Apa kabar Bodhi? Si sulung saya yang belakangan ini kok jadi makin manja ya sama mama? Bobok pengennya dipeluk mama dulu. Sebelum berangkat sekolah, walaupun sudah mandi dan rapi berganti baju, tapi masih ogah-ogahan turun dari kamar. Mesti mama jemput dulu ke kamar. Ohya Bodhi kalau mandi pagi dimandiin papanya, pokoknya sampe rapi. Mama cuma siapin aja pakaian seragamnya. Soalnya kan mama pasti udah bangun duluan, trus mesti beres-beres juga siapin sarapan. Papa yang bangun kemudian langsung mandi, setelah papa beres langsung mempersiapkan Bodhi. Bagi tugas lah ceritanya,supaya semua happy hahaha.
Kalau dari pencapaian di sekolah, saya dan papanya senang-senang aja :) Karena kami memang gak pernah masang target apa-apa, pokoknya Bodhi mesti happy di sekolah jadi otomatis pasti happy belajar. Dan Bodhi sudah memberikan hasil terbaik yang dia mampu, termasuk penilaian sebagai anak yang menyenangkan, yang siap membantu dan berbagi, have such a huge heart kata gurunya. Menurut instruksi dan peraturan, berbakat di menggambar dan punya daya ingat yang baik untuk semua hal yang sudah dipelajari. Kalau dari penilaian per mata pelajaran, mayoritas nilainya A, bahasa mandarin rata-rata B mungkin ya, karena dari 3 point dalam bahasa mandarin dia mendapat 1 nilai A, 1 nilai B dan 1 nilai C. Nilai C nya ini untuk menyebut anggota tubuh dalam bahasa mandarin :) Selebihnya nilainya A dan B. Terima kasih sayang untuk usahanya :)
Nah sekarang Bodhi sudah Kindergarten 1, TK Kecil gitu deh. Karena Bodhi usianya nanggung, tapi saya sih tidak pernah mempermasalahkan. Buat apa sih sekolah buru-buru, yang penting happy lah hehe. Sejak K1 ini Bodhi sekolah pagi, walaupun seminggu pertama sempat ikut kelas yang siang, tapi karena yang siang hanya Bodhi sendirian sementara kelas pagi ada 4 orang teman, saya pikir akan lebih baik kalau dia mulai ada teman sekelas, setelah sebelumnya di Playgroup dia hanya sendirian, tapi saat kelas mandarin dan komputer digabung dengan teman-teman lain di kelas yang lebih besar. Dalam pertimbangan saya, dia akan belajar untuk menunggu giliran, belajar berbagi, dan berkomunikasi juga menjadi lebih aktif karena anak-anak di kelas yang pagi itu 3 dari 5 anak adalah anak-anak yang berbahasa Inggris aktif. Oh ya saya memang bukan ibu yang ketat bahwa anak hanya belajar bahasa Indonesia, saya malah tidak apa-apa kalau anak-anak saya berbicara dengan banyak bahasa selama mereka menikmati bukan karena dipaksa. Contohnya, di rumah mereka berbahasa Indonesia, di sekolah mereka berbahasa Inggris, ketika bertemu kakek nenek dari pihak papa mereka boleh berbahasa Mandarin, ketika dengan ibu saya mereka saya perbolehkan diajak berbahasa Bali. Saya tidak memaksa orang lain yang harus menyesuaikan diri dengan anak-anak saya, tapi sebaliknaya saya juga tidak memaksa anak-anak untuk menyesuaikan bahasa dengan orang lain. Bingung ya? Hmm tapi kayaknya anak-anak itu sudah alamiah ya, mereka bisa menyesuaikan diri. Kadang mereka memang berbicara campur-campur jadinya. Tapi saya tetap tidak menyalahkan, soalnya kalau saya menyalahkan sama juga dengan memaksakan, kalau saya minta mereka hanya berbahasa satu yaitu bahasa Indonesia (halah kok jadi sumpah pemuda gini hahaha) ya tetap nggak enak di mereka juga kan, kalo mereka bisa ya kenapa nggak?? Kalo mereka nggak mau ya sudah pasti mereka menolak secara alami juga. Diikutin gimana enak anaknya ajalah, saya nggak mau terlalu ikut teori ini itu, selama anak menjalaninya dengan senang dan itu tidak berbahaya, saya ikut mengalir saja.
