Apa kabar Bodhi? Si sulung saya yang belakangan ini kok jadi makin manja ya sama mama? Bobok pengennya dipeluk mama dulu. Sebelum berangkat sekolah, walaupun sudah mandi dan rapi berganti baju, tapi masih ogah-ogahan turun dari kamar. Mesti mama jemput dulu ke kamar. Ohya Bodhi kalau mandi pagi dimandiin papanya, pokoknya sampe rapi. Mama cuma siapin aja pakaian seragamnya. Soalnya kan mama pasti udah bangun duluan, trus mesti beres-beres juga siapin sarapan. Papa yang bangun kemudian langsung mandi, setelah papa beres langsung mempersiapkan Bodhi. Bagi tugas lah ceritanya,supaya semua happy hahaha.
Kalau dari pencapaian di sekolah, saya dan papanya senang-senang aja :) Karena kami memang gak pernah masang target apa-apa, pokoknya Bodhi mesti happy di sekolah jadi otomatis pasti happy belajar. Dan Bodhi sudah memberikan hasil terbaik yang dia mampu, termasuk penilaian sebagai anak yang menyenangkan, yang siap membantu dan berbagi, have such a huge heart kata gurunya. Menurut instruksi dan peraturan, berbakat di menggambar dan punya daya ingat yang baik untuk semua hal yang sudah dipelajari. Kalau dari penilaian per mata pelajaran, mayoritas nilainya A, bahasa mandarin rata-rata B mungkin ya, karena dari 3 point dalam bahasa mandarin dia mendapat 1 nilai A, 1 nilai B dan 1 nilai C. Nilai C nya ini untuk menyebut anggota tubuh dalam bahasa mandarin :) Selebihnya nilainya A dan B. Terima kasih sayang untuk usahanya :)
Nah sekarang Bodhi sudah Kindergarten 1, TK Kecil gitu deh. Karena Bodhi usianya nanggung, tapi saya sih tidak pernah mempermasalahkan. Buat apa sih sekolah buru-buru, yang penting happy lah hehe. Sejak K1 ini Bodhi sekolah pagi, walaupun seminggu pertama sempat ikut kelas yang siang, tapi karena yang siang hanya Bodhi sendirian sementara kelas pagi ada 4 orang teman, saya pikir akan lebih baik kalau dia mulai ada teman sekelas, setelah sebelumnya di Playgroup dia hanya sendirian, tapi saat kelas mandarin dan komputer digabung dengan teman-teman lain di kelas yang lebih besar. Dalam pertimbangan saya, dia akan belajar untuk menunggu giliran, belajar berbagi, dan berkomunikasi juga menjadi lebih aktif karena anak-anak di kelas yang pagi itu 3 dari 5 anak adalah anak-anak yang berbahasa Inggris aktif. Oh ya saya memang bukan ibu yang ketat bahwa anak hanya belajar bahasa Indonesia, saya malah tidak apa-apa kalau anak-anak saya berbicara dengan banyak bahasa selama mereka menikmati bukan karena dipaksa. Contohnya, di rumah mereka berbahasa Indonesia, di sekolah mereka berbahasa Inggris, ketika bertemu kakek nenek dari pihak papa mereka boleh berbahasa Mandarin, ketika dengan ibu saya mereka saya perbolehkan diajak berbahasa Bali. Saya tidak memaksa orang lain yang harus menyesuaikan diri dengan anak-anak saya, tapi sebaliknaya saya juga tidak memaksa anak-anak untuk menyesuaikan bahasa dengan orang lain. Bingung ya? Hmm tapi kayaknya anak-anak itu sudah alamiah ya, mereka bisa menyesuaikan diri. Kadang mereka memang berbicara campur-campur jadinya. Tapi saya tetap tidak menyalahkan, soalnya kalau saya menyalahkan sama juga dengan memaksakan, kalau saya minta mereka hanya berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia (halah kok jadi sumpah pemuda gini hahaha) ya tetap nggak enak di mereka juga kan, kalo mereka bisa ya kenapa nggak?? Kalo mereka nggak mau ya sudah pasti mereka menolak secara alami juga. Diikutin gimana enak anaknya ajalah, saya nggak mau terlalu ikut teori ini itu, selama anak menjalaninya dengan senang dan itu tidak berbahaya, saya ikut mengalir saja.
