Showing posts with label cerita bodhi. Show all posts
Showing posts with label cerita bodhi. Show all posts

Friday, August 10, 2012

Belajar Bersama ya Nak

Apa kabar Bodhi? Si sulung saya yang belakangan ini kok jadi makin manja ya sama mama? Bobok pengennya dipeluk mama dulu. Sebelum berangkat sekolah, walaupun sudah mandi dan rapi berganti baju, tapi masih ogah-ogahan turun dari kamar. Mesti mama jemput dulu ke kamar. Ohya Bodhi kalau mandi pagi dimandiin papanya, pokoknya sampe rapi. Mama cuma siapin aja pakaian seragamnya. Soalnya kan mama pasti udah bangun duluan, trus mesti beres-beres juga siapin sarapan. Papa yang bangun kemudian langsung mandi, setelah papa beres langsung mempersiapkan Bodhi. Bagi tugas lah ceritanya,supaya semua happy hahaha.
Kalau dari pencapaian di sekolah, saya dan papanya senang-senang aja :) Karena kami memang gak pernah masang target apa-apa, pokoknya Bodhi mesti happy di sekolah jadi otomatis pasti happy belajar. Dan Bodhi sudah memberikan hasil terbaik yang dia mampu, termasuk penilaian sebagai anak yang menyenangkan, yang siap membantu dan berbagi, have such a huge heart kata gurunya. Menurut instruksi dan peraturan, berbakat di menggambar dan punya daya ingat yang baik untuk semua hal yang sudah dipelajari. Kalau dari penilaian per mata pelajaran, mayoritas nilainya A, bahasa mandarin rata-rata B mungkin ya, karena dari 3 point dalam bahasa mandarin dia mendapat 1 nilai A, 1 nilai B dan 1 nilai C. Nilai C nya ini untuk menyebut anggota tubuh dalam bahasa mandarin :) Selebihnya nilainya A dan B. Terima kasih sayang untuk usahanya :)