Nah soal jam sekolah pagi ini, awalnya saya sempat khawatir karena Bodhi adalah anak yang sangat susah bangun pagi, tapi ternyata hanya dengan sekali bujukan "kalau sekolah pagi banyak temannya", Bodhi belum pernah bolos karena telat bangun :) Dia hampir selalu bersemangat untuk ke sekolah, bahkan sewaktu demam sehari seminggu yang lalu, begitu badannya enakan dia minta masuk sekolah lho. Ini yang saya harapkan dari dulu semenjak Bodhi belum sekolah, kalau dia bersekolah dengan senang bukan terpaksa :) Semoga seterusnya begitu ya Bodhi. Oh ya Bodhi kan role model Citta adiknya, kalau Bodhi semangat sekolah semoga Citta juga mencontoh yang baik seperti ini :)
Di K1 ini Bodhi sudah mulai diajak membaca buku, dan saya kaget aja dong pas iseng-iseng saya ajak dia baca-baca buku ceritanya yang didapat dari sekolah, dia bilang "Sini Ma, Bodhi yang baca in buat Mama". Oh ok, saya pikir dia hanya gegayaan, ternyata dia bacain saya satu buku dari awal sampai selesai :) Mungkin menghapal, tapi menghapal satu buku tetap bikin saya kaget hahaha. Dan dia tidak membaca cepat seperti layaknya menghapal, dia lihat dulu dua huruf pertama lalu dbaca dengan benar. Saya senang tentu saja dan merasa perlu memberi apresiasi kepada ibu guru yang sudah membuat Bodhi mampu membaca satu buku cerita. Saya tahu itulah kebahagiaan seorang guru, ketika muridnya membuat sebuah pencapaian. Maka saya email gurunya, dan tentu saja Ibu Guru senang dan bilang "It's mean a lot for me, mum". Dan untuk minggu ini Bodhi sudah belajar tentang tema baru lagi yaitu makanan dan minuman, berarti buku ceritanya pun sudah berganti lagi dan di hari kedua saya iseng lagi minta dia membaca dan dia mampu membaca sampai selesai. Ya tentu sekolah bukan hanya tentang membaca ya, tapi kalau mau diceritakan semua ya bisa gak habis-habis, ini saya highlight saja tentang membaca karena salah satu hal yang saya anggap saya tidak akan mampu ajarkan sendiri di rumah, salah satunya adalah membaca :D Kalau berhitung, tadi pagi-pagi sebelum sekolah saya iseng aja sih nanya, kalau mama punya pesawat 5 trus yang 2 belum landing di airport, berarti di airport baru ada berapa pesawat Bodhi?? Dan setelah dihitung, dia jawab : tiga mama :D
Lalu mengenai les musik. Bodhi baru saja selesai ujian Junior Music Class 1 dengan hasil baik. Padahal itu anak ya udah bikin mamanya deg-deg an karena kalo latihan banyak gayanya. Tapi pas ujian, kok bisa dia serius dan berhasil. Yang jadi catatan, diminta berani menyanyi lebih keras. Kalau penilaian permainan keyboard, menyanyikan dan mengenali notasi, penilaiannya sudah bagus. Kalau menurut saya, soal menyanyi keras itu karena dia masih ragu, takut salah. Karena memang lyric nya itu agak rumit tidak seperti lagu anak pada umumnya. Jadi Bodhi terlalu berhati-hati. Soalnya kalau dibilang takut menyanyi keras, pas di acara kenaikan kelas di sekolah dia nyanyi You Are My Sunshine sama gurunya (Bodhi nyanyi, gurunya main gitar), suaranya keras lho. Karena dia memang sudah yakin dan lyricnya mudah bagi dia. Tapi gapapa kok nak, Bodhi sudah melakukan yang terbaik. Dan tahu nggak sih kalo Bodhi ngerasa udah bikin saya senang (dia ngerti banget perubahan air muka saya tanpa perlu mamanya banyak bicara), dia yang nyium saya lho bukan saya yang nyium dia :D Sambil bilang gini, Bodhi pinter ya ma? Mungkin saking girangnya mamanya nggak cemberut hahaha.
Dulu kalau saya dengar cerita orang-orang tentang hebohnya anak mau ujian, hebohnya bikin pe-er, saya sudah sering membatin, kalau saya nanti bagaimana ya? Orangtua yang seperti bagaimanakah saya? Apakah akan banyak menuntut? Apakah saya akan ikut panik atau santai saja? Setelah saya mengalami sekarang, saya sendiri belum bisa menilai saya ini sudah menjadi orangtua yang bagaimana. Anak saya merasa bahagia nggak dengan cara orangtuanya mendidik dia. Dan memang sepertinya terlalu dini kalau berani menilai sekarang ya. Perjalananan masih jauh, masih banyak kondisi yang bisa terjadi. Pokoknya anak belajar ya orangtua belajar juga. Tapi setidaknya sepanjang perjalanan saya belajar dengan anak-anak, terlalu berlebihan itu nggak baik ya memang hehehe. Terlalu santai yang nggak bagus, terlalu keras ya juga nggak bagus. Jalan tengah memang paling pas, nah pe-er nya kapan kita tahu itu sudah jalan tengah terbaik? Ya itu memang nggak bisa dikasi point-point tertentu. Beda kasus beda solusi, beda waktu beda lagi solusinya. Untuk kasus yang sama, jika setahun yang lalu bisa diatasi dengan solusi A, makan untuk saat ini belum tentu bisa lagi bisa diatasi dengan solusi A. Pokoknya belajar terussss deh judulnya.
Showing posts with label bodhi at school. Show all posts
Showing posts with label bodhi at school. Show all posts
Friday, August 10, 2012
Saturday, April 21, 2012
Racial Harmony Day Bento
Saya merasa mendapat kehormatan deh sewaktu diminta menyiapkan bento untuk display di Japan Room saat acara Racial Harmony hari ini di sekolah Bodhi. Oh ya selain bento saya juga bikin sushi (sushi-sushi-an sih tepatnya. lha cuma pake isian timun dan crab stick. berasnya pun bukan beras jepang, hanya nasi putih biasa dicampur rice vinegar dan gula pasir. soalