Showing posts with label Bodhi's activity. Show all posts
Showing posts with label Bodhi's activity. Show all posts

Friday, August 10, 2012

Belajar Bersama ya Nak

Apa kabar Bodhi? Si sulung saya yang belakangan ini kok jadi makin manja ya sama mama? Bobok pengennya dipeluk mama dulu. Sebelum berangkat sekolah, walaupun sudah mandi dan rapi berganti baju, tapi masih ogah-ogahan turun dari kamar. Mesti mama jemput dulu ke kamar. Ohya Bodhi kalau mandi pagi dimandiin papanya, pokoknya sampe rapi. Mama cuma siapin aja pakaian seragamnya. Soalnya kan mama pasti udah bangun duluan, trus mesti beres-beres juga siapin sarapan. Papa yang bangun kemudian langsung mandi, setelah papa beres langsung mempersiapkan Bodhi. Bagi tugas lah ceritanya,supaya semua happy hahaha.
Kalau dari pencapaian di sekolah, saya dan papanya senang-senang aja :) Karena kami memang gak pernah masang target apa-apa, pokoknya Bodhi mesti happy di sekolah jadi otomatis pasti happy belajar. Dan Bodhi sudah memberikan hasil terbaik yang dia mampu, termasuk penilaian sebagai anak yang menyenangkan, yang siap membantu dan berbagi, have such a huge heart kata gurunya. Menurut instruksi dan peraturan, berbakat di menggambar dan punya daya ingat yang baik untuk semua hal yang sudah dipelajari. Kalau dari penilaian per mata pelajaran, mayoritas nilainya A, bahasa mandarin rata-rata B mungkin ya, karena dari 3 point dalam bahasa mandarin dia mendapat 1 nilai A, 1 nilai B dan 1 nilai C. Nilai C nya ini untuk menyebut anggota tubuh dalam bahasa mandarin :) Selebihnya nilainya A dan B. Terima kasih sayang untuk usahanya :)

Nah sekarang Bodhi sudah Kindergarten 1, TK Kecil gitu deh. Karena Bodhi usianya nanggung, tapi saya sih tidak pernah mempermasalahkan. Buat apa sih sekolah buru-buru, yang penting happy lah hehe. Sejak K1 ini Bodhi sekolah pagi, walaupun seminggu pertama sempat ikut kelas yang siang, tapi karena yang siang hanya Bodhi sendirian sementara kelas pagi ada 4 orang teman, saya pikir akan lebih baik kalau dia mulai ada teman sekelas, setelah sebelumnya di Playgroup dia hanya sendirian, tapi saat kelas mandarin dan komputer digabung dengan teman-teman lain di kelas yang lebih besar. Dalam pertimbangan saya, dia akan belajar untuk menunggu giliran, belajar berbagi, dan berkomunikasi juga menjadi lebih aktif karena anak-anak di kelas yang pagi itu 3 dari 5 anak adalah anak-anak yang berbahasa Inggris aktif. Oh ya saya memang bukan ibu yang ketat bahwa anak hanya belajar bahasa Indonesia, saya malah tidak apa-apa kalau anak-anak saya berbicara dengan banyak bahasa selama mereka menikmati bukan karena dipaksa. Contohnya, di rumah mereka berbahasa Indonesia, di sekolah mereka berbahasa Inggris, ketika bertemu kakek nenek dari pihak papa mereka boleh berbahasa Mandarin, ketika dengan ibu saya mereka saya perbolehkan diajak berbahasa Bali. Saya tidak memaksa orang lain yang harus menyesuaikan diri dengan anak-anak saya, tapi sebaliknaya saya juga tidak memaksa anak-anak untuk menyesuaikan bahasa dengan orang lain. Bingung ya? Hmm tapi kayaknya anak-anak itu sudah alamiah ya, mereka bisa menyesuaikan diri. Kadang mereka memang berbicara campur-campur jadinya. Tapi saya tetap tidak menyalahkan, soalnya kalau saya menyalahkan sama juga dengan memaksakan, kalau saya minta mereka hanya berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia (halah kok jadi sumpah pemuda gini hahaha) ya tetap nggak enak di mereka juga kan, kalo mereka bisa ya kenapa nggak?? Kalo  mereka nggak mau ya sudah pasti mereka menolak secara alami juga. Diikutin gimana enak anaknya ajalah, saya nggak mau terlalu ikut teori ini itu, selama anak menjalaninya dengan senang dan itu tidak berbahaya, saya ikut mengalir saja.
Nah soal jam sekolah pagi ini, awalnya saya sempat khawatir karena Bodhi adalah anak yang sangat susah bangun pagi, tapi ternyata hanya dengan sekali bujukan "kalau sekolah pagi banyak temannya", Bodhi belum pernah bolos karena telat bangun :) Dia hampir selalu bersemangat untuk ke sekolah, bahkan sewaktu demam sehari seminggu yang lalu, begitu badannya enakan dia minta masuk sekolah lho. Ini yang saya harapkan dari dulu semenjak Bodhi belum sekolah, kalau dia bersekolah dengan senang bukan terpaksa :) Semoga seterusnya begitu ya Bodhi. Oh ya Bodhi kan role model Citta adiknya, kalau Bodhi semangat sekolah semoga Citta juga mencontoh yang baik seperti ini :)
Di K1 ini Bodhi sudah mulai diajak membaca buku, dan saya kaget aja dong pas iseng-iseng saya ajak dia baca-baca buku ceritanya yang didapat dari sekolah, dia bilang "Sini Ma, Bodhi yang baca in buat Mama". Oh ok, saya pikir dia hanya gegayaan, ternyata dia bacain saya satu buku dari awal sampai selesai :) Mungkin menghapal, tapi menghapal satu buku tetap bikin saya kaget hahaha. Dan dia tidak membaca cepat seperti layaknya menghapal, dia lihat dulu dua huruf pertama lalu dbaca dengan benar. Saya senang tentu saja dan merasa perlu memberi apresiasi kepada ibu guru yang sudah membuat Bodhi mampu membaca satu buku cerita. Saya tahu itulah kebahagiaan seorang guru, ketika muridnya membuat sebuah pencapaian. Maka saya email gurunya, dan tentu saja Ibu Guru senang dan bilang "It's mean a lot for me, mum".  Dan untuk minggu ini Bodhi sudah belajar tentang tema baru lagi yaitu makanan dan minuman, berarti buku ceritanya pun sudah berganti lagi dan di hari kedua saya iseng lagi minta dia membaca dan dia mampu membaca sampai selesai. Ya tentu sekolah bukan hanya tentang membaca ya, tapi kalau mau diceritakan semua ya bisa gak habis-habis, ini saya highlight saja tentang membaca karena salah satu hal yang saya anggap saya tidak akan mampu ajarkan sendiri di rumah, salah satunya adalah membaca :D Kalau berhitung, tadi pagi-pagi sebelum sekolah saya iseng aja sih nanya, kalau mama punya pesawat 5 trus yang 2 belum landing di airport, berarti di airport baru ada berapa pesawat Bodhi?? Dan setelah dihitung, dia jawab : tiga mama :D
Lalu mengenai les musik. Bodhi baru saja selesai ujian Junior Music Class 1 dengan hasil baik. Padahal itu anak ya udah bikin mamanya deg-deg an karena kalo latihan banyak gayanya. Tapi pas ujian, kok bisa dia serius dan berhasil. Yang jadi catatan, diminta berani menyanyi lebih keras. Kalau penilaian permainan keyboard, menyanyikan dan mengenali notasi, penilaiannya sudah bagus. Kalau menurut saya, soal menyanyi keras itu karena dia masih ragu, takut salah. Karena memang lyric nya itu agak rumit tidak seperti lagu anak pada umumnya. Jadi Bodhi terlalu berhati-hati. Soalnya kalau dibilang takut menyanyi keras, pas di acara kenaikan kelas di sekolah dia nyanyi You Are My Sunshine sama gurunya (Bodhi nyanyi, gurunya main gitar), suaranya keras lho. Karena dia memang sudah yakin dan lyricnya mudah bagi dia. Tapi gapapa kok nak, Bodhi sudah melakukan yang terbaik. Dan tahu nggak sih kalo Bodhi ngerasa udah bikin saya senang (dia ngerti banget perubahan air muka saya tanpa perlu mamanya banyak bicara), dia yang nyium saya lho bukan saya yang nyium dia :D Sambil bilang gini, Bodhi pinter ya ma? Mungkin saking girangnya mamanya nggak cemberut hahaha.
Dulu kalau saya dengar cerita orang-orang tentang hebohnya anak mau ujian, hebohnya bikin pe-er, saya sudah sering membatin, kalau saya nanti bagaimana ya? Orangtua yang seperti bagaimanakah saya? Apakah akan banyak menuntut? Apakah saya akan ikut panik atau santai saja? Setelah saya mengalami sekarang, saya sendiri belum bisa menilai saya ini sudah menjadi orangtua yang bagaimana. Anak saya merasa bahagia nggak dengan cara orangtuanya mendidik dia. Dan memang sepertinya terlalu dini kalau berani menilai sekarang ya. Perjalananan masih jauh, masih banyak kondisi yang bisa terjadi. Pokoknya anak belajar ya orangtua belajar juga.  Tapi setidaknya sepanjang perjalanan saya belajar dengan anak-anak, terlalu berlebihan itu nggak baik ya memang hehehe. Terlalu santai yang nggak bagus, terlalu keras ya juga nggak bagus. Jalan tengah memang paling pas, nah pe-er nya kapan kita tahu itu sudah jalan tengah terbaik? Ya itu memang nggak bisa dikasi point-point tertentu. Beda kasus beda solusi, beda waktu beda lagi solusinya. Untuk kasus yang sama, jika setahun yang lalu bisa diatasi dengan solusi A, makan untuk saat ini belum tentu bisa lagi bisa diatasi dengan solusi A. Pokoknya belajar terussss deh judulnya.