Nah sekarang Bodhi sudah Kindergarten 1, TK Kecil gitu deh. Karena Bodhi usianya nanggung, tapi saya sih tidak pernah mempermasalahkan. Buat apa sih sekolah buru-buru, yang penting happy lah hehe. Sejak K1 ini Bodhi sekolah pagi, walaupun seminggu pertama sempat ikut kelas yang siang, tapi karena yang siang hanya Bodhi sendirian sementara kelas pagi ada 4 orang teman, saya pikir akan lebih baik kalau dia mulai ada teman sekelas, setelah sebelumnya di Playgroup dia hanya sendirian, tapi saat kelas mandarin dan komputer digabung dengan teman-teman lain di kelas yang lebih besar. Dalam pertimbangan saya, dia akan belajar untuk menunggu giliran, belajar berbagi, dan berkomunikasi juga menjadi lebih aktif karena anak-anak di kelas yang pagi itu 3 dari 5 anak adalah anak-anak yang berbahasa Inggris aktif. Oh ya saya memang bukan ibu yang ketat bahwa anak hanya belajar bahasa Indonesia, saya malah tidak apa-apa kalau anak-anak saya berbicara dengan banyak bahasa selama mereka menikmati bukan karena dipaksa. Contohnya, di rumah mereka berbahasa Indonesia, di sekolah mereka berbahasa Inggris, ketika bertemu kakek nenek dari pihak papa mereka boleh berbahasa Mandarin, ketika dengan ibu saya mereka saya perbolehkan diajak berbahasa Bali. Saya tidak memaksa orang lain yang harus menyesuaikan diri dengan anak-anak saya, tapi sebaliknaya saya juga tidak memaksa anak-anak untuk menyesuaikan bahasa dengan orang lain. Bingung ya? Hmm tapi kayaknya anak-anak itu sudah alamiah ya, mereka bisa menyesuaikan diri. Kadang mereka memang berbicara campur-campur jadinya. Tapi saya tetap tidak menyalahkan, soalnya kalau saya menyalahkan sama juga dengan memaksakan, kalau saya minta mereka hanya berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia (halah kok jadi sumpah pemuda gini hahaha) ya tetap nggak enak di mereka juga kan, kalo mereka bisa ya kenapa nggak?? Kalo  mereka nggak mau ya sudah pasti mereka menolak secara alami juga. Diikutin gimana enak anaknya ajalah, saya nggak mau terlalu ikut teori ini itu, selama anak menjalaninya dengan senang dan itu tidak berbahaya, saya ikut mengalir saja.
Nah soal jam sekolah pagi ini, awalnya saya sempat khawatir karena Bodhi adalah anak yang sangat susah bangun pagi, tapi ternyata hanya dengan sekali bujukan "kalau sekolah pagi banyak temannya", Bodhi belum pernah bolos karena telat bangun :) Dia hampir selalu bersemangat untuk ke sekolah, bahkan sewaktu demam sehari seminggu yang lalu, begitu badannya enakan dia minta masuk sekolah lho. Ini yang saya harapkan dari dulu semenjak Bodhi belum sekolah, kalau dia bersekolah dengan senang bukan terpaksa :) Semoga seterusnya begitu ya Bodhi. Oh ya Bodhi kan role model Citta adiknya, kalau Bodhi semangat sekolah semoga Citta juga mencontoh yang baik seperti ini :)
Di K1 ini Bodhi sudah mulai diajak membaca buku, dan saya kaget aja dong pas iseng-iseng saya ajak dia baca-baca buku ceritanya yang didapat dari sekolah, dia bilang "Sini Ma, Bodhi yang baca in buat Mama". Oh ok, saya pikir dia hanya gegayaan, ternyata dia bacain saya satu buku dari awal sampai selesai :) Mungkin menghapal, tapi menghapal satu buku tetap bikin saya kaget hahaha. Dan dia tidak membaca cepat seperti layaknya menghapal, dia lihat dulu dua huruf pertama lalu dbaca dengan benar. Saya senang tentu saja dan merasa perlu memberi apresiasi kepada ibu guru yang sudah membuat Bodhi mampu membaca satu buku cerita. Saya tahu itulah kebahagiaan seorang guru, ketika muridnya membuat sebuah pencapaian. Maka saya email gurunya, dan tentu saja Ibu Guru senang dan bilang "It's mean a lot for me, mum".  Dan untuk minggu ini Bodhi sudah belajar tentang tema baru lagi yaitu makanan dan minuman, berarti buku ceritanya pun sudah berganti lagi dan di hari kedua saya iseng lagi minta dia membaca dan dia mampu membaca sampai selesai. Ya tentu sekolah bukan hanya tentang membaca ya, tapi kalau mau diceritakan semua ya bisa gak habis-habis, ini saya highlight saja tentang membaca karena salah satu hal yang saya anggap saya tidak akan mampu ajarkan sendiri di rumah, salah satunya adalah membaca :D Kalau berhitung, tadi pagi-pagi sebelum sekolah saya iseng aja sih nanya, kalau mama punya pesawat 5 trus yang 2 belum landing di airport, berarti di airport baru ada berapa pesawat Bodhi?? Dan setelah dihitung, dia jawab : tiga mama :D
Lalu mengenai les musik. Bodhi baru saja selesai ujian Junior Music Class 1 dengan hasil baik. Padahal itu anak ya udah bikin mamanya deg-deg an karena kalo latihan banyak gayanya. Tapi pas ujian, kok bisa dia serius dan berhasil. Yang jadi catatan, diminta berani menyanyi lebih keras. Kalau penilaian permainan keyboard, menyanyikan dan mengenali notasi, penilaiannya sudah bagus. Kalau menurut saya, soal menyanyi keras itu karena dia masih ragu, takut salah. Karena memang lyric nya itu agak rumit tidak seperti lagu anak pada umumnya. Jadi Bodhi terlalu berhati-hati. Soalnya kalau dibilang takut menyanyi keras, pas di acara kenaikan kelas di sekolah dia nyanyi You Are My Sunshine sama gurunya (Bodhi nyanyi, gurunya main gitar), suaranya keras lho. Karena dia memang sudah yakin dan lyricnya mudah bagi dia. Tapi gapapa kok nak, Bodhi sudah melakukan yang terbaik. Dan tahu nggak sih kalo Bodhi ngerasa udah bikin saya senang (dia ngerti banget perubahan air muka saya tanpa perlu mamanya banyak bicara), dia yang nyium saya lho bukan saya yang nyium dia :D Sambil bilang gini, Bodhi pinter ya ma? Mungkin saking girangnya mamanya nggak cemberut hahaha.
Dulu kalau saya dengar cerita orang-orang tentang hebohnya anak mau ujian, hebohnya bikin pe-er, saya sudah sering membatin, kalau saya nanti bagaimana ya? Orangtua yang seperti bagaimanakah saya? Apakah akan banyak menuntut? Apakah saya akan ikut panik atau santai saja? Setelah saya mengalami sekarang, saya sendiri belum bisa menilai saya ini sudah menjadi orangtua yang bagaimana. Anak saya merasa bahagia nggak dengan cara orangtuanya mendidik dia. Dan memang sepertinya terlalu dini kalau berani menilai sekarang ya. Perjalananan masih jauh, masih banyak kondisi yang bisa terjadi. Pokoknya anak belajar ya orangtua belajar juga.  Tapi setidaknya sepanjang perjalanan saya belajar dengan anak-anak, terlalu berlebihan itu nggak baik ya memang hehehe. Terlalu santai yang nggak bagus, terlalu keras ya juga nggak bagus. Jalan tengah memang paling pas, nah pe-er nya kapan kita tahu itu sudah jalan tengah terbaik? Ya itu memang nggak bisa dikasi point-point tertentu. Beda kasus beda solusi, beda waktu beda lagi solusinya. Untuk kasus yang sama, jika setahun yang lalu bisa diatasi dengan solusi A, makan untuk saat ini belum tentu bisa lagi bisa diatasi dengan solusi A. Pokoknya belajar terussss deh judulnya.

