers pas keluar rumah aja, jadi dia pengennya dipakein diapers dan itu artinya dia pengen jalan-jalan. Hayaaah kalo yang ini salah asuhan deh kaya'nya, mamanya tukang jalan-jalan hahahaha.
Dan satu cerita lagi, baru hari ini nafsu makannya kembali normal. Setelah sekitar 2 mingguan ngga enak makan. Mungkin karena tumbuh gigi borongan buanyak banget. Dan juga mungkin kecapean jadi tour guide. Ikut nemenin saudara2 yang dari bulan juli kemarin banyak berkunjung ke Bali. Mungkin karena keseringan di mobil dan banyak melihat hal-hal baru jadi gak inget makan. Dan jadi iteman karena saking seringnya di bawah matahari, mau gak mau kalo di mobil duduk di depan, karena di belakangan udah penuh penumpang.
Ya ya ya segitu aja cerita tentang Bodhi, kalo mau diceritain semua rasanya gak habis-habis. Maklum namanya juga tentang anak, emak-emak yang lain begini juga kan???? hehehehehe
Sekarang Bodhi udah bisa nyanyi lho, tik tik bunyi hujan dan naik-naik ke puncak gunung. Walaupun masih belum ber-nada, tapi dia sudah hapal urut-urutan katanya. Dulu-dulu cuma ngikut buntutnya. Misalnya, bunyi huuuu.... dijawab Bodhi: Jannnnn.
Nah sekarang dia udah bisa dari awal mulai sendiri dan lanjut sampai selesai (dengan catatan lagi gak males, kalo males dia cuma nyanyi setengah lagu hehehe). Oh ya, sekarang pake efek echo segala lho. Misalnya: naik...naik...uncak unung nung nung nung....., ninggi-ninggi kayi yi yi yi :))
Kalo liat gitar mainannya, dia langsung ambil dan jreng...dipetik gitarnya (mangga kaleeee dipetik), trus bilang Upa...Ingak... Kadang juga kalo ada yang nyanyi tak gendong, dia nyaut: mana....
Soal berhitung juga udah bisa, dari satu sampe sebelas hahahaha soalnya habis sembilan langsung se...beyassss bukan sepuluh. Dan ada beberapa angka yang dia hilangkan, lupa!!! hihihi Selain itu dia bisa juga: wan tu tri fo five TEN!!! lompatnya ngga kira-kira, langsung TEN. tapi soal berhitung ini dia belajar dari dvd mickey mouse sih, bukan mama yang ngajarin (mama kecolongan nggak sih kalo begini artinya???)
Tiba-tiba berbahasa Inggris juga, ketahuannya pas lihat gambar bebek dia bilang, mama...bebek.. duck. Heeeeeee? belajar dari si Miki lagi deh ini kaya'nya. Kalau bilang makasi juga dua bahasa, makasyi...teng cu.... Hihihi lucu. Tapi tetep aja masih ada yang dianggap kurang, soalnya pas pulang Palembang kemarin, mama dicomplain, kok nggak ngajarin bahasa Mandarin juga, yeeee mamanya aja gak bisa hahahaha. Itu tanggung jawab papa deh sepertinya.
Kalau anak lain menolak-nolak pake diapers, eh si Bodhi belakangan ini kalo pake celana sehabis mandi maunya pake diapers. Dia bakal nangis-nangis, papes mama papes.... mungkin karena selama ini pake diapers pas keluar rumah aja, jadi dia pengennya dipakein diapers dan itu artinya dia pengen jalan-jalan. Hayaaah kalo yang ini salah asuhan deh kaya'nya, mamanya tukang jalan-jalan hahahaha.