Wednesday, May 2, 2012

Meniti Tangga Nada

Aish judulnya sok manis banget ya :) Tapi sesungguhnya ini menggambarkan perjalanan Bodhi (dan mama) belajar musik. Dulu saya pernah cerita soal ini. Nah akhirnya sampai juga kita ke kelas Junior Music, yang mana kelas JMC ini ada beberapa stage dan Bodhi baru di stage 1 #ngusap dahi yang gak keringetan. Di kelas ini sudah mulai bermain musik, kalau di Music Wonderland dulu lebih banyak seperti bermain, membuat anak 'merasai' musik melalui tinggi rendah keras lembut nya nada. Melatih anak belajar duduk diam, yang mana buat anak usia 3 tahunan itu bisa duduk diam adalah perjuangan tersendiri. Tapi jangan dibayangkan mereka dididik keras lho, semuanya tetap menyenangkan. Paling-paling kalau ada yang iseng pencet-pencet tuts keyboard sebelum diinstruksikan, hanya diingatkan:"hayooo tangan pintar di paha". Jadi mereka belajar memahami dan mendengarkan instruksi juga.
Bagi saya yang tidak bisa bermain musik, kelas Junior ini sudah semakin berat. Belajar membaca not balok, melatih tangan kanan, menghapal lagu. Bahkan minggu ini sudah mulai latihan dengan tangan kiri. Duh saya sampai menciumi Bodhi lho, sambil bilang "yang rajin ya latihannya, Bodhi pasti bisa".  Yang mana rasanya lebih tepat sebagai penyemangat diri saya sendiri untuk lebih sabar mendampingi Bodhi belajar, lebih tegas kalau dia mulai malas latihan. Tapi jujur, saya sendiri kadang berasa nggak enak juga harus tegas yang biasanya jadi diidentikkan dengan memaksa. Karena les musik ini kan bukan murni keinginan Bodhi, tapi kami orang tuanya yang mengarahkannya. Karena bagi kami ini baik (dan mudah-mudahan kami tidak salah). Jadi kalau meminta dia agak keras, rasanya gimanaaaa gitu. Ya akhirnya berusaha memilih kata-kata yang tidak dirasakan sebagai paksaan karena khawatir juga dia malah trauma belajar. Misalnya,"Bagaimana kalau kita latihan musik Ko?" atau "Sepertinya sudah lama nih Bodhi nggak latihan musik, kan katanya Bodhi mau seperti miss Lenny yang bisa main piano tanpa melihat tuts nya. Jadi mesti latihan supaya bisa sehebat Miss Lenny."
Bagaimana hasil latihan Bodhi sejauh ini? Bagi saya cukup menyenangkan hati. Walaupun latihan kadang lebih banyak becandanya, lha iya padahal dia sudah tahu do itu dimana, re itu yang mana, tapi kadang dimeleset-melesetin gitu tangannya. Emang Srimulat bener nih anak (eh ya pada tahu Srimulat nggak ya, hehehe). Apalagi kalau menyanyi, paling nggak suka kayaknya dia. Mungkin karena lyric lagunya yang cukup rumit bagi anak seusia dia ya (gurunya juga mengakui soal rumit ini). Tapi ya mungkin karena terjemahan dari jepang ke inggris kemudian ke indonesia, jadinya rumit deh. Mungkin dalam kosakata Jepang itu ber-rima dan gampang diingat, setelah diindonesiakan jadi tidak semudah itu. Mungkiiiiin lho ya. Dan soal malas bernyanyi ini juga disebut sebagai yang masih perlu ditingkatkan dari kemampuan Bodhi. Begitu yang disebut gurunya sewaktu parent meeting minggu lalu. Mengenai kemampuan memainkan keyboardnya udah cukup baik katanya. Dan yang masih perlu dilatih lagi itu Solfage nya. Bodhi suka males buka mulut katanya hehehe. Oh ya solfage itu yang kayak gini: lagu twinkle dinyanyikan solmisasinya jadi dodosolsollalasolfafamimireredo.. dst. Dan itu ya nggak cuma satu lagu itu, ada beberapa lagu lho yang mesti dilatih. Ish, kok mamanya yang jadi deg-deg an gini :D Tapi Bodhi pasti bisa kok kalau latihan :) #doa sendiri dalam hati hahaha
Nah, selasa kemarin ini saat les tiba-tiba ms.lenny menawarkan tiap anak maju ke depan satu-satu untuk memainkan satu partiture yang ditentukan. Yang mau ke depan diminta angkat tangan. Bodhi dapat giliran ke 5 dari total 6 anak peserta les hari itu. Soalnya telat melulu angkat tangannya. Tapi jadi bagus juga sih karena dia sudah lihat teman-temannya maju jadi dia makin semangat. Saat melihat anak-anak yang lain maju namun masih salah-salah memainkan partiturenya (yang mana sebenarnya bagi saya kemampuan dan keseriusan mereka lebih baik dari Bodhi), saya pun tidak berharap terlalu banyak. Asal Bodhi mau maju dan menyelesaikan lagunya, sudah lebih dari cukup. Eh tapi ternyata lumayaaaan banget, Bodhi lancar dan nggak tolah-toleh seperti biasanya. Nah kan bener, kalau dia serius sebenernya dia bisa. Kalau sama mama kok banyakan becandanya seeeh.
Saya sempat merekam, dan ini dia performance Bodhi kemarin :
Lumayan nggak? Lumayaaan dong.... hehehe
Oh ya sebenarnya saya sempat menimbang-nimbang untuk stop les musiknya ini lho, soalnya ngeliat Bodhi kok banyakan becandanya sih, nggak serius seperti beberapa temannya yang lain. Walaupun ada juga sih anak-anak yang banyak main-mainnya juga. Tapi ya namanya orang tua kadang timbul keinginan yang terlalu tinggi gitu deh. Maafkan mama ya Nak. Dan ternyata curhat itu ada gunanya juga ya, asal curhat sama orang yang bener. Soalnya ada orang tua anak yang saya ceritakan tentang Bodhi, dia juga merasakan hal yang sama dengan saya tapi solusinya dia adalah sepertinya akan stop aja karena sepertinya anaknya nggak suka dan nggak mau latihan di rumah. Padahal menurut saya si anak itu kalau di kelas lebih anteng dari Bodhi lho. Yah memang beda-beda mungkin ya, yang terlihat di permukaan tidak seperti yang sesungguhnya. Kalau dengan orang tua yang lain yang saya ajak cerita-cerita juga, saya mendapat sedikit kekuatan (halah) mendengar sarannya dia. Padahal anaknya ibu itu lebih aktif dari Bodhi tapi sama isengnya kayaknya, dan anaknya itu cewek :P Dia bilang, ya mungkin memang anak kita nggak akan jadi pemusik hebat, tapi tujuannya kita les-in musik kan bukan cuma itu yah. Ngelatih dia sabar, mau menunggu. Soalnya anak-anak saya sejak les musik, banyak perubahan di sikapnya. Trus selama cerita-cerita itu kok banyak banget miripnya Bodhi dengan anaknya ibu itu, terutama di jahil dan isengnya. Kayak ngubah-ngubah lyric lagu, atau disuruh belajar mendengarkan lagu yang berbahasa Indonesia, diubah-ubah ke bahasa Thailand lah, Jepang lah, Spanyol lah, hahaha. Lho kok denger cerita anak orang lain saya malah bisa ketawa, tapi pas Bodhi melakukannya kok saya gregetan ya??!! Duh duh duh.
Dan ada satu hal lagi yang saya petik dari pengalaman belajar musik dengan Bodhi (ehm iya dong saya mau gak mau ikutan belajar juga, walaupun rasanya kok mumet ya belajar musik itu, dasar dudul banget memang saya ini). Saya harus belajar 'melepas'. Melepas ego, melepas keinginan. Jangan berharap terlalu tinggi. Dijalani saja yang sudah menjadi pilihan. Seperti halnya memberikan Bodhi les musik adalah pilihan saya, karena saya yakin ini baik, maka saya harus konsekwen dengan apapun yang terjadi selama proses belajar itu. Dan ketika sudah bisa melepas, rasanya beban itu nggak ada. Dibawa senang saja, jadi nggak perlu ada drama berantem-berantem sama anak. Tapi latihan ya kudu tetep harus dong, lha sudah bayar mahal gitu, masak mau santai-santai. Tapi saya jadi berlatih memilih cara paling menyenangkan dan bijaksana untuk mengajak dia belajar dan latihan. Mikir dulu sebelum ngomong, pilih dulu kata-katanya. Dan rasanya kok jadi nggak capek ya, karena kita nggak  keluar kata-kata yang nggak perlu. Yang ternyata buang-buang energi. Lebih memeras otak, ya sudah pasti lah. Tapi daripada menyesal dikemudian hari karena kata-kata yang tidak sepantasnya didengar anak saya? Dan saya yakin, kalau saya latihan terus mengontrol kata-kata saya, itu akan menjadi kebiasaan jadi saya tidak perlu memeras otak lagi, karena sudah mengalir begitu saja kata-kata yang baik dan bijak. Tapi sampai detik ini, saya masih belum lulus. Masih mesti banyak latihan lagi :)