Friday, April 27, 2012

BodhiCitta featured @The Urban Mama

Iseng-iseng submit cerita tentang Bodhi dan Citta ke The Urban Mama dan dimuat hari Kamis yang lalu. Pengen belajar nulis yang lebih rapi dan baik. Makanya coba-coba submit ke forum yang ada editornya, mungkin selanjutnya mesti lebih rajin lagi nulis. Semoga :D


Saturday, April 14, 2012

Good Idea, Bodhi.

Tadi sore mama dan Bodhi pergi berdua nyari kostum untuk acara Racial Harmony di sekolah sabtu depan. Belum dapet sih kostumnya, karena bingung mau pake kostum negara mana ya. Dress code nya sih traditional costume atau favorite costume. Nyari-nyari di toko sepanjang seminyak, kebanyakan nemunya kostum penyihir, pirate, princess dan yang serem-serem gitu deh yang biasanya dipake pas Halloween. Trus mehong aja gitu harganya, ish makin males. Soalnya saya males sih beli mahal-mahal kepakenya juga jarang kan, trus kalo dipake berkali-kali kostum yang sama kok rasanya gak kreatif ya. Pengennya sih yang murah meriah (bikin sendiri juga gak apa) tapi unik nggak pasaran. Mungkin nanti bakal bikin sendiri atau mentok-mentok pake Chinese costume kali yah hihihi standard banget.