Dan satu cerita lagi, baru hari ini nafsu makannya kembali normal. Setelah sekitar 2 mingguan ngga enak makan. Mungkin karena tumbuh gigi borongan buanyak banget. Dan juga mungkin kecapean jadi tour guide. Ikut nemenin saudara2 yang dari bulan juli kemarin banyak berkunjung ke Bali. Mungkin karena keseringan di mobil dan banyak melihat hal-hal baru jadi gak inget makan. Dan jadi iteman karena saking seringnya di bawah matahari, mau gak mau kalo di mobil duduk di depan, karena di belakangan udah penuh penumpang.
Ya ya ya segitu aja cerita tentang Bodhi, kalo mau diceritain semua rasanya gak habis-habis. Maklum namanya juga tentang anak, emak-emak yang lain begini juga kan???? hehehehehe
Wednesday, June 24, 2009
Disiplin Membuat Anakku Bahagia
Menurut mama, dalam usia 19 bulan Bodhi udah cukup gede untuk mulai diajarkan keteraturan alias disiplin dengan aturan. Walaupun sempet mikir, kasian ya kalo terlalu kecil begini udah diatur-atur. Tapi ngeliat orang lain yang malah udah ngajarin disiplin anaknya dari umur yang lebih kecil, jadi ngerasa terpacu dan semangat juga. Walaupun mama nggak pernah ngerasa terlambat menerapkan disiplin ke Bodhi, whatever people say... mama yang tahu anak mama gimana. Sebenarnya dari kecil sih udah tanpa terasa kita mengajarkan disiplin ke anak ya, walaupun pada awalnya tujuannya lebih ke disiplin pada diri sendiri. Misalnya mandi pagi mesti jam 8 (kecuali bangunnya lebih dari jam itu). Mandi sore paling telat jam 5. Ngeliat sikon cuaca sih kalo yang ini, dll.
Semakin gede semakin banyak yang harus didisiplinkan agar enak di anak dan enak di mama papa juga. Sudah mulai memikirkan apa-apa saja yang sudah bisa dimulai. Walaupun belum selesai bikin list nya. Tapi baru dalam bayangan saja, uummm udah banyaaaak banget ya ternyata hehehe.
Salah satunya yang sedang dilatih sekarang adalah disiplin dalam hal tidur malam. Jam 10 malam walaupun belum ada tanda-tanda mau tidur, pokoknya harus mulai dikondisikan ke suasana menjelang tidur. Dari ganti baju dan celana tidurnya, mematikan tv, mengganti lampu redup, juga mama papa walaupun belum ngantuk mesti ikutan nemenin di tempat tidur. Itu teori mama dan papa sih. Kemarin-kemarin sih sebenarnya Bodhi udah tahu ritual tidur ini, tapi kondisinya dia sudah mengantuk. Dia akan bilang: mama naik...papa naik... (naik ke tempat tidur maksudnya). nyenyen...Bobok...papuuu (nenen...mau bobok matiin lampu). Bahkan kadang tv dia yang matiin. Tapi berbeda kalau kondisinya dia belum ngantuk. Ngideeeer aja di kamar. Ngambilin benda-benda, bongkar-bongkar laci dan tumpukan mainan atau buku-bukunya. Nah ini yang nggak bisa dibiarkan, karena pernah bablas sampe jam 12an belum tidur. Mungkin juga jam ngantuknya jadi lewat kan, sampe akhirnya nggak bisa tidur.
Baru 2 hari sih jalan program tidur-mesti-jam-10 ini. Dua hari masih lancar. Walaupun pas tv dimatiin, lampu diredupin, dan dia diajak bobok, pake acara nangis. Dijelasin kalo semuanya udah bobok. Mickey kalo malam juga bobok. Dibo kalo malam juga bobok. Nangis sebentar aja, trus nenen dan mulai terkantuk-kantuk. Tapi cuma beberapa menit, kebangun lagi minta nonton atau main lagi. Tetep nggak boleh sambil diajak cerita dan diurut-urut kakinya. Sampai terkantuk-kantuk lagi. Dan ada yang lucu, nggak tahu kenapa setiap kali akan tidur dia akan muter 180 derajat trus kepalanya di kaki tempat tidur dan diapun tertidur pulas, diangkat dan dipindahin juga nggak kebangun. Baru dua hari uji coba, dan cukup sukses berhasil tidur jam 10.30. Mudah-mudahan lancar terus, walaupun mama tahu sih nggak akan semudah itu. Tapi dengan tekad dan kerjasama dengan papa nya, kita akan bisa mengatasi.