Monday, April 9, 2012

Bekal Sekolah Bodhi


Sejak akhir Pebruari lalu kan Bodhi akhirnya sekolah lagi. Setelah dulu sempet stop sekolah karena mama dan Bodhi nggak cucok lahir bathin dengan sekolah yang lama, akhirnya kita dipertemukan dengan sekolah yang sekarang yang semoga saja seterusnya cocok dengan standar yang kami tetapkan. Nah berhubung jam sekolah Bodhi mulai dari jam 11 sampai 13.30, itu artinya jam makan siang akan dilalui di sekolah dan itu artinya juga saya mesti membekali Bodhi dengan makan siang. Meskipun sekolah menyediakan snack atau makan siang tapi nggak selalu mencukupi buat Bodhi, soalnya di awal-awal begitu masuk mobil saat dijemput dia langsung ribut lapar :D Tapi memang nggak selalu snack tapi kadang ada juga menu makanan beratnya. Nah kalau sudah begitu biasanya saya nggak bekelin lagi atau kadang saya bekali dengan pelengkapnya aja. Kalo misalnya menu pizza atau pasta, itu nggak perlu tambahan bekal lagi. Tapi kalo menu nasi plus sup brokoli, saya tambahkan pempek misalnya. Nah kalo pas menu cheese cookies, saya kasi menu lengkap.
Setiap bulan sudah ada daftar menu snack/lunch nya, jadi saya tinggal menyesuaikan aja tiap harinya. Seru juga sih, jadi kadang seperti ada panduan tidak langsung saya harus masak apa hari ini agar sesuai dengan menu sekolah Bodhi. Cocok untuk yang sering mati gaya kayak saya.
Tapi menu-menu saya untuk Bodhi juga nggak yang gimana-gimana sih dan bukan juga bento-bento yang lucu itu, meskipun sebenernya pengen banget bisa bikin bento apalagi yang kyarabento itu. Tapi untuk ngebento lucu, seringkali napsu tidak sebanding dengan kemampuan, jadinya ancurrr heheheh. Akhirnya ya paling dicetak-cetak aja nasinya, lauk dan sayurnya diwadahin yang lucu2 gitu. Tapi begitupun Bodhi sangat senang lho. Bikin mamanya senang dan terharu hihi. Jarang sekali bekalnya nggak habis, kalaupun pernah bersisa itu karena menu di sekolah yang ternyata cukup mengenyangkan dia. Tapi itu jaraaaang banget. Yang bikin saya terharu juga, kalau bekal sekolahnya belum masuk tas, Bodhi bakal ngingetin: "Ma, lunchbox nya Bodhi mana?" atau pernah juga saat nggak perlu bekal karena di sekolah dapat menu lengkap,Bodhi nanya terus kenapa dia nggak dibawain bekal, dan saya mesti jelasin menu di sekolah hari ini dan kalau sampai Bodhi masih lapar nanti bisa makan di rumah yaaa.... Duh, dia memang big fan masakan saya deh.
Bekal salad sayuran aja untuk nambahin menu di sekolah.
Request Bodhi sih babi di angry bird, ummmm tapi kok jadinya binatang nggak jelas gini ya :D

Sunday, April 1, 2012

Bodhi Mau Mencoba Lebih Baik Lagi

Sabtu kemarin Bodhi ikut coloring competition di sekolah. Selain siswa sekolah, ada juga banyak peserta dari luar sekolah. Selama semingguan guru kelasnya sudah sounding ke Bodhi kalau dia akan join the competition. Persiapannya? Nggak ada persiapan, hehehe. Paling-paling Bodhi mewarnai seperti biasa aja di rumah, itupun gambar-gambar pilihan yang dia suka, yang mana saat ini adalah Angry Birds serta Pocoyo and friends. Oh ya mengenai progress mewarnai ini, saya sih cukup gembira dengan perkembangan Bodhi. Dari yang awalnya tidak mau sama sekali mewarnai gambar (kalau menggambar sih dia seneng banget), lalu mau mewarnai sedikit, sesukanya dia dan nggak pernah selesai #sigh. Dan yang belakangan ini dia akhirnya mau mewarnai sampai selesai dan cukup rapi. Itu saya lihat dari hasil-hasil kegiatan dia di sekolah selama seminggu yang rutin diberikan kepada orang tua. Dia mewarnai gambar tangan di kelas mandarin dengan rapi dan penuh :) #good boy. Jadi begitu ada pengumuman akan ada lomba mewarnai, saya ngerasa nggak perlu lah ngelatih dia secara khusus toh juga lomba ini buat fun aja, kalo menang syukur (errr walaupun saya nggak yakin bisa menang hihi), kalo nggak menang ya buat nambah pengalaman berlomba aja.
Nah akhirnya di hari lomba, Bodhi semangat sekali pergi ke sekolah membawa crayon dan meja gambar. Sampai di sekolah semakin exciting karena banyak anak-anak lain juga yang belum dia kenal. Selama lomba pun saya tidak menunggui karena dipesankan oleh para guru untuk menunggu di luar (tapi ternyata selain Bodhi semua peserta malah ditunggui di sebelahnya oleh para orang tua ataupun pengantar :P) Kesian juga sih ngeliat Bodhi di dalam sendirian, tapi akhirnya dia ditemani salah satu guru juga. Bodhi cepet banget menyelesaikan gambarnya dan setelah dilihat, warnanya biru aja gitu semua hihihi. Oh iya gambarnya itu berupa Dolphin di dalam samudera. Waktu saya tanya, kok nggak colorful mewarnai gambarnya? Dia bilang, iya ma dolphin di dalam laut kan memang biru semua. #oh ok...
Ya seperti yang diduga sebelumnya, Bodhi nggak menang hihihi. Pas awal dipanggil para juaranya, dia masih santai-santai nanya kok dia nggak dapet trophy. Nah pas salah satu temen main di sekolah ternyata dapat salah satu juara,eh Bodhi nangis dong! Hehehe saya nggak nyangka juga kok dia bisa nangis. Dia bilang, kenapa dia nggak dapet trophy? Trus nangis sesenggukan. Tapi akhirnya kita berusaha jelasin kenapa dia nggak dapet throphy, itu karena Bodhi disuruh latihan mewarnai yang lebih bagus lagi dari yang ini. Nanti diulangi lagi ya ikut lombanya.... Dan akhirnya dia mau diam dan terhibur mendapat piala mungil dari kayu atas partisipasinya dalam lomba (semua peserta yang ikut tapi tidak menang mendapat trophy ini.)
Saya pikir, dia sudah lupa dengan kekalahannya. Ternyata selama di mobil dia bilang begini. "Nanti Bodhi ulangi lagi mewarnainya. Bodhi harus mewarnai yang bagus dan colorful biar Bodhi dapat trophy yang panjang dan kuning warnanya." Hehehe dan dia ngomong itu terus sampai hari ini.
Cukup berharga ternyata pengalaman lomba kemarin. Bukan piala yang didapat tapi semangat untuk selalu mencoba menjadi lebih baik lagi yang dipahami Bodhi. Semoga semangatnya bertahan ya Nak. Love youuuuuu my Valentine :)