Owiyah tadi pulang dari shopping (tetep shopping dong, kan dapet belanja sepatu sekolah buat koko dan baju ultah buat dedek Citta, ehm perasaan ultahnya masih 3bulan lagi aja gitu udah beli dari sekarang haha ketauan cari alasan) kita mampir makan sushi dulu. Nah pas makan sushi minumnya ice green tea (free flow nih minumnya kalo disana. penting yaaa sampe disebut hehe). Nah si koko ini suka banget kan sama es batu, jadi kalo ada kesempatan makan di luar dan mesen ice tea, pasti yang dia cari esnya. Trus tadi itu esnya kegedean jadi gak bisa diemut sama dia. Eh trus dia bilang gini dong: "Bodhi punya ai-di-ye ma.Bodhi biarin aja dulu esnya direndam air teh. Jadi nanti dia mencair dan jadi kecil. Baru Bodhi bisa makan esnya." Hehehehe iya iya, good idea itu ko.. :D

Sunday, April 1, 2012

Bodhi Mau Mencoba Lebih Baik Lagi

Sabtu kemarin Bodhi ikut coloring competition di sekolah. Selain siswa sekolah, ada juga banyak peserta dari luar sekolah. Selama semingguan guru kelasnya sudah sounding ke Bodhi kalau dia akan join the competition. Persiapannya? Nggak ada persiapan, hehehe. Paling-paling Bodhi mewarnai seperti biasa aja di rumah, itupun gambar-gambar pilihan yang dia suka, yang mana saat ini adalah Angry Birds serta Pocoyo and friends. Oh ya mengenai progress mewarnai ini, saya sih cukup gembira dengan perkembangan Bodhi. Dari yang awalnya tidak mau sama sekali mewarnai gambar (kalau menggambar sih dia seneng banget), lalu mau mewarnai sedikit, sesukanya dia dan nggak pernah selesai #sigh. Dan yang belakangan ini dia akhirnya mau mewarnai sampai selesai dan cukup rapi. Itu saya lihat dari hasil-hasil kegiatan dia di sekolah selama seminggu yang rutin diberikan kepada orang tua. Dia mewarnai gambar tangan di kelas mandarin dengan rapi dan penuh :) #good boy. Jadi begitu ada pengumuman akan ada lomba mewarnai, saya ngerasa nggak perlu lah ngelatih dia secara khusus toh juga lomba ini buat fun aja, kalo menang syukur (errr walaupun saya nggak yakin bisa menang hihi), kalo nggak menang ya buat nambah pengalaman berlomba aja.
Nah akhirnya di hari lomba, Bodhi semangat sekali pergi ke sekolah membawa crayon dan meja gambar. Sampai di sekolah semakin exciting karena banyak anak-anak lain juga yang belum dia kenal. Selama lomba pun saya tidak menunggui karena dipesankan oleh para guru untuk menunggu di luar (tapi ternyata selain Bodhi semua peserta malah ditunggui di sebelahnya oleh para orang tua ataupun pengantar :P) Kesian juga sih ngeliat Bodhi di dalam sendirian, tapi akhirnya dia ditemani salah satu guru juga. Bodhi cepet banget menyelesaikan gambarnya dan setelah dilihat, warnanya biru aja gitu semua hihihi. Oh iya gambarnya itu berupa Dolphin di dalam samudera. Waktu saya tanya, kok nggak colorful mewarnai gambarnya? Dia bilang, iya ma dolphin di dalam laut kan memang biru semua. #oh ok...
Ya seperti yang diduga sebelumnya, Bodhi nggak menang hihihi. Pas awal dipanggil para juaranya, dia masih santai-santai nanya kok dia nggak dapet trophy. Nah pas salah satu temen main di sekolah ternyata dapat salah satu juara,eh Bodhi nangis dong! Hehehe saya nggak nyangka juga kok dia bisa nangis. Dia bilang, kenapa dia nggak dapet trophy? Trus nangis sesenggukan. Tapi akhirnya kita berusaha jelasin kenapa dia nggak dapet throphy, itu karena Bodhi disuruh latihan mewarnai yang lebih bagus lagi dari yang ini. Nanti diulangi lagi ya ikut lombanya.... Dan akhirnya dia mau diam dan terhibur mendapat piala mungil dari kayu atas partisipasinya dalam lomba (semua peserta yang ikut tapi tidak menang mendapat trophy ini.)
Saya pikir, dia sudah lupa dengan kekalahannya. Ternyata selama di mobil dia bilang begini. "Nanti Bodhi ulangi lagi mewarnainya. Bodhi harus mewarnai yang bagus dan colorful biar Bodhi dapat trophy yang panjang dan kuning warnanya." Hehehe dan dia ngomong itu terus sampai hari ini.
Cukup berharga ternyata pengalaman lomba kemarin. Bukan piala yang didapat tapi semangat untuk selalu mencoba menjadi lebih baik lagi yang dipahami Bodhi. Semoga semangatnya bertahan ya Nak. Love youuuuuu my Valentine :)