Nah ada satu lagi yang mau didisiplinkan. Soal nenen malam. Terus terang, belakangan jadi capek karena mesti bangun malam dan menyusui Bodhi. Punggung dan pinggang jadi sakit. Dan kualitas tidur juga berasanya nggak ok, akibatnya besok paginya bangun dengan kurang fresh. Gara-gara itu lah maunya Bodhi juga jangan kebangun malem untuk nyusu, tapi gimana caranya ya?? Udah kebayang usaha extra yang mesti dilakukan. Udah mirip nyapih kali yah. Kemarin ini sih kebetulan atau nggak, setelah tempat tidurnya dipisah dengan mama, Bodhi cuma kebangun sekali pas jam 2 an, dari yang biasanya bisa 3 kali kebangun. Masih minta nyusu tapi sebentar aja trus tidur. Alasan kenapa dipisah (selama ini Bodhi masih bobok satu tempat tidur dengan mama papa), karena logika mama aja sih heheh. Mama pikir Bodhi mengendus aroma susu. Jadi pas ngulet-ngulet gitu, dia jadi kebangun dan mesti nenen. Nah kalau dipisah, mana tahu bisa berubah. Kemarin setiap kali dia ngulet mama ikut kebangun, dan ngintipin dia. Ternyata tertidur lagi. Kebetulan??? mudah-mudahan sih nggak hehehe -ngarep-.
Nggak tahu deh malem ini. Sebelum tidur sih udah dipesenin, kalo boboknya kudu yang nyenyak, jangan minta nenen. Mudah-mudahan dia ngerti ya.
Oh ya, kenapa judulnya seperti di atas? Soalnya gara-gara nyari artikel soal disiplin mama nemu tulisan yang intinya bilang bahwa disiplin itu justru membuat anak bahagia. Hmmm padahal sebelumnya kan mama mikir anak bakalan senewan ya, diatur-atur, nggak bebas, wong belum ngantuk kok dipaksa tidur. Tapi ternyata yang dipaparkan disana sangat masuk akal. Dengan disiplin dari kecil maka dikemudian hari dia akan mudah memasuki lingkungan di luar rumahnya, misalnya di sekolah. Di sekolah kan pasti ada aturan-aturan, kalau dia sudah terbiasa mematuhi aturan, maka bukan hal berat lagi bagi dia untuk beradaptasi dengan aturan di lingkungan yang baru. Selain itu dengan taat aturan dia sudah belajar menghargai orang lain. Misalnya nanti pas di sekolah, dia mesti duduk dengan tenang, nah dengan duduk tenang dia tidak akan menganggu anak yang lain kan? Gurunya pun merasa dihargai saat menjelaskan karena merasa didengarkan. Jadi anak yang nyenengin lah. Kalaupun nanti dia mau protes-protes ke gurunya misalnya, kalau ada hal yang nggak sesuai pemikiran dia, itu urusan lain. Ada waktunya nanti mama papa ajarkan bagaimana kita harus mengeluarkan pendapat kita, jangan dipendam. Tapi diajarin juga gimana cara menyampaikan protes dengan elegan. Terdengar terlalu ideal? Menurut mama ini bukan bermimpi atau berkhayal, tapi sesuatu yang harus dilakukan, karena mama sayang anak mama dan mama ingin yang terbaik untuk dia, bukan hanya saat ini tapi seumur hidupnya.