Wednesday, November 9, 2011

Field Trip ke Sawah (lagi)

Akhirnya hujan reda hari ini, jadi deh kita (Bodhi dan mama) berkunjung ke kebun jagung (punya orang). Walaupun suasana masih sedikit mendung, tapi malah asyik karena matahari nggak akan terlalu terik yang artinya nggak akan terlalu panas :)
Kebun jagungnya nggak jauh kok, deket dengan rumah tapi masih perlu naik motor yang kurang lebih perlu 5 menit untuk sampai disana.
Nah singkat cerita kita kesana jam 9 pagi, ehm soalnya nunggu Bodhi bangun dan beres sarapan, juga nungguin dedek Citta bangun dulu. Walaupun Citta nggak ikut, tapi kalo nyonya belum bangun tidur mana bisa ditinggalin :)
Sampai disana ternyata ada yang sedang panen padi, jadi pas juga nih Bodhi bisa ngeliat. Kan Jumat minggu lalu kita udah pergi ke sawah di belakang rumah, dan kondisinya baru numbuh jadi belum berbuah padinya. Sekarang Bodhi bisa ngeliat padi dengan bulir-bulirnya yang sudah menguning sekaligus ngeliat proses panennya. Tapi Bodhi agak-agak takut gitu disuruh jalan sendiri di pematang, gara-gara pas ke sawah minggu lalu, kakinya kejeblos masuk sawah, jadi belepotan lumpur hehehe. Jadi deh dia minta digendong, hayaaaah.
Bodhi seneng banget ngeliat pohon jagung yang sedang berbuah, plus dapet bonus satu tangkai padi dari sisa-sisa yang dipanen. Sempet juga ngeliat pohon cabe (walaupun yang ini dia udah biasa lihat di rumah) dan nemu juga sisa-sisa pohon terong. Hehehe tapi Bodhi nggak ngerti apa itu terong, secara kalo dia makan terong selalu udah dalam bentuk bukan terong lagi, alias sudah diolah. Field trip tadi sempet ketemu sapi juga,tapi Bodhi cuma bilang "ma itu ada sapi". Udah sering liat dia, dan juga Bodhi nggak seheboh Citta kalo ketemu binatang :)
Oh ya, sepulang dari sawah minggu lalu saya minta Bodhi menggambar apa yang dia liat saat field trip. Dia berhasil menggambarkan dari padi, bunga liar, pesawat dan pematang sawahnya. Tapi tetep dong ada kereta apinya hehehe boleh dong berimajinasi, sebuah karya bisa terbentuk awalnya dari imajinasi juga kan?? Hehe soalnya saya masih ngerasa bingung kalo ada orang dewasa yang bilang hasil gambar seorang anak kecil itu jelek atau bahkan salah. Itu artinya orang dewasa yang bersangkutan yang pola pikirnya masih terisolasi dalam kotak :(
Ini ya foto-fotonya. Bodhi lengkap dengan helmnya. Nggak mau dicopot, panas katanya. Huh dasar :P

Friday, October 15, 2010

Tidak lagi satu melainkan dua


Sebenarnya kapan sih waktu terbaik mengenalkan komputer dan internet ke anak?

kalau saya sih nggak ada patokan baku, nggak melarang nggak juga memaksa, biarkan aja mengalir apa adanya. Di saat dia memang ingin tahu, maka kami orangtua membimbingnya dan tentu mengawasinya.

Kalau ternyata sekarang Bodhi sudah cukup biasa mengoperasikan komputer, mulai dari menyalakan sampai memilih game yang ingin dia mainkan, atau sekedar ngeliat gambar karakter favorite nya di google atau menonton video music atau kartun kesukaannya di youtube, itu bukan karena kami orangtuanya ingin dia menyukai komputer atau lebih ekstremnya 'jago komputer'. Apalagi buat dipamer-pamerkan (eh nulis di blog bukan berarti pamer kan? :P). Soalnya nih duluuu waktu saya pernah jadi guru komputer di sebuah sekolah, ada beberapa ibu-ibu yang pamer kalo si 2 tahunnya sudah pinter main game komputer, si 3 tahunnya sudah bisa ngetik namanya sendiri,dudududu tapi mungkin memang itu kebahagiaan siibu, jadi ya...biarlah :)

Kami inginnya anak-anak kami tidak diperbudak oleh apapun termasuk komputer. Kami tidak ingin dia duduk berjam-jam bermain game di depan komputer dan menjadi asosial bahkan tidak peduli pada kami orangtuanya yang di dekatnya. Inginnya kami, komputer bagi mereka tetaplah hanya sebuah alat bantu. Ketika ingin mengumpulkan informasi tentang sebuah masalah, internet salah satu sumbernya tapi bukan satu-satunya sumber. Maunya, dia tetap bisa mendapat info dari bicara langsung yang artinya dia tetap punya kemampuan verbal yang baik, bisa berbasa-basi yang nggak basi. Dia bisa 'hangat' saat berbincang di messanger tapi tetap hangat dan charming ketika copy darat, tidak sekedar bisa tertawa lebar dan terbahak ala emoticon.

Terlalu tinggi ya pengharapannya? Tapi ini tanggung jawab kami lho sebagai orangtua, bukan semata kami bebankan ke Bodhi-Citta. Kami tahu ini tidak mudah, tapi memang untuk mendapat yang terbaik jalannya tidak selalu mudah.Kami sadar tantangannya besar, jadi kami sudah bersiap-siap dari sekarang, mudah-mudahan kami bisa menjadi juaranya :)

Jadi sekarang, tidak lagi satu melainkan dua. Hah, apaan tuh??? Iya sekarang tidak satu user account lagi di laptop saya, tapi sudah ada dua, satu untuk saya satu untuk Bodhi. Supaya tidak ada lagi kejadian, ada ketikan ajaib di surat penawaran yang saya buat, tidak lagi user id di YM saya berpindah-pindah group, tidak lagi explorer atau firefox saya dipenuhi gambar-gambar Thomas and friends hahahaha.

Saturday, October 2, 2010

Seribu Satu Cara

Saya nggak nyangka kalo Bodhi akhirnya bakalan kena guna-guna si Thomas :D Biasalah kalo anak kecil lagi suka sesuatu, ituuuu terus yang jadi topik, entah topik tontonan, lagunya, ngobrolnya, dst.... Sampe kadang yah saya agak-agak mual kalo denger lagu Thomas and his friend ini, hihihi tapi itu dulu sih, sekarang udah mulai terbiasa. Bahkan saya juga hapal nama karakter di cerita itu, jadi Bodhi makin suka deh, kan kalo ngobrol soal Thomas dkk sama saya udah nyambung sekarang :P

Sekarang ini Bodhi udah sampe di tahap mengoleksi mainan si lokomotif jail ini. Gara-garanya waktu diajak ke mall sama papanya dia lewat di depan toko mainan yang jual mainan Thomas yang original, yang produksi Tomica, dan ngoceh terus Thomas...thomas...thomas.... Dan itu bikin si papa kaya'nya nggak tega kalo gak beliin, walaupun sampe di rumah alasannya ke saya 'lumayan lagi diskon, kalo nggak diskon juga nggak dibeliin kok. Trus tadi juga ada double diskon kalo belanja nominal sekian dan pake CC C*T*Bank, akhirnya dibeliin dua. Sayang kalo nggak diambil double diskonnya." Hmmm ok deh, alasan diterima alias malas berdebat hehehe