Tuesday, March 20, 2012

My Valentine


Awalnya Bodhi memeluk saya erat dari samping.
Saya bertanya, "kenapa koko tiba-tiba peluk mama?"
Dan Bodhi menjawab,"Karena Bodhi sayang mama. We are Valentine ma."
Aiiih, antara senang dan bingung. Bingungnya, tahu dari mana dia kalau Valentine itu identik dengan kasih sayang. Dan harus berpelukan :)
Love you my Valentine :)

Monday, March 19, 2012

Bodhi, si anak sedang bershio Angry Birds

"Bodhi bukan anak kecil ma, bodhi anak sedang."
"Mama, Bodhi nggak bisa ambil gelasnya, Bodhi masih anak medium."
Heee apa pula itu anak sedang, anak medium?? Ada anak kecil, anak besar, dan buat Bodhi ada istilah anak sedang. Bagi Bodhi, dedek Citta itu anak kecil atau baby, papa mama itu orang besar, kalo Bodhi ya anak sedang :D sepertinya ini gara-gara belajar membandingkan ukuran deh, ada kecil ada sedang ada besar :))

Nah, sekarang itu sudah berganti dong ya masa keemasan Thomas & friends di rumah, digantikan dengan yang hit sekarang Angry Birds. Kemarin itu salah satu saudara ada yang nanya, Bodhi itu shio babi kan ya? "Bukaaaaan, Bodhi shio Angry Birds!!!"
"Heee mana ada ko shio angry birds, koko" kata mama.
"Nggak mau... Bodhi nggak mau shio babi, nanti ditembakin sama angry birds, Bodhi mau jadi angry birds nya aja!"
Oh Ok.

Monday, October 31, 2011

Ngigau makan roti :D

Perlu dicatat di blog ini, penting banget!!! hahahaha apaan coba, padahal cuma soal Bodhi mengigau. Soalnya ini kali pertama dia ngigau sambil acting. Actingnya: makan roti.
Sebelumnya memang Bodhi pernah ngigau sih, tapi sering cuma kayak orang ngobrol atau ngomong sendiri gitu, atau tereak nggak jelas :P Nah kalo yang kemarin itu, awalnya dia ngejatuhin bantal gulingnya, trus saya liat dia turun ranjang ambil bantalnya trus dirapiin tuh tempat tidurnya sama dia, trus abis itu dia ngambil kotak kacamata yang kebetulan ada di meja kecil samping tempat tidur, trus dia ambil dan dia gerogotin seperti biasa gaya dia kalo lagi makan roti, huahahaha.
Antara lucu ama kesian, akhirnya saya minta papa nya ambilin air minum. Soalnya mau diambil gak dikasi tuh "rotinya" huehehe. Akhirnya setelah minum hampir segelas penuh, Bodhi pun kembali tertidur nyenyak.
Hihhihi lucuuuu...