Nah soal jam sekolah pagi ini, awalnya saya sempat khawatir karena Bodhi adalah anak yang sangat susah bangun pagi, tapi ternyata hanya dengan sekali bujukan "kalau sekolah pagi banyak temannya", Bodhi belum pernah bolos karena telat bangun :) Dia hampir selalu bersemangat untuk ke sekolah, bahkan sewaktu demam sehari seminggu yang lalu, begitu badannya enakan dia minta masuk sekolah lho. Ini yang saya harapkan dari dulu semenjak Bodhi belum sekolah, kalau dia bersekolah dengan senang bukan terpaksa :) Semoga seterusnya begitu ya Bodhi. Oh ya Bodhi kan role model Citta adiknya, kalau Bodhi semangat sekolah semoga Citta juga mencontoh yang baik seperti ini :)
Di K1 ini Bodhi sudah mulai diajak membaca buku, dan saya kaget aja dong pas iseng-iseng saya ajak dia baca-baca buku ceritanya yang didapat dari sekolah, dia bilang "Sini Ma, Bodhi yang baca in buat Mama". Oh ok, saya pikir dia hanya gegayaan, ternyata dia bacain saya satu buku dari awal sampai selesai :) Mungkin menghapal, tapi menghapal satu buku tetap bikin saya kaget hahaha. Dan dia tidak membaca cepat seperti layaknya menghapal, dia lihat dulu dua huruf pertama lalu dbaca dengan benar. Saya senang tentu saja dan merasa perlu memberi apresiasi kepada ibu guru yang sudah membuat Bodhi mampu membaca satu buku cerita. Saya tahu itulah kebahagiaan seorang guru, ketika muridnya membuat sebuah pencapaian. Maka saya email gurunya, dan tentu saja Ibu Guru senang dan bilang "It's mean a lot for me, mum". Dan untuk minggu ini Bodhi sudah belajar tentang tema baru lagi yaitu makanan dan minuman, berarti buku ceritanya pun sudah berganti lagi dan di hari kedua saya iseng lagi minta dia membaca dan dia mampu membaca sampai selesai. Ya tentu sekolah bukan hanya tentang membaca ya, tapi kalau mau diceritakan semua ya bisa gak habis-habis, ini saya highlight saja tentang membaca karena salah satu hal yang saya anggap saya tidak akan mampu ajarkan sendiri di rumah, salah satunya adalah membaca :D Kalau berhitung, tadi pagi-pagi sebelum sekolah saya iseng aja sih nanya, kalau mama punya pesawat 5 trus yang 2 belum landing di airport, berarti di airport baru ada berapa pesawat Bodhi?? Dan setelah dihitung, dia jawab : tiga mama :D
Lalu mengenai les musik. Bodhi baru saja selesai ujian Junior Music Class 1 dengan hasil baik. Padahal itu anak ya udah bikin mamanya deg-deg an karena kalo latihan banyak gayanya. Tapi pas ujian, kok bisa dia serius dan berhasil. Yang jadi catatan, diminta berani menyanyi lebih keras. Kalau penilaian permainan keyboard, menyanyikan dan mengenali notasi, penilaiannya sudah bagus. Kalau menurut saya, soal menyanyi keras itu karena dia masih ragu, takut salah. Karena memang lyric nya itu agak rumit tidak seperti lagu anak pada umumnya. Jadi Bodhi terlalu berhati-hati. Soalnya kalau dibilang takut menyanyi keras, pas di acara kenaikan kelas di sekolah dia nyanyi You Are My Sunshine sama gurunya (Bodhi nyanyi, gurunya main gitar), suaranya keras lho. Karena dia memang sudah yakin dan lyricnya mudah bagi dia. Tapi gapapa kok nak, Bodhi sudah melakukan yang terbaik. Dan tahu nggak sih kalo Bodhi ngerasa udah bikin saya senang (dia ngerti banget perubahan air muka saya tanpa perlu mamanya banyak bicara), dia yang nyium saya lho bukan saya yang nyium dia :D Sambil bilang gini, Bodhi pinter ya ma? Mungkin saking girangnya mamanya nggak cemberut hahaha.