Jadi mama Bodhi, ayo ayo semangat!!! Jangan putus asa. Jangan menyerah, terutama menyerah pada wajah memelas atau tangisan Bodhi yah hehehe.
Semakin gede semakin banyak yang harus didisiplinkan agar enak di anak dan enak di mama papa juga. Sudah mulai memikirkan apa-apa saja yang sudah bisa dimulai. Walaupun belum selesai bikin list nya. Tapi baru dalam bayangan saja, uummm udah banyaaaak banget ya ternyata hehehe.
Salah satunya yang sedang dilatih sekarang adalah disiplin dalam hal tidur malam. Jam 10 malam walaupun belum ada tanda-tanda mau tidur, pokoknya harus mulai dikondisikan ke suasana menjelang tidur. Dari ganti baju dan celana tidurnya, mematikan tv, mengganti lampu redup, juga mama papa walaupun belum ngantuk mesti ikutan nemenin di tempat tidur. Itu teori mama dan papa sih. Kemarin-kemarin sih sebenarnya Bodhi udah tahu ritual tidur ini, tapi kondisinya dia sudah mengantuk. Dia akan bilang: mama naik...papa naik... (naik ke tempat tidur maksudnya). nyenyen...Bobok...papuuu (nenen...mau bobok matiin lampu). Bahkan kadang tv dia yang matiin. Tapi berbeda kalau kondisinya dia belum ngantuk. Ngideeeer aja di kamar. Ngambilin benda-benda, bongkar-bongkar laci dan tumpukan mainan atau buku-bukunya. Nah ini yang nggak bisa dibiarkan, karena pernah bablas sampe jam 12an belum tidur. Mungkin juga jam ngantuknya jadi lewat kan, sampe akhirnya nggak bisa tidur.
Baru 2 hari sih jalan program tidur-mesti-jam-10 ini. Dua hari masih lancar. Walaupun pas tv dimatiin, lampu diredupin, dan dia diajak bobok, pake acara nangis. Dijelasin kalo semuanya udah bobok. Mickey kalo malam juga bobok. Dibo kalo malam juga bobok. Nangis sebentar aja, trus nenen dan mulai terkantuk-kantuk. Tapi cuma beberapa menit, kebangun lagi minta nonton atau main lagi. Tetep nggak boleh sambil diajak cerita dan diurut-urut kakinya. Sampai terkantuk-kantuk lagi. Dan ada yang lucu, nggak tahu kenapa setiap kali akan tidur dia akan muter 180 derajat trus kepalanya di kaki tempat tidur dan diapun tertidur pulas, diangkat dan dipindahin juga nggak kebangun. Baru dua hari uji coba, dan cukup sukses berhasil tidur jam 10.30. Mudah-mudahan lancar terus, walaupun mama tahu sih nggak akan semudah itu. Tapi dengan tekad dan kerjasama dengan papa nya, kita akan bisa mengatasi.
Nah ada satu lagi yang mau didisiplinkan. Soal nenen malam. Terus terang, belakangan jadi capek karena mesti bangun malam dan menyusui Bodhi. Punggung dan pinggang jadi sakit. Dan kualitas tidur juga berasanya nggak ok, akibatnya besok paginya bangun dengan kurang fresh. Gara-gara itu lah maunya Bodhi juga jangan kebangun malem untuk nyusu, tapi gimana caranya ya?? Udah kebayang usaha extra yang mesti dilakukan. Udah mirip nyapih kali yah. Kemarin ini sih kebetulan atau nggak, setelah tempat tidurnya dipisah dengan mama, Bodhi cuma kebangun sekali pas jam 2 an, dari yang biasanya bisa 3 kali kebangun. Masih minta nyusu tapi sebentar aja trus tidur. Alasan kenapa dipisah (selama ini Bodhi masih bobok satu tempat tidur dengan mama papa), karena logika mama aja sih heheh. Mama pikir Bodhi mengendus aroma susu. Jadi pas ngulet-ngulet gitu, dia jadi kebangun dan mesti nenen. Nah kalau dipisah, mana tahu bisa berubah. Kemarin setiap kali dia ngulet mama ikut kebangun, dan ngintipin dia. Ternyata tertidur lagi. Kebetulan??? mudah-mudahan sih nggak hehehe -ngarep-.