Friday, June 17, 2011

Kencan mama dan Bodhi

Sejak mama berani dan tega gonceng Bodhi naik motor, kita jadi sering kencan berdua. Pergi ke cafe deket rumah, sekedar refreshing berdua makan roti dan cake kesukaan kita. Ssttt tapi sering tanpa minum, soalnya minuman cafe terkadang jauh lebih mahal dari cakenya, jadi kalau sudah haus berarti saatnya kita pulang dan minum di rumah saja nyahahaha (tips jajan enak tapi hemat 50%).
Kalau pergi berdua, mama hanya milik Bodhi,trus dedek Citta jadi tanggung jawab papa dong. Bukan melarikan diri tapi mama merasa yang simple begini cukup untuk membuat suasana berbeda. Me time buat mama??? Nggak usah dipikirkan, karena bagi mama sudah cukup seperti ini. Malah kalo pergi sendiri sekarang berasa aneh (kecuali ke pasar atau kemana aja yang nggak memungkinkan bawa anak-anak). Bahkan kerja mendekorpun, kalau bisa diajak juga berombongan, kan lumayan mereka bisa masuk dan main di hotel berbintang, di villa keren, di restaurant mahal, tanpa mama harus membayar sepeser pun. Dan untungnya dari kecil, anak-anak itu tipe petualang, dibawa kemana hayo aja jarang rewel.

Ini salah satu foto kencan mama dengan Bodhi. Ceritanya nih pulang dari ngambil seragam sekolah, kita berdua mampir ke resto kecil tapi apik deket sekolah Bodhi. Dari dulu udah pengen nyoba, tapi berhubung susssaah parkir mobilnya, akhirnya ga pernah kesampean.Ternyata tempatnya lumayan dan cakesnya juga cukup enak.

Eh ya ada cerita daun mint nih. Bodhi itu kan doyan maem salad atau lalapan. Gak perlu pake dressing, dia krauk aja itu dedaunan. Nah pas waktu itu, ada garnish daun mint nya. Dia bilang,"Bodhi mau makan daunnya, ma." Ya udah, masuk deh tuh daun mint ke mulut koko dan akhirnya,"aaaa paiitttt ma!!!" Wakakaka mama cuma bisa ketawa (makanya gak ada foto pas Bodhi nyuap daun mintnya ke mulut, soale blur karena tangan mama goyang pas moto nya). Duh mama nakal ya, bukannya icip dulu maen kasi ijin aja. Soalnya kan itu daun memang boleh dimakan, cuman gak tau rasanya gimana :P

Thursday, June 9, 2011

seru menempel

Nemu stiker lucu-lucu nih di Depo Bangunan. Pilihannya sih lumayan walaupun gak banyak-banyak banget, tapi semua bagus jadi bikin bingung milihnya. Akhirnya terpilihlah stiker abjad dan stiker mobil-mobilan yang bisa dicorat-coret.

Nah saya ini bukan tipe mama yang rajin menjadwal hari ini bakal belajar apa, minggu ini tema nya belajar apa. Soalnya ada lho temen saya yang rajiiin banget ngajarin anaknya, sampe dicatat rapi di blog nya segala. Karena itu, pas ngajak Bodhi dan Citta nempel-nempel stiker malah jadi berasa seru dan bisa sekalian belajar. Diantaranya nih ya, Bodhi bisa belajar menempel dengan rapi. Karena di baris pertama saya suruh tinggi rendah pasangnya, jadi bisa sekalian ngelatih dia mengikuti instruksi naiiiik dikiiiit, turunin dikit lagi... kalo yang sebelumnya udah lebih tinggi berarti abjad berikutnya harus lebih rendah. Lalu di baris kedua dan ketiga saya minta dia bikin garis lurus. Selain itu juga supaya rapi saya kasi instruksi geser ke kanan atau jangan terlalu jauh harus lebih dekat lagi dari yang sebelumnya. Ih lucu gitu ekspresi si Bodhi kalo dia gak paham instruksinya, hehehe tapi seruuuuw.