Dulu kalau saya dengar cerita orang-orang tentang hebohnya anak mau ujian, hebohnya bikin pe-er, saya sudah sering membatin, kalau saya nanti bagaimana ya? Orangtua yang seperti bagaimanakah saya? Apakah akan banyak menuntut? Apakah saya akan ikut panik atau santai saja? Setelah saya mengalami sekarang, saya sendiri belum bisa menilai saya ini sudah menjadi orangtua yang bagaimana. Anak saya merasa bahagia nggak dengan cara orangtuanya mendidik dia. Dan memang sepertinya terlalu dini kalau berani menilai sekarang ya. Perjalananan masih jauh, masih banyak kondisi yang bisa terjadi. Pokoknya anak belajar ya orangtua belajar juga. Tapi setidaknya sepanjang perjalanan saya belajar dengan anak-anak, terlalu berlebihan itu nggak baik ya memang hehehe. Terlalu santai yang nggak bagus, terlalu keras ya juga nggak bagus. Jalan tengah memang paling pas, nah pe-er nya kapan kita tahu itu sudah jalan tengah terbaik? Ya itu memang nggak bisa dikasi point-point tertentu. Beda kasus beda solusi, beda waktu beda lagi solusinya. Untuk kasus yang sama, jika setahun yang lalu bisa diatasi dengan solusi A, makan untuk saat ini belum tentu bisa lagi bisa diatasi dengan solusi A. Pokoknya belajar terussss deh judulnya.
Showing posts with label Bodhi. Show all posts
Showing posts with label Bodhi. Show all posts
Friday, August 10, 2012
Tuesday, October 25, 2011
la la la aku suka musik (semoga anaknya nggak bosen :P)


"Bodhi konsentrasinya bagus... pitch nya bagus. Saya kaget waktu denger Bodhi nyanyi tempo hari, pitch nya tepat banget, nggak seperti anak-anak seusia dia pada umumnya. Dan ritmenya juga sudah bagus".
Itu kata Ms.Lenny guru musik Bodhi tadi sore sewaktu parent meeting. Ah, ijinkan saya melambung bahagia....:)
Kalau tahu bagaimana awalnya Bodhi di kelas musik, maka akan mengerti kenapa saya merasa begitu senang hari ini. Tapi mungkin sebaiknya saya bercerita dulu kenapa saya dan suami memasukkan Bodhi ke kelas musik. Apakah karena kami (tepatnya saya) ingin Bodhi suatu saat nanti jadi komposer atau musikus handal? Ah siapa sih yang tidak ingin? Ingin kan boleh asal tidak memaksa :) Atau kami ingin dia jadi anak jenius karena sel-sel otaknya berkembang sempurna disebabkan rangsangan musik sejak dini??? Hmmm nggak juga sih, karena entah kenapa saya masih merasa jenius itu nggak penting, bijaksana itu yang lebih bermakna. Atau sekedar ikut-ikutan supaya Bodhi ada kegiatan? Hush hush, orang-orang heboh ber blackberry aja saya nggak ngerasa harus perlu punya juga, masak untuk pendidikan anak saya mau ikut-ikutan orang. Jadi apa dong? Naluri! Naluri ibu. Naluri saya berkata, ini penting dan baik untuk Bodhi. Maka begitu saya pikir ini baik, saya akan cari informasi secukupnya (nggak perlu sebanyak-banyaknya karena biasanya saya jadi kelenger sendiri) dan selanjutnya jalankan saja dan lihat hasilnya.