Nggak tahu deh malem ini. Sebelum tidur sih udah dipesenin, kalo boboknya kudu yang nyenyak, jangan minta nenen. Mudah-mudahan dia ngerti ya.
Oh ya, kenapa judulnya seperti di atas? Soalnya gara-gara nyari artikel soal disiplin mama nemu tulisan yang intinya bilang bahwa disiplin itu justru membuat anak bahagia. Hmmm padahal sebelumnya kan mama mikir anak bakalan senewan ya, diatur-atur, nggak bebas, wong belum ngantuk kok dipaksa tidur. Tapi ternyata yang dipaparkan disana sangat masuk akal. Dengan disiplin dari kecil maka dikemudian hari dia akan mudah memasuki lingkungan di luar rumahnya, misalnya di sekolah. Di sekolah kan pasti ada aturan-aturan, kalau dia sudah terbiasa mematuhi aturan, maka bukan hal berat lagi bagi dia untuk beradaptasi dengan aturan di lingkungan yang baru. Selain itu dengan taat aturan dia sudah belajar menghargai orang lain. Misalnya nanti pas di sekolah, dia mesti duduk dengan tenang, nah dengan duduk tenang dia tidak akan menganggu anak yang lain kan? Gurunya pun merasa dihargai saat menjelaskan karena merasa didengarkan. Jadi anak yang nyenengin lah. Kalaupun nanti dia mau protes-protes ke gurunya misalnya, kalau ada hal yang nggak sesuai pemikiran dia, itu urusan lain. Ada waktunya nanti mama papa ajarkan bagaimana kita harus mengeluarkan pendapat kita, jangan dipendam. Tapi diajarin juga gimana cara menyampaikan protes dengan elegan. Terdengar terlalu ideal? Menurut mama ini bukan bermimpi atau berkhayal, tapi sesuatu yang harus dilakukan, karena mama sayang anak mama dan mama ingin yang terbaik untuk dia, bukan hanya saat ini tapi seumur hidupnya.
Jadi mama Bodhi, ayo ayo semangat!!! Jangan putus asa. Jangan menyerah, terutama menyerah pada wajah memelas atau tangisan Bodhi yah hehehe.
Wednesday, June 17, 2009
Sikat Gigi Yuuk....
Akhirnya pada umur menjelang 19 bulan ini, baru deh Bodhi mau sikat gigi sendiri dan dengan 'kesadaran sendiri'. Saking nyadarnya, mau sikat gigi teruusssss. Dulu-dulu kalo mau sikat gigi mesti 'berantem' dulu, baru mau masuk sikat giginya, mulutnya langsung dikunci, kadang kalopun mau, sikat giginya digigit kuat-kuat. Sepertinya sih dia geli, karena setiap kali mau sikat gigi, dia bukannya nangis, tapi ketawa-ketawa cekikikan. Akhirnya cuma digosok-gosok pake washlap. Tapi sekarang, dia sudah mau sikat gigi. naik turun kiri kanan....pinteeeerrrr :)


Friday, December 12, 2008
Bodhi's Project: Belajar Jalan!!
Kalau sebelumnya mama ga sabaran nunggu Bodhi bisa jalan, sepertinya harapan mama udah mulai menuju kenyataan :)
Sepertinya memang benar info dari artikel yang pernah mama baca, bahwa kemampuan berjalan itu nggak bisa dipaksakan. Karena berhubungan dengan komposisi panjang kaki dan tubuh, jadi mesti proporsional dulu barulah dia akan siap berjalan. Tapi ya namanya pengen, selalu mengalahkan teori.