Karena yang dipasang abjad ya otomatis sekalian ngetest aja ingatan dia tentang abjad. Dan karena setiap abjad diawali dengan binatang yang namanya berhuruf sama dengan abjad tertentu, jadi sekalian mengenal dan belajar beberapa nama binatang dalam bahasa inggris. Seperti misalnya Newt itu sejenis kadal air (ini juga mamanya baru tahu sih hihi). Nah setelah semua abjad terpasang apalagi kalo bukan diakhiri dengan nyanyi :D Eh ya Citta juga ikutan seseruan gitu, teriak-teriak ketawa-ketawa HAHA.

Oh ya stiker abjadnya itu yang gampang dilepas dan dipasang karena pake semacam selotip tebal di bawahnya, jadi bukan stiker tipis gitu. Nah kalo yang stiker buat corat-coret itu baru deh yang tipis yang seluruhnya nempel di tembok.
Kok berasa promosi jualan stiker ya :D

Berdua lagi seru nempel-nempel. Bodhi nempel, citta nyabut hahaha












Bangga dengan hasil menempelnya :)












Stikernya sudah siap dicorat-coret.

Wednesday, May 18, 2011

Cerita kecoak, umang-umang dan ular

Ini cerita Bodhi dengan kecoak :P Bodhi takuuuut banget sama yang namanya kecoak. Entah ya, takut atau geli, tapi kalo ditanya kenapa takut dia juga gak bisa jelasin. Karena kecoak kan gak gigit tapi kalo nemplok di badan, yuccck mama juga jijik. Kalo ada kecoak, Bodhi bisa teriak berjuta-juta desibel *lebay* bikin gempar seisi rumah. Bahkan melihat gambarnya aja udah bikin dia teriak "mamaaaa KECOAK!!!"

Kalau yang ini ceritanya dengan si Snail, umang-umang berumah biru dengan bintang. Yup, ini sepertinya umang-umang yang dijual seribuan perak, yang di cat warna-warni itu. Kita nggak beli, tapi pegawai kantor ada yang nemu di jalan, trus dikasi ke Bodhi. Bodhi sih pengennya dipelihara sendiri, tapi papa nggak ngijinin karena memang lebih baik dia hidup bebas di alamnya ya. Jadi kita jelasin ke Bodhi, kita harus balikin si snail ke rumahnya, supaya bisa ketemu mama papanya. Nah singkat cerita, kita ajak Bodhi untuk melepasliarkan di pantai kuta, tepatnya di belakang Doscovery Mall, hahaha sekalian jalan-jalan dong. Naaah waktu dilepasin, Bodhi berpesan begini,"bye-bye snail...pulang ke rumah ya, supaya ketemu mama snail, papa snail, dedek citta snail...." halaaaah masa si snail punya dedek namanya Citta juga... Mama yang sebelumnya sempet mellow denger kata-kata perpisahan Bodhi, malah ketawa geli jadinya.

Naaah kalo ketemu kecoak teriak histeris, kalo ngeliat ular malah cool aja. Bodhi cuma bilang,"ma...ada ular ma..." sambil ngeliatin si ular yang meliuk-liuk (halah!!!) di daun kelapa dari balik kaca jendela. Iyaaaa untung dibatasin kaca kalo nggak ya mama udah ngaciiiir hihihi. Tapi mama tetep sih ngasi tahu kalo seandainya ketemu ular sebaiknya Bodhi menjauh aja atau diusir. Dan saat itu juga Bodhi bilang,"shuuuh shuuuh pergi pergi...". Trus nggak lama kemudian nggak tahu kemana deh ularnya, eeeeh malah dicariin sama Bodhi. "Lho ularnya mana Ma??" Trus mama jawab,"udah pergi,kan tadi Bodhi tadi udah suruh dia pergi." Lhaaaa kok Bodhi malah bilang,"ular...ular...siniiiii Bodhi mau liat ular lagiiii...." hoayooooh....