Nah, apa yang terjadi di awal-awal kelas musik berlangsung? Bodhi sibuk nyari tombol on/off electone. Bodhi penasaran kabel electone nya tersambung kemana. Bodhi lebih tertarik melihat teman-teman sekelasnya yang waktu itu statusnya teman baru. Disuruh ikut bernyanyi, dia senyum-senyum aja. Bahkan pernah karena ketiduran di mobil dan dibangunin saat belum puas tidurnya, dia mogok semogok-mogoknya, nggak mau ngapa-ngapain. Disuruh ke depan bareng temen-temennya, yang lain joged-joged dia tegak sekaku patung. Kesal? pasti!! Malah pernah saya yang ngambek, saya bilang ke suami, udah deh kalo gini kayaknya gak usah lanjut, capek ati. Mungkin anaknya memang gak suka, mungkin juga memang gak ada bakat di musik, daripada dipaksa, nanti dia trauma dan sayanya juga kesel. Tapi itu memang sebatas wacana, karena kembali setiap hari selasa sore kamii akan tetap mengantarnya les musik. Walaupun saya harus kayak orang aneh, joged-joged sendiri sementara anaknya emoh. Walaupun saya harus sedikit cemburu melihat anak-anak lain yang bersemangat bernyanyi keras-keras dan mau menjawab setiap kali dikasi pertanyaan. Pertanyaannya biasanya seputar ini: Nah tadi itu kira-kira suara apa ya??? Yang lain pasti menjawab kencang, elephant!!! Sementara Bodhi, kalo nggak ngeliatin temen-temennya, kadang dia sibuk nyariin tombol on/off electone. Dia penasaran mungkin kok electone nya nggak boleh dipencet-pencet sesuka hati. Kan namanya les musik ya?? heheehe. Tapi ternyata disaat itu sedang diajarkan disiplin.
Keadaan seperti itu berlangsung kurang lebih dua bulan. Dan di bulan ketiga Bodhi sudah mau nyanyi, sudah mau mengikuti gerakan, walaupun belum bagus-bagus amat. Tapi saya sudah mulai senang dan merasa keputusan untuk meneruskan les tidaklah salah. Tapi ya tidak selalu mulus juga sih, ada kalanya dia bosan atau mengantuk (Bodhi itu susah tidur di rumah, tapi kalo udah di mobil bawaannya langsung molorrrr, nah akhirnya kalo sudah sampai di tempat les kan dibangunin, jadinya drop mood nya hehehe). Nah kalau sudah begitu, saya mesti rela membangkitkan mood nya. Kadang pakai iming-iming boleh beli es krim atau diajak main ke timezone. Kadang juga saya bilang, mama sedih kalau Bodhi nggak mau ikut nyanyi atau menjawab pertanyaan ms.Lenny. Dengan memasang ekspresi sedih, biasanya cukup sukses membuat Bodhi memeluk saya dan bilang "sorry ma...".