Dan akhirnya si Thomas dan si Toby, menginisialisai koleksi-koleksi selanjutnya. Nah untuk melengkapi koleksinya ini, adaaaaa aja caranya. Bodhi nggak nangis, nggak merengek apalagi sampe anarkis demi memenuhi keinginannya. Dia punya cara lain yang saya pikir semacam intimidasi secara halus hahahaha. Misalnya sewaktu dia ingin beli Emily. Kalau ditanya, Bodhi mau mamam ngga? dia jawab "mau beli emily". Kalau saatnya mandi saya bilang "mandi yuuk...", dia jawabnya "beli emily yuuuk..." begituuuu terus sampe saya atau papanya nyerah dan bikin perjanjian. Misalnya, Bodhi boleh beli Emily kalo sekarang bobok. Nah, singkat cerita si Emily udah kebeli nih, berarti ada next target. Misalnya sekarang targetnya si James. Sewaktu saya nanya, "Bodhi, papa kemana ya?" Dia jawab,"Papa beli james Ma." Atau dia pura-pura nanya,"Ma, papa mana ma?", saya jawab "papa kerja" nah disambung deh sama dia,"papa kerja, cari uang, buat beli James ma." Sewaktu pengen nambah koleksi Henry, Bodhi sering nanya begini, ceritanya ngetest pengetahuan mamanya: "Ini siapa Ma?" "Ini Toby", jawab saya. "Kalau yang ini ma?" "Ini Edward" trus akhirnya dia nanya gini:"Kalo henry mana ma?"..."Henry nggak ada", kata saya. "Kita beli Henry ma...". Haduuuu kejebak deh saya... Oh ya sama satu lagi, si Henry itu kan ada angka tiga di body nya (semua engines itu ada nomor masing-masing). Nah setiap kali ngeliat angka tiga, si Bodhi bakal teriak..."three ma, three..." Begitu saya nyaut "iya itu three..." dia nyambung: HENRY!!! awalnya saya nggak ngeh, lama-lama saya nyadar kok setiap kali angka tiga disambung henry, ealaaaah ternyata ya si Henry itu engine yang nomor 3, huuuuu Bodhi....
Sampe sekarang si Henry belum kebeli, soalnya di toko itu stok Henry yang ukuran kecil habis, yang ada cuma yang gede yang harganya 200an ribu dan gak diskon pula(gedubrak lah pokoknya si mama kalo disuruh beli mainan harga segitu kekekek) Dan sekarang saya sering denger kalimat ini "ma...beli (henry) besar ma..." Kalo saya jawab, "nggak lah...nggak beli henry besar, mahallll" Bodhi ikutan ngomong gini "ngga beli laaah...mahal laah....beli miss aja" Kalo udah gitu saya cuma bisa nguwel-nguwel dia aja deh, abisnya udah bingung mau jawab gimana lagi.

Thursday, September 16, 2010

Robotnya masih suka ngompol

Bodhi girang banget dapet hadiah mainan robot Power Ranger dari Pekak Made (kakek) yang di Jakarta. Biasalah anak-anak, mainan aapapun yang baru itu yang dibawa-bawa terus.

Trus sekarang ini Bodhi udah mulai suka ngarang cerita gitu, ada tokoh-tokohnya.
Dia bisa asyik cerita sendiri termasuk sewaktu ada tokoh baru si robot merah ini.

Lucu juga, masa setiap kali nembak dia bilang sorry. "tembak...tembak...sorry"
haduuuh robot yang gak tegaan kaya'nya itu yaaa...

Nah sekali waktu dia ngomong gini:"Ma...robotnya pake helm, pake sabuk, pake jam OSO,pake pampers!!!"

Itu tuh kalo tokoh-tokoh hero gitu kan biasanya kalo pake cd di luar, hihihi disangkanya itu diapers. Robotnya masih suka ngompol ya Ko???

Sunday, July 4, 2010

Nonton di Bioskop Yuks

Mumpung ada tiket gratisan, mumpung ada film anak yang bisa ditonton Bodhi, mumpung mama belum melahirkan, akhirnya keinginan untuk nyoba ngajak Bodhi nonton di bioskop bisa dieksekusi. Tiket gratisan itu penting, karena kalo Bodhi sampe bosen nonton di tengah-tengah film dan kita harus keluar, ga rugi-rugi banget :D Dan film yang kita tonton Jumat lalu adalah Toy Story 3. Kan ga mungkin ngajak Bodhi nonton Eclipse :D
Hasilnya?? Sukses!! Bodhi ga minta keluar dari bioskop sebelum film selesai. Dan yang lucu Bodhi sepertinya ngerti jalan ceritanya, mungkin karena pengaruh musik juga. Jadi pas adegan dikejar-kejar, Bodhi bakalan tutup telinga atau memalingkan muka. Kalau ada yang lucu, dia bisa ketawa ngekek-ngekek. Dan paling suka pas ada gambar pesawatnya tentu saja :) Oh ya satu lagi, mungkin untuk nutupin malu, pas dia rada deg-deg an ngeliat adegan kejar-kejaran, Bodhi meluk mama yang duduk di sebelah (kebetulan Bodhi dipangku papa), trus bilang "that's oke mama..." sambil meluk dan nepuk-nepuk pundak mama. Yehehehehe malu tuuuuuh ketahuan takut :)
Tapi ga sering-sering ya Nak nontonnya, ini buat uji coba aja. (Padahal sekarang Bodhi kalo keinget suka ngomong gini nih: "Bodhi mau nonton elem... Story toys" Hehehe maksudnya Bodhi mau nonton film Toys Story.)

Monday, June 7, 2010

when you give makes you happy and smile

When you give it makes you happy...
When you give it makes you smile...
Everyone can give and be happy
Try...you'll believe...

ini lagu yang dinyanyikan Dibo (Dibo the Gift Dragon) dan Bodhi suka lagunya.
Yang dicetak merah itu yang Bodhi baru bisa ikutin lyric nya.
Kenapa perlu dicatat di blog, karena nanti pas Bodhi udah bisa dikasi pengertian tentang makna lagu ini mama nggak lupa lyrics nya hehe.

Tuesday, May 11, 2010

Manasin Mobil = Menjemur Mobil

Bodhi tahu kebiasaan papa setiap pagi memanaskan mesin mobil. Karena papa seringkali menceritakan apa aktivitasnya ke Bodhi. "Bodhi, papa mau panasin mobil dulu yaa..." dan dijawab Bodhi,"Iya papa."
Tapi ternyata bagi Bodhi, manasin mobil itu sama dengan menjemur mobil hihihi. Ketahuan awalnya pas dia bilang mau manasin mainan pesawat nya, eh dia nyari tempat yang ada cahaya matahari yang terpantul di lantai. Dia bilang,"Mama, Bodhi panasin pesawat...." Hohohoho ternyata ya.....
Tapi waktu itu sih mama nggak berusaha menjelaskan juga, karena memang bener juga kan dia manasin pesawat dengan menjemurnya :P
Nah yang kemarin lain lagi. Karena papa lupa panasin mobil pagi nya, jadinya udah malem baru dipanasin. Dan seperti biasa papa bilang,"Bodhi, papa mau panasin mobil dulu ya." Trus dijawab Bodhi,"Ndak ada panas, matahari udah masuk awan, udah gelap"
HAHAHAHAHAHA
kira-kira perlu penjelasan nggak ya soal panas memanaskan mobil ini????

Sunday, May 2, 2010

*maksa* ikut lomba

Di vihara sedang berlangsung banyak lomba untuk anak-anak dalam menyambut waisak. Hari Minggu kemarin salah satunya ada lomba mewarnai. Bodhi maksa ikut, mungkin tertarik ngeliat para peserta yang seru dan bersemangat. Untung masih ada stock peralatan lomba dari panitia, jadi Bodhi bisa ikutan coret-coret walaupun hasil mewarnainya jauuuuuh dari selesai. Bodhi cuma seneng rame-rame nya aja kekekeke.

