Sudah hampir dua mingguan ini, Bodhi makin suka belajar jalan. Berdiri sendiri udah bisa. Horeeee. Tinggal meningkatkan pe de nya aja, karena baru 2 sampai 4 langkah berjalan, dia langsung duduk dan senyum malu-malu. Keliatan kan kalau dia sebenarnya sudah tahu dan sudah bisa tapi masih takut atau nggak pede.
Nah kalau dititah dia sekarang udah semangat banget, malah suka pegangannya dengan satu tangan aja. Jadi yang megangin ga perlu bungkuk. Tapi sayang masih suka ngebut hehehe belum bisa kontrol kecepatan ya nak. Tapi nanti pasti pinter deh.
Mudah-mudahan sebelum mudik ke Palembang saat sincia nanti, Bodhi udah lancar jalan ya. Ngejer angsa di rumah Patal hahaha. Ini sesuai dengan pe er dari Ama pas dateng ke Bali bulan lalu. Haduh ditargetin gitu kok ya mama jadi makin pengen cepet-cepet lagi, padahal udah nyadar sih segala sesuatu ada waktunya :D
Ayo sayang kamu bisa!!!
Sepertinya memang benar info dari artikel yang pernah mama baca, bahwa kemampuan berjalan itu nggak bisa dipaksakan. Karena berhubungan dengan komposisi panjang kaki dan tubuh, jadi mesti proporsional dulu barulah dia akan siap berjalan. Tapi ya namanya pengen, selalu mengalahkan teori.
Sudah hampir dua mingguan ini, Bodhi makin suka belajar jalan. Berdiri sendiri udah bisa. Horeeee. Tinggal meningkatkan pe de nya aja, karena baru 2 sampai 4 langkah berjalan, dia langsung duduk dan senyum malu-malu. Keliatan kan kalau dia sebenarnya sudah tahu dan sudah bisa tapi masih takut atau nggak pede.
Nah kalau dititah dia sekarang udah semangat banget, malah suka pegangannya dengan satu tangan aja. Jadi yang megangin ga perlu bungkuk. Tapi sayang masih suka ngebut hehehe belum bisa kontrol kecepatan ya nak. Tapi nanti pasti pinter deh.
Mudah-mudahan sebelum mudik ke Palembang saat sincia nanti, Bodhi udah lancar jalan ya. Ngejer angsa di rumah Patal hahaha. Ini sesuai dengan pe er dari Ama pas dateng ke Bali bulan lalu. Haduh ditargetin gitu kok ya mama jadi makin pengen cepet-cepet lagi, padahal udah nyadar sih segala sesuatu ada waktunya :D
Ayo sayang kamu bisa!!!
Mulai belajar bobok sendiri?
Ada yang baru dari Bodhi sejak kemarin. Biasanya, sebelum bobo malam dia mesti dapet 'obat bius' dulu alias ASI. Tapi sudah dua hari ini, dia menidurkan dirinya sendiri. Habis nyusu dia nggak langsung bobo, tapi keliatan aktif lagi alias turun dari ranjang trus main sendiri. Sekitar 10 menit main sendiri, dia langsung naik ke kasur 'peralihan' yaitu kasur kecil yang ditaruh di lantai tempat dia main. Rebahan trus muter-muter aja disana, bolak balik, guling-guling. Sampe akhirnya merem melek dan akhirnya pulessss.