Oh ya ada satu hal lagi yang membuat saya akhirnya memutuskan untuk jangan sampai bosan mengantarnya ke les musik. Itu saya dapat saat parent meeting semester pertama. Ms.Lenny bilang, anak yang les musik memang belum tentu akan menjadi pemain musik, tapi bisa saja dia menjadi komposer lagu, penyanyi atau malah dancer, atau mungkin juga tidak ada hubungannya sama sekali dengan musik. Tapi biasanya anak-anak yang mengenal musik, akan terasah sensitivitas rasa dan juga cita rasa seninya. Dari situ saya menambahkan sendiri dalam pemahaman saya, walaupun nanti dia jadi programmer dia akan coding dengan rapih dan logika yang lebih teratur, atau dia menjadi interior designer maka dia akan menata ruangan dengan penuh keindahan rasa, pun kalau dia menjadi pilot pesawat jet (seperti cita-cita Bodhi) dia akan melajukan pesawatnya dengan sensitivitas rasa yang plus plus... halah (sedang geli sendiri membayangkan gimana sih nyetir jet dengan irama hehehehe)
Dan puncak kagetnya saya itu terjadi kurang lebih dua bulan yang lalu, jadi setelah les berjalan sekitar 8 bulanan. Saat anak-anak maju ke depan, diajak bernyanyi dengan diiringi piano oleh ms.lenny, terdengar suara Bodhi dengan jernih lantang menyanyikan do do sol sol la la sol...fa fa mi mi re re do dst... sementara anak lain agak-agak kacau dan main-main. Dan ternyata ekspresi kaget saya tertangkap oleh ms.lenny, dan dia bilang sambil tertawa "waaah Bodhi keren sekali, tuh liat mama sampai kaget lhooo...mama pasti senang ya...". Beneran, saya kaget sekali waktu itu, ternyata Bodhi menyimak dan selanjutnya pada lagu yang temponya lebih cepat dia juga cukup bisa mengikuti. Dan rupanya itu yang dimaksud pitch yang benar oleh ms.lenny, panjang pendek tinggi rendah dan tekanannya tepat. Haduuuh saya aja baru ngerti saat itu, dulu pas pelajaran kesenian mana diajarin yang begituan...
Saya sih sadar, perjalanan masih panjaaaaang. Tapi hal ini berarti banget buat saya. Terbayar rasanya semua kreatifitas yang saya kerahkan supaya Bodhi bersemangat. Lunas juga uang les yang sudah dibayarkan papanya. Dan buat Citta, kok ya dia lebih bersemangat dari kakaknya sih kalau sedang kelas musik. Dia biasanya ikut masuk ke kelas, ikut nyanyi (ala citta tentu saja) ikut mencet-mencet tuts, ikut tepuk tangan, ikut teriak-teriak hahahaha
Saturday, October 2, 2010
Seribu Satu Cara
Saya nggak nyangka kalo Bodhi akhirnya bakalan kena guna-guna si Thomas :D Biasalah kalo anak kecil lagi suka sesuatu, ituuuu terus yang jadi topik, entah topik tontonan, lagunya, ngobrolnya, dst.... Sampe kadang yah saya agak-agak mual kalo denger lagu Thomas and his friend ini, hihihi tapi itu dulu sih, sekarang udah mulai terbiasa. Bahkan saya juga hapal nama karakter di cerita itu, jadi Bodhi makin suka deh, kan kalo ngobrol soal Thomas dkk sama saya udah nyambung sekarang :P
Sekarang ini Bodhi udah sampe di tahap mengoleksi mainan si lokomotif jail ini. Gara-garanya waktu diajak ke mall sama papanya dia lewat di depan toko mainan yang jual mainan Thomas yang original, yang produksi Tomica, dan ngoceh terus Thomas...thomas...thomas.... Dan itu bikin si papa kaya'nya nggak tega kalo gak beliin, walaupun sampe di rumah alasannya ke saya 'lumayan lagi diskon, kalo nggak diskon juga nggak dibeliin kok. Trus tadi juga ada double diskon kalo belanja nominal sekian dan pake CC C*T*Bank, akhirnya dibeliin dua. Sayang kalo nggak diambil double diskonnya." Hmmm ok deh, alasan diterima alias malas berdebat hehehe