Oh ya ini nyelip gambar ice cream nya Bodhi, dia bilang "mama, bodhi gambar ais krim..."
hmmmm mirip juga ya :P


















Wednesday, March 17, 2010

Nyepi 2010

Cepet banget rasanya setahun berlalu ya, Nyepi tahun ini berarti udah 3 kali Bodhi merayakan Nyepi. Bersyukur banget, karena masih bisa melewati perayaan tahun baru ini di Bali. Karena memang cuma di Bali baru kerasa sepinya, segar udaranya yang bebas polusi sehari, dan tentu saja gelapnya di malam hari hehehe.
Sebenarnya merayakan Nyepi di bali itu yang rada 'berat' cuma pas malam, karena gelap pekat ga bisa liat apa-apa selain bintang di langit (tapi tahun ini mendung euy, jadi makin pekat hehe). Tapi, semenjak ada Bodhi nggak bisa sepenuhnya lagi menjalankan pantangan yang ini, karena kebayang nggak sih anak sekecil itu disuruh bergelap-gelap, bisa bingung kali ya dia dan bisa-bisa malah nangis dan mengganggu orang lain yang sedang menjalankan Nyepi. Jadi kita kompromi dengan menyalakan satu lampu yang reduuuuup banget. Tapi walaupun sangat redup, di saat Nyepi yang gelap gulita itu terasa banget efeknya. Jadi kita mesti meletakkan lampunya di posisi strategis supaya tidak terlihat dari luar cahayanya. Syukur sih tiap tahun Bodhi ngga pernah rewel karena gelap. Bahkan di tahun ini, di saat dia udah mulai bawel dan suka nggak sadar ngoceh atau ketawa ngakak-ngakak, dia bisa silent hehe. Tapi dari sehari sebelumnya udah dikasi tahu kalau besok itu Nye??? pi..... nggak boleh nyalain lam??? pu... juga tidak boleh ri??? but... hehehe Pokoknya di doktrin deh seperti itu. Hasilnya dia nggak complain meski harus bergelap-gelap atau kalau bicara pelan-pelan, walaupun ada beberapa kali kebablasan ketawa ngakak-ngakak karena ada adegan yang dia suka di playhouse disney. Ehm... untuk pantangan yang satu ini (tidak menikmati hiburan) juga di skip dulu ya buat Bodhi. Kasian kan kalo dia bosen, jadi Bodhi boleh nonton di siang hari, dengan suara keciiiil banget, dan sekali lagi karena ini Nyepi, suara sekecil apapun bisa kedengeran. Tapi itupun nonton cuma sebentar karena Bodhi lebih suka main sama mama dan papa, mumpung papa liburnya full kalo Nyepi ya Nak :) Nah kalo malem ngapain dong? Malem masih lanjut main-main aja bertiga, tapi ada kalanya dia bosen dia pengen nonton TV, cuma dikasi tahu kalo nggak boleh nyalain tv lagi, akhirnya dikasi nonton DVD finley the fire engine di laptop. Cuma ngga bertahan lama sih, nggak nyaman kalo ya kalo posisi nonton di laptop yang ditaruh ngumpet2 gitu, biar cahaya screen nya ngga terlalu berpendar kemana-mana. Akhirnya dia minta dicariin gambar-gambar di Google. Thanks to Google!! Karena kalo liat gambar-gambar gitu dia gak bosen-bosen, mungkin karena bisa request sesuka hatinya, mau liat...pesawat, moon, rocket, mickey, mobil bob, dll. Akhirnya liat-liat gambar sampe ngantuk dan malah tidur cepet di malam Nyepi. Padahal siangnya udah bobok siang 3.5 jam lho. Memang suasana Nyepi bikin ngantuk hehehe. Eh ya trus ada yang lucu, karena selalu kita bilangin gak boleh bicara keras-keras, dan mungkin terbiasa seharian nggak denger suara kendaraan lalu lalang depan rumah, besok paginya pas bangun tidur dan sarapan, sebentar-sebentar dia bilang "sssttt...." sambil taruh telunjuknya di depan hidung. Mama perhatiin, ternyata dia bilang ssstttt setiap kali ada kendaraan lewat kekekeke. Lucuuu banget liat ekspresinya. Hihihi keenakan bersepi-sepi ya nak??? Duh mama juga paling kehilangan sama suasana sepi nya tuh, kalo gelapnya sih, hmmmm pengennya cepet-cepet terang aja :D
Selain jam tidurnya yang jadi ekstra, Bodhi juga laper terus bawaannya. Bentar-bentar, mama mamam.... untung mama udah bikin beberapa macem cemilan buat Bodhi, selain sedia buah-buahan dan roti tawar kalo seandainya persediaan cemilan habis. Hehehe... tentu saja Bodhi juga skip untuk pantangan tidak makan seharian ini, wong mama juga gak pernah puasa kalo Nyepi, gak kuat puasa 24 jam euy, tapi selalu berusaha kok makan ya secukupnya aja, nggak sampe seperti kebanyakan orang yang mesti nyerbu supermarket sehari sebelumnya buat ngisi stok makanan di rumah, lah nyepi cuma sehari kok belanjanya seperti Nyepi itu hari kiamat hehehe.
Mama dan papa pengennya Bodhi belajar merayakan Nyepi dari kecil, walaupun kita tidak beragama Hindu tapi esensi Nyepi sebenarnya sangat penting bagi setiap orang tanpa melihat agama dan kepercayaannya. Belajar menahan diri dan bertoleransi. Kalau bisa nanti setelah besar Bodhi mengambil moment Nyepi untuk perenungan diri dan flash back semua yang dialamai setahun kemarin. Karena kalo mama kok ya percaya nya, merenung itu bisanya di suasana sepi bukan di peringatan tahun baru pada umumnya yang hingar bingar dan penuh gebyar. Trus juga mama dan papa pengen, anak-anak bisa bertumbuh dalam kultur budaya yang beraneka ragam tapi tidak kehilangan identitasnya dan bisa mengambil setiap makna dan hal-hal yang baik. Misalnya bertahun baru Imlek yang semarak, OK... tapi yang diambil makna kebersamaannya, karena itu kesempatan berkumpul keluarga besar dan berbagi. Maunya nggak dibiasakan Imlek itu identik dengan ang paw, walaupun rasanya memang akan cukup susah karena lingkungan sudah terkondisikan seperti itu, tapi mudah-mudahan dengan pengertian yang ditanamkan dari kecil bisa membantu. Angpaw juga tidak dilihat besar kecil nilainya, pokoknya berapapun yang didapat harus disyukuri, kalaupun tidak dapat ya nggak perlu ngomel-ngomel. Hmmm ini beneran lho, ada ortu yang mama liat suka nanya ke anaknya, dapet berapa dari tante ini? dikasi berapa sama oma yang ini? trus kalo menurut dia kecil nilainya, dikomentarin... huuuu pelit.*glek* Mama papa nanti gak boleh seperti itu yaaa, nakal itu namanya!! hahahaha Kalau sekarang sih Bodhi gak peduli dapet angpaw atau nggak, wong dikasi aja dia ngga mau ambil tapi suruh mamanya yang terima, sampe dikatain "aneh!!" hehehe yah namanya juga anak kecil, dia gak mau ribet kali bawa-bawa, enakan juga bawa mainan atau makanan kekekeke.
Nah selain Imlek yang meriah, maunya juga anak-anak papa mama bisa merayakan tahun baru dalam suasana yang berbeda, seperti Nyepi. 180 derajat berbeda dari perayaan tahun baru pada umumnya. Tentu kalo dijalankan dengan benar ya... walaupun mama papa juga gak 100% menjalankan 4 tapa brata penyepian, tapi akan selalu berusaha menjadikannya 100% dari tahun ke tahun. Memang dengan kehadiran bayi/anak kecil, mungkin harus membuat beberapa kompromi tapi mudah-mudahan tidak dijadikan alasan yaaa tapi memang karena kondisi yang tidak memungkinkan.
Kalau diajak merayakan tahun baru Masehi, hmmm sepertinya belum terpikir tuh. Secara sampe sekarang aja record mama dan papa merayakan tahun baru itu cuma sekali pas pergantian ke tahun 2000. Itupun karena dapat undangan di Grand Hyatt, dan waktu itu kepikirnya namanya rejeki jangan ditolak hehehe sekalian pengen jadi saksi sejarah pergantian tahun 2000. kalau ada yang seru-seru setidaknya kita ada disana jadi saksi mata, tapi hmmm ternyata ya biasa-biasa aja tuh, setelah makan-makan, nonton show nyanyi. tiup-tiup trompet ucapin selamat tahun baru, trus udah deh pulang... Hmmm segitu doang?? mendingan tidur di rumah kekekekek. Tapi yah namanya pengalaman, tetap patut disyukuri. Dan sekarang, kalo ditanya 'tahun baruan dimana?' di bali!! hahaha memang tinggalnya di Bali kok..... Tapiiii kalo ada undangan gratis ngerayain tahun baru di luar negeri, mau siiiiy ga nolak ya naaaak. Soalnya intinya bukan ngerayain tahun barunya, tapi jalan-jalan gratisnya wkwkwkwkwk.
Akhirnya, selamat tahun baru ya buat semua yang merayakan dan kebetulan nyangkut di tulisan ini. Damai selalu di hati manusia dan semesta. Semoga semua mahluk hidup berbahagia.