Jujur takjub juga ngeliat dia bisa bobok sendiri, secara mamanya ini kan tipe tradisional gitu dalam hal tidur menidurkan anak. Masih ngelonin, trus Bodhi nggak bobok di cot tapi bobok bareng mama papa. Yah tipikal ibu-ibu Indonesia gitu deh. Jadi begitu dia bisa bobok sendiri, kok ada rasa gimanaaa gitu. Ada pikiran 'wah anakku udah gede ya'. Sebab walaupun ada niatan untuk mulai misahin boboknya dia dengan maksud supaya dia lebih mandiri, tapi bukan sekarang-sekarang ini. Rasanya belum puas ngelonin dia hehehe. Tapi selain itu ada rasa senang juga, karena nggak perlu melakukannya dengan terpaksa dan dipaksa. Alami aja. Walaupun baru dua hari ini, masih perlu melihat ke depannya gimana. Tapi berdasarkan pengalaman, kalau sudah terpola dalam beberapa hari biasanya sih akan berkelanjutan alias jadi kebiasaan. Mudah-mudahan ya, jadi mama senang banget kalau semua memang berjalan karena memang sudah saatnya, bukan karena mama paksa. Paling nggak bisa maksa dan nggak tegaan soalnya. Jadi udah kebayang penderitaan bathinnya hehehe.
Jadi pe er selanjutnya mesti nabung untuk nyiapin kamarnya Bodhi nih. Dan mau pasang CCTV hahaha teteeeeeup aja belum tega untuk nggak ngelonin dia.
Jujur takjub juga ngeliat dia bisa bobok sendiri, secara mamanya ini kan tipe tradisional gitu dalam hal tidur menidurkan anak. Masih ngelonin, trus Bodhi nggak bobok di cot tapi bobok bareng mama papa. Yah tipikal ibu-ibu Indonesia gitu deh. Jadi begitu dia bisa bobok sendiri, kok ada rasa gimanaaa gitu. Ada pikiran 'wah anakku udah gede ya'. Sebab walaupun ada niatan untuk mulai misahin boboknya dia dengan maksud supaya dia lebih mandiri, tapi bukan sekarang-sekarang ini. Rasanya belum puas ngelonin dia hehehe. Tapi selain itu ada rasa senang juga, karena nggak perlu melakukannya dengan terpaksa dan dipaksa. Alami aja. Walaupun baru dua hari ini, masih perlu melihat ke depannya gimana. Tapi berdasarkan pengalaman, kalau sudah terpola dalam beberapa hari biasanya sih akan berkelanjutan alias jadi kebiasaan. Mudah-mudahan ya, jadi mama senang banget kalau semua memang berjalan karena memang sudah saatnya, bukan karena mama paksa. Paling nggak bisa maksa dan nggak tegaan soalnya. Jadi udah kebayang penderitaan bathinnya hehehe.
Jadi pe er selanjutnya mesti nabung untuk nyiapin kamarnya Bodhi nih. Dan mau pasang CCTV hahaha teteeeeeup aja belum tega untuk nggak ngelonin dia.
Saturday, November 8, 2008
scrapbook
Dapet request dari papa Bodhi untuk nyusun foto-foto Bodhi sejak baru lahir sampe sekarang Bodhi berusia hampir setahun. Pekerjaan yang fun banget. Dari milih-milih foto per bulan sampai bikin scrapbooknya. Nggak terasa kadang ketawa-ketawa sendiri ngeliat tingkah Bodhi di foto. Dari yang masih merem, trus yang masih belum ngeh kalo di foto sampai jago banget bergaya di depan kamera dengan senyum imut jahil nya. Duh duh how time flies ya....
Ini beberapa hasilnya, rencananya versi lengkap akan diupload ke facebook atau friendster mama. Saking happy nya, walaupun perintahnya cuma bikin bulan per bulan, mama iseng juga bikin yang lain. Dari meal time sampai first flight nya Bodhi, dari kondisi rambutnya juga ada hehehe...

Ini beberapa hasilnya, rencananya versi lengkap akan diupload ke facebook atau friendster mama. Saking happy nya, walaupun perintahnya cuma bikin bulan per bulan, mama iseng juga bikin yang lain. Dari meal time sampai first flight nya Bodhi, dari kondisi rambutnya juga ada hehehe...

Subscribe to:
Comments (Atom)