Dan akhirnya si Thomas dan si Toby, menginisialisai koleksi-koleksi selanjutnya. Nah untuk melengkapi koleksinya ini, adaaaaa aja caranya. Bodhi nggak nangis, nggak merengek apalagi sampe anarkis demi memenuhi keinginannya. Dia punya cara lain yang saya pikir semacam intimidasi secara halus hahahaha. Misalnya sewaktu dia ingin beli Emily. Kalau ditanya, Bodhi mau mamam ngga? dia jawab "mau beli emily". Kalau saatnya mandi saya bilang "mandi yuuk...", dia jawabnya "beli emily yuuuk..." begituuuu terus sampe saya atau papanya nyerah dan bikin perjanjian. Misalnya, Bodhi boleh beli Emily kalo sekarang bobok. Nah, singkat cerita si Emily udah kebeli nih, berarti ada next target. Misalnya sekarang targetnya si James. Sewaktu saya nanya, "Bodhi, papa kemana ya?" Dia jawab,"Papa beli james Ma." Atau dia pura-pura nanya,"Ma, papa mana ma?", saya jawab "papa kerja" nah disambung deh sama dia,"papa kerja, cari uang, buat beli James ma." Sewaktu pengen nambah koleksi Henry, Bodhi sering nanya begini, ceritanya ngetest pengetahuan mamanya: "Ini siapa Ma?" "Ini Toby", jawab saya. "Kalau yang ini ma?" "Ini Edward" trus akhirnya dia nanya gini:"Kalo henry mana ma?"..."Henry nggak ada", kata saya. "Kita beli Henry ma...". Haduuuu kejebak deh saya... Oh ya sama satu lagi, si Henry itu kan ada angka tiga di body nya (semua engines itu ada nomor masing-masing). Nah setiap kali ngeliat angka tiga, si Bodhi bakal teriak..."three ma, three..." Begitu saya nyaut "iya itu three..." dia nyambung: HENRY!!! awalnya saya nggak ngeh, lama-lama saya nyadar kok setiap kali angka tiga disambung henry, ealaaaah ternyata ya si Henry itu engine yang nomor 3, huuuuu Bodhi....
Sampe sekarang si Henry belum kebeli, soalnya di toko itu stok Henry yang ukuran kecil habis, yang ada cuma yang gede yang harganya 200an ribu dan gak diskon pula(gedubrak lah pokoknya si mama kalo disuruh beli mainan harga segitu kekekek) Dan sekarang saya sering denger kalimat ini "ma...beli (henry) besar ma..." Kalo saya jawab, "nggak lah...nggak beli henry besar, mahallll" Bodhi ikutan ngomong gini "ngga beli laaah...mahal laah....beli miss aja" Kalo udah gitu saya cuma bisa nguwel-nguwel dia aja deh, abisnya udah bingung mau jawab gimana lagi.
Sekarang ini Bodhi udah sampe di tahap mengoleksi mainan si lokomotif jail ini. Gara-garanya waktu diajak ke mall sama papanya dia lewat di depan toko mainan yang jual mainan Thomas yang original, yang produksi Tomica, dan ngoceh terus Thomas...thomas...thomas.... Dan itu bikin si papa kaya'nya nggak tega kalo gak beliin, walaupun sampe di rumah alasannya ke saya 'lumayan lagi diskon, kalo nggak diskon juga nggak dibeliin kok. Trus tadi juga ada double diskon kalo belanja nominal sekian dan pake CC C*T*Bank, akhirnya dibeliin dua. Sayang kalo nggak diambil double diskonnya." Hmmm ok deh, alasan diterima alias malas berdebat hehehe
Dan akhirnya si Thomas dan si Toby, menginisialisai koleksi-koleksi selanjutnya. Nah untuk melengkapi koleksinya ini, adaaaaa aja caranya. Bodhi nggak nangis, nggak merengek apalagi sampe anarkis demi memenuhi keinginannya. Dia punya cara lain yang saya pikir semacam intimidasi secara halus hahahaha. Misalnya sewaktu dia ingin beli Emily. Kalau ditanya, Bodhi mau mamam ngga? dia jawab "mau beli emily". Kalau saatnya mandi saya bilang "mandi yuuk...", dia jawabnya "beli emily yuuuk..." begituuuu terus sampe saya atau papanya nyerah dan bikin perjanjian. Misalnya, Bodhi boleh beli Emily kalo sekarang bobok. Nah, singkat cerita si Emily udah kebeli nih, berarti ada next target. Misalnya sekarang targetnya si James. Sewaktu saya nanya, "Bodhi, papa kemana ya?" Dia jawab,"Papa beli james Ma." Atau dia pura-pura nanya,"Ma, papa mana ma?", saya jawab "papa kerja" nah disambung deh sama dia,"papa kerja, cari uang, buat beli James ma." Sewaktu pengen nambah koleksi Henry, Bodhi sering nanya begini, ceritanya ngetest pengetahuan mamanya: "Ini siapa Ma?" "Ini Toby", jawab saya. "Kalau yang ini ma?" "Ini Edward" trus akhirnya dia nanya gini:"Kalo henry mana ma?"..."Henry nggak ada", kata saya. "Kita beli Henry ma...". Haduuuu kejebak deh saya... Oh ya sama satu lagi, si Henry itu kan ada angka tiga di body nya (semua engines itu ada nomor masing-masing). Nah setiap kali ngeliat angka tiga, si Bodhi bakal teriak..."three ma, three..." Begitu saya nyaut "iya itu three..." dia nyambung: HENRY!!! awalnya saya nggak ngeh, lama-lama saya nyadar kok setiap kali angka tiga disambung henry, ealaaaah ternyata ya si Henry itu engine yang nomor 3, huuuuu Bodhi....