Friday, January 8, 2010

Sekolah-sekolahan

makan bersama di sekolah



di pojok bermain

Sejak genap umur 2 tahun Bodhi udah masuk sekolah-sekolahan :D bukan sekolah untuk belajar baca tulis hitung gitu, tapi lebih biar dia bersosialisasi dengan anak yang sebaya atau kurang lebih seumuran lah sama dia. Karena kami tidak tinggal di kompleks perumahan, jadi waktu untuk bertemu dan bermain dengan anak sebaya termasuk langka buat Bodhi. Makanya kalau ada kesempatan ketemu saudara atau teman dia seneeeng banget, apalagi kalo ada tamu yang menginap di rumah, keliatan deh happy nya. Makanya dari sebelum Bodhi 2 tahun udah nyari-nyari tempat bermain yang dekat rumah. Cukup banyak sih, tapi kalo yang lokal semacam TK gitu anak-anaknya udah kegedean dan terlalu 'belajar' sepertinya. Banyak juga play group yang dimiliki expatriate yaaaa katakanlah yang international, tapi biayanya menggedor kantong hehehe. Trus pengalaman jadi guru dulu, sekolah mahal belum tentu bagus juga. Kadang cuma mamerin fasilitas, tapi dalam proses belajar mengajarnya masih bagusan Bodhi belajar sama mama deeeh.




Akhirnya dipilih sekolah di Red Rocket yang ada playgroup dan kindergarten nya. Mereka menerima murid dari usia 1.5 tahun, jadi semacam tempat penitipan anak juga ya kekeke. Yang enaknya bisa bayar per kedatangan aja, tapi pastinya lebih murah sih kalo bayar full time. Cuma dengan kondisi sekarang ini, yang masih uji coba dulu, lebih enak bayar per datang.




Pas hari pertama sekolah Bodhi sih nggak takut ketemu temen-temen barunya. Temen-temennya juga heboh menyambut Bodhi, "hey look....new student....whaaa a baby!!!" hahahaha belagu ah seperti mereka bukan baby aja, walaupun setelah ditanya ke teacher nya, Bodhi memang umurnya paling kecil, pas 2 tahun.




Hari pertama sekolah, belum mau ditinggal tuh, jadi deh mamanya ikut sekolah dari jam 9.30 sampe 12.30. Hari-hari berikutnya juga belum mau ditinggal, paling sedikit demi sedikit mama ngumpet, paling lama ngumpetnya 1 jam, tapi habis itu ditelponin teacher karena Bodhi nangis wkwkwkwk. Trus pas ditanya, kenapa Bodhi nangis? dia jawab:"mamam...." haiyaaaa lapar dia!! Tapi memang sih selama sekolah jam makannya jadi maju, biasa jam 12an jadi jam 11. Untungnya sekolah membolehkan tidak harus pas jam makan, karena pas awal masuk juga ditanya biasa makan siang jam berapa, kebiasaan makannya gimana, ada alergi nggak. Walaupun makan siang mesti bawa sendiri, tapi sekolah katanya nggak mau tanggung resiko karena kadang ada yang bagi-bagi makanan di sekolah.

Tapiii karena Bodhi masuknya menjelang libur natal dan tahun baru, baru beberapa hari sekolah udah kena libur panjang hehehehe. Mestinya sih 6 januari kemarin start masuk sekolah, tapi mama masih mabok-mabok an nih, mana ada jeda panjang berarti Bodhi mesti adaptasi lagi, dan berarti mama mesti nungguin lagi. Duh gak sanggup, karena di sekolah juga gak ada tempat untuk nunggu. Selain itu mesti buru-buru siapin bekal sekolahnya, duh masak aja masih ogah-ogah an gini. Mudah-mudahan sih nggak lama lagi Bodhi bisa sekolah lagi ya....

Oh ya kalo sekolah Bodhi lebih gampang tidur siangnya, udah kecapean kali ya. Jadi begitu masuk ke mobil, duduk di car seat kena hembusan AC, pules deh. Jadi diakalin juga, ganti baju dan lap wajah dan badan di mobil aja, daripada dia tidur dengan baju bekas dipake ke sekolah dan muka berdebu.

Kesimpulannya sih mamanya ikutan seru dan heboh anaknya sekolah, karena pengalaman terakhir nungguin di TK tuh jaman adik bungsu mama masuk TK :D

Sunday, September 27, 2009

Main ke Pasar

Libur lebaran yang lalu Bodhi dan Kakak Dika, mengunjungi Kumpi di Karangasem. Kumpi itu sama dengan buyut, jadi ini nenek nya mama. Karangasem itu sebuah kabupaten paling timur di Bali, tahu Pantai Amed, Candi Dasa, Pura Besakih, Pelabuhan Padang Bai??? Nah itu adanya di karangasem. Kumpi tinggalnya di Amlapura, ibukota nya Karangasem. Persis di pinggir pasar, pusat keramaian di sana :P Bodhi seneng banget main di sana selain karena bareng kakak Dika, juga karena bisa ngobrak-abrik lapak-lapak mainan di depan kiosnya kumpi :P (hmmmm mama jadi inget masa kecil kalo liburan panjang sekolah paling seneng ke rumah kumpi karena bisa jualan. Nimbang beras, jualan permen, jualan sembako. Seneng deh!!!
Nah kalo Bodhi seneng banget karena banyak lapak penjual mainan, mainannya murah-murah tapi sehari langsung rusak hehehe. Bodhi beli "mowbil Bob" a.k.a Traktor di Bob The Builder, juga beli "pesawak" Garuda Indonesia. Cukup dengan 15rb rupiah saja udah dapet 2 mainan, walaupun sekali banting langsung buyar spare part pesawatnya hahahaha.


Pake topi kebalik gini, keliatan bandel ya. Preman pasar!!! hahahaha


Ik Mang stress, takut dimarahin pedagang mainan karena lapaknya diobrak-abrik, atau stress mesti bayar total kerusakan yak???

Ditenteng Kemana-mana

Mungkin nggak ya ini cuma kebiasaan anak cowok. Soale seinget mama, dulu adik mama yang cowok yang punya kebiasaan bawa mainan/benda favorite kemana-mana. Mandi ama pup aja maunya dibawa juga. Bodhi juga begitu belakangan ini, kalo pindah lokasi syuting -eh salah ya- main, atau pindah ruangan, pasti deh tangannya penuh. Kadang bisa bawa 3 mainan di tangannya. "Mowbil awak.... pesawak awak...". Kalo dibilangin,"jangan dibawa semua, kan repot dan penuh tuh tangannya....". Dijawab Bodhi "ga mawu....awak....awak...".

Duh, akhirnya mama yang kesian liat Bodhi ribet bawa banyak barang. Akhirnya mama kasi kresek, jadi tinggal masukin semua trus tenteng deh. Lebih gampang kan??? Jadi deh, ditenteng kemana-mana tuh tas kresek, ck...ck...ck...

Tuesday, September 15, 2009

Choo Choo Train dan Jagung





Heeee judul yang nggak nyambung.
Cu cu tein itu sebutan Bodhi kalo ngeliat gambar kereta api. Dan ternyata dia berkreasi sendiri menciptakan cu cu tein nya sendiri. Berkolaborasi dengan si Miki. Awalnya mama nggak ngerti dia ngapain, sampe akhirnya dia dengan girangnya manggil mama, "mama....mama....cu cu tein...". Oalah main kereta api kereta apian toh maksudnya....hehehehe

Trus kalo si jagung, bikin mama nyadar kalo anak mama udah bisa request pengen makan apa hihihi dan inget nagih janji. Gara-gara liat The wise hen di donald duck jadul, yang bertanam jagung, trus panen jagung, trus masak si jagung jadi bermacam-macam makanan. Bodhi ternyata ngiler, trus bilang: "mama....agung... maem". Trus mama tanya,"Bodhi mau jagung??" Dijawab,"mau...mau...mau....". Lalu tibalah saat makan siang, Bodhi narik high chairnya yang sedang diangin-anginkan deket kamar mandi sehabis dicuci, didorong ke posisi sebelah meja makan, trus nagih "mama jagung....". Waduh untung memang hari itu ada ngukus jagung, jadi deh makan siang ditemenin jagung dan habis satu bonggol kecil itu. Dan makannya juga kudu gaya si wise hen, seperti megang harmonika gitu. Dan gara-gara ada request jagung, mama jadi ada ide bikin menu makan dari jagung buat Bodhi.