Sampe sekarang si Henry belum kebeli, soalnya di toko itu stok Henry yang ukuran kecil habis, yang ada cuma yang gede yang harganya 200an ribu dan gak diskon pula(gedubrak lah pokoknya si mama kalo disuruh beli mainan harga segitu kekekek) Dan sekarang saya sering denger kalimat ini "ma...beli (henry) besar ma..." Kalo saya jawab, "nggak lah...nggak beli henry besar, mahallll" Bodhi ikutan ngomong gini "ngga beli laaah...mahal laah....beli miss aja" Kalo udah gitu saya cuma bisa nguwel-nguwel dia aja deh, abisnya udah bingung mau jawab gimana lagi.
Wednesday, February 10, 2010
Yaay dapet banyak hadiah!!
Si adek dalam perut lagi dapet banyak hadiah. Pertama dapet satu set hot chocolate maker. Kenapa mama bilang hadiah buat si adek, karena hamil yang sekarang ini tiba-tiba doyaaaan banget minum coklat panas juga ngemil coklat. Dan pas nongkrong nungguin pesanan hot choc di J.co mama sempet ngeliat proses dibikinnya, lucu pake whisk yang imut banget. Hmmm jadi pengen punya, kan bisa bikin sendiri di rumah.
Hadiah sih udah dikirim dari Senin kemarin tapi belum nyampe sampe rabu ini (tadi telpon ke Tiki JNE katanya kurirnya lagi di perjalanan nganter). hadiahnya seperti ini (diambil dari blog MKH).
Eh kok ya bisa sekitar 2 minggu kemudian, ada temen papa-mama yang datang dari Perth mampir main ke rumah. Dan mama dapet oleh-oleh coklat plussss satu set hot choc maker!! Lengkap dengan sebungkus marshmallow tapi mama ga suka euy, marsmallow kan manis.
yeaaa....
yeaaa....
BTW soal coklat, mama sampe browsing dan nanya-nanya soal boleh nggaknya selama hamil
konsumsi coklat. Rata-rata sih bilang boleh asal jangan berlebihan karena dia mengandung kafein juga. Sampe suruh temen mama yang di sydney yang lagi hamil 4 bulan juga buat nanyain ke dokter kandungannya. Kata dokternya ga apa, minum aja. Kalo kata dokter kandungan mama, ya boleh jangan banyak-banyak, mestinya sebelum hamil kamu minum/makan coklat supaya anaknya cewek. Lah ini hamil juga anugerah hehe ga direncanakan ga di setting, terima saja cewek atau cowok, yang penting sehat, normal.
konsumsi coklat. Rata-rata sih bilang boleh asal jangan berlebihan karena dia mengandung kafein juga. Sampe suruh temen mama yang di sydney yang lagi hamil 4 bulan juga buat nanyain ke dokter kandungannya. Kata dokternya ga apa, minum aja. Kalo kata dokter kandungan mama, ya boleh jangan banyak-banyak, mestinya sebelum hamil kamu minum/makan coklat supaya anaknya cewek. Lah ini hamil juga anugerah hehe ga direncanakan ga di setting, terima saja cewek atau cowok, yang penting sehat, normal.Nah yang kedua, dapet voucher belanja dan termometerdigital dari kartu kredit papa. Kenapa si termometer menjadi begitu penting??? karena mama-papa baruuu aja berencana akan mengganti ter
mometer digital yang dibengkokin Bodhi hehehe. Trus yang ini dapetnya yang lumayan lah, merk Omron. Dapet gratisan dan pas lagi perlu yahahaha seneng banget. Soalnya kan mau punya baby, termometer the must have item lah, walaupun yang bengkok masih bisa dipake tapi takut gak akurat.
mometer digital yang dibengkokin Bodhi hehehe. Trus yang ini dapetnya yang lumayan lah, merk Omron. Dapet gratisan dan pas lagi perlu yahahaha seneng banget. Soalnya kan mau punya baby, termometer the must have item lah, walaupun yang bengkok masih bisa dipake tapi takut gak akurat.ps. gambarnya dapet dari sini.
Yang ketiga hadiah dari Mamaku Koki Handal. Ceritanya si salad apel dapet juara 3 dan boleh pilih hadiah. Mama pengennya antara mini electric cooker & steamer atau baju menyusui. Tapi akhirnya diputuskan pilih mini electric karena mikirnya itu bisa dipake buat si adek dan si koko Bodhi juga. Hahaha melahirkan aja belum, plus nunggu 6 bulan siap MPASI, udah dicicil dari sekarang yak?! Kalo udah jadi ibu-ibu gitu kali ya, antara pilihan yang bisa dinikmati sekeluarga atau mau yang egois untuk diri sendiri, pasti akhirnya keinginan sendiri yang mengalah. Eh nggak mengalah deng sebenarnya, rela banget kok. Seperti dulu juga dapet hadiah, milih paket cookies atau make up ya, akhirnya pilih cookies dengan pertimbangan yang bisa makan satu rumah :)
Hadiah sih udah dikirim dari Senin kemarin tapi belum nyampe sampe rabu ini (tadi telpon ke Tiki JNE katanya kurirnya lagi di perjalanan nganter). hadiahnya seperti ini (diambil dari blog MKH).Sunday, April 13, 2008
Bodhi Sayang Semuaaaa
Kalau lagu SATU-SATU yang umum didengar adalah seperti ini :
satu satu aku sayang ibu
dua dua juga sayang ayah
tiga-tiga sayang adik kakak
satu dua tiga sayang semuanya
tapi kalau Bodhi, jadi diubah seperti ini (tanpa mengurangi rasa hormat pada yang menciptakan lagu ini, sekali ijin mo ngubah-ngubah :D)
satu satu Bodhi sayang mama
dua dua Bodhi sayang papa
tiga tiga Bodhi sayang smua mahluk
satu dua tiga smoga smua bahagia
*lyric oleh mama, sebagai doa semoga Bodhi menjadi anak yang mengasihi semua mahluk tanpa kecuali.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata
satu satu aku sayang ibu
dua dua juga sayang ayah
tiga-tiga sayang adik kakak
satu dua tiga sayang semuanya
tapi kalau Bodhi, jadi diubah seperti ini (tanpa mengurangi rasa hormat pada yang menciptakan lagu ini, sekali ijin mo ngubah-ngubah :D)
satu satu Bodhi sayang mama
dua dua Bodhi sayang papa
tiga tiga Bodhi sayang smua mahluk
satu dua tiga smoga smua bahagia
*lyric oleh mama, sebagai doa semoga Bodhi menjadi anak yang mengasihi semua mahluk tanpa kecuali.
Sabbe Satta Bhavantu Sukhitata
Subscribe to:
Comments (Atom)