Bahannya begini:
- 1 buah jagung manis, ambil bijinya (bonggolnya gak usah hehehe)
- 1 siung bawang putih
- 1 sdm irisan bawang prei
- 1 bh telur ayam kampung
- susu UHT secukupnya
- garam, merica secukupnya
- wortel secukupnya yang dipotong dadu kecil-kecil
- 2 bh buncis yang diiris tipis-tipis
- oat (pengganti terigu)

Caranya:
campur semua bahan, masukkan dalam wadah tahan panas, kukus sampe mateng. Udah jadi deh. Gampang kan???

Sayang foto makanannya ga ada, udah keburu dimakan yang punya makanan. Eh ya buat kita yang gede juga enak, ditambahin sambel botolan (tapi katanya gak bagus yak sering2 makan sambel botolan gitu, tapi sekali-sekali gapapalah hihihi).

*kenapa ya lensa kameranya bureeeeem

Sunday, August 9, 2009

All about him

Bodhi makin lucu tapi juga makin perlu extra perhatian. Karena makin aktif (perasaan dari dulu sih aktif banget, tapi sepertinya sekarang udah aktif, kreatif pula.) Makin perlu extra perhatian, karena sekarang nggak sekedar perlu ngasi makanan sehat aja tapi makanan mental yang sehat, baik dan benar. Mama takuuuuut banget salah ngasih arahan, karena mama ngga mau menyesatkan Bodhi.

Sekarang Bodhi udah bisa nyanyi lho, tik tik bunyi hujan dan naik-naik ke puncak gunung. Walaupun masih belum ber-nada, tapi dia sudah hapal urut-urutan katanya. Dulu-dulu cuma ngikut buntutnya. Misalnya, bunyi huuuu.... dijawab Bodhi: Jannnnn.
Nah sekarang dia udah bisa dari awal mulai sendiri dan lanjut sampai selesai (dengan catatan lagi gak males, kalo males dia cuma nyanyi setengah lagu hehehe). Oh ya, sekarang pake efek echo segala lho. Misalnya: naik...naik...uncak unung nung nung nung....., ninggi-ninggi kayi yi yi yi :))
Kalo liat gitar mainannya, dia langsung ambil dan jreng...dipetik gitarnya (mangga kaleeee dipetik), trus bilang Upa...Ingak... Kadang juga kalo ada yang nyanyi tak gendong, dia nyaut: mana....

Soal berhitung juga udah bisa, dari satu sampe sebelas hahahaha soalnya habis sembilan langsung se...beyassss bukan sepuluh. Dan ada beberapa angka yang dia hilangkan, lupa!!! hihihi Selain itu dia bisa juga: wan tu tri fo five TEN!!! lompatnya ngga kira-kira, langsung TEN. tapi soal berhitung ini dia belajar dari dvd mickey mouse sih, bukan mama yang ngajarin (mama kecolongan nggak sih kalo begini artinya???)

Tiba-tiba berbahasa Inggris juga, ketahuannya pas lihat gambar bebek dia bilang, mama...bebek.. duck. Heeeeeee? belajar dari si Miki lagi deh ini kaya'nya. Kalau bilang makasi juga dua bahasa, makasyi...teng cu.... Hihihi lucu. Tapi tetep aja masih ada yang dianggap kurang, soalnya pas pulang Palembang kemarin, mama dicomplain, kok nggak ngajarin bahasa Mandarin juga, yeeee mamanya aja gak bisa hahahaha. Itu tanggung jawab papa deh sepertinya.
Kalau anak lain menolak-nolak pake diapers, eh si Bodhi belakangan ini kalo pake celana sehabis mandi maunya pake diapers. Dia bakal nangis-nangis, papes mama papes.... mungkin karena selama ini pake diapers pas keluar rumah aja, jadi dia pengennya dipakein diapers dan itu artinya dia pengen jalan-jalan. Hayaaah kalo yang ini salah asuhan deh kaya'nya, mamanya tukang jalan-jalan hahahaha.

Dan satu cerita lagi, baru hari ini nafsu makannya kembali normal. Setelah sekitar 2 mingguan ngga enak makan. Mungkin karena tumbuh gigi borongan buanyak banget. Dan juga mungkin kecapean jadi tour guide. Ikut nemenin saudara2 yang dari bulan juli kemarin banyak berkunjung ke Bali. Mungkin karena keseringan di mobil dan banyak melihat hal-hal baru jadi gak inget makan. Dan jadi iteman karena saking seringnya di bawah matahari, mau gak mau kalo di mobil duduk di depan, karena di belakangan udah penuh penumpang.

Ya ya ya segitu aja cerita tentang Bodhi, kalo mau diceritain semua rasanya gak habis-habis. Maklum namanya juga tentang anak, emak-emak yang lain begini juga kan???? hehehehehe

Sunday, July 5, 2009

Berenang Lagi...

Sudah sebulan Bodhi nggak diajak ke Desa Seni untuk berenang. Mungkin gara-gara itu, pas mau dicemplungin ke kolam dia seperti kurang happy gitu, cuma mau duduk di pinggir kolam. Waktu mama ajak turun ke kolam, dia cuma bilang "ngak...dodok...dodok...". Padahal biasanya, mama yang panik kalo Bodhi udah liat kolam, panik karena anaknya maen ngibrit dan mau nyemplung ke kolam aja.
Setelah semua rayuan dikeluarkan, termasuk dibantu bapak-bapak petugas disana dengan ngumpulin semua bola dan ban berenang, akhirnya dia mau juga nyebur dengan sedikit mengernyit. Heheheh dingin kali yaaah, padahal udah jam 9 pagi.
Setelah nyebur ternyata nggak semudah itu juga bikin Bodhi mau main di air, main bola lempar mau, tapi curang nggak mau bergerak dari tempatnya. Kalo mau jalan juga mesti dipegangin. Tapi ternyata nggak berapa lama Bodhi mulai menikmati. Di "terbang-terbangin" di air, seneng banget, trus perutnya disangga, eh dia bisa ngapung juga. Walaupun kadang inget kadang nggak untuk goyang-goyang kakinya. Saking senengnya ngga mau berenti dan selalu bilang "agi...agi..".
Nggak kerasa berenangnya udah hampir sejam, daripada gosong akhirnya diajak pulang deh tapi sebelumnya menikmati yoghurt muesli dan air mineral.
Senang yaaaa...mudah-mudahan bisa tiap minggu ngajak berenang, alias mama dan papa nggak sok sibuk banyak acara :P
Eh ya Bodhi terkenang banget dengan si bapak penjaga kolam, kalo ditanya kemarin Bodhi berenang dimana? Dia jawab,"bapak...bapak...daaah bapak...bye-bye..." hehehe nggak nyambung ya pertanyaan dan jawabannya.


bola-bola pancingan


terbang di air


cieeeh udah berani lepas tangan

Monday, June 15, 2009

Antara Tik, Tak dan Tok

Ini soal kosa kata Bodhi. Seperti umumnya anak kecil, mereka punya kosa kata sendiri yang terkadang suliiiit dimengerti, namun dengan sedikit imajinasi mama akhirnya bisa paham juga :)

Dari dulu kalo bilang sesuatu benda yang ada hubungannya dengan air, Bodhi akan bilang tik tik. Hujan, kolam, air mancur, ember, pantai = tik tik

Nah sejak dia senang main kuda-kudaan pake bantal, untuk kuda dikasilah nama: tik tak. Mungkin karena mama sering nyanyi tuk tik tak tik tuk naik kereta kuda.

Dan sejak kemarin ada yang baru lagi, kalo ditunjukin gambar arloji atau jam dinding di flash card nya, dia cuma senyum aja. Mungkin belum keluar aja ya kata-katanya, tapi dia udah tahu itu jam. Nah kemarin itu dia nunjuk jam dinding di rumah, sambil bilang: mama...tik tok. Aha....ternyata dia inget kalo mama nunjukin jam di flash card, mama selalu bilang: ini jam... bunyinya tiktok tiktok...

Hehehe ternyata yang diinget tik tok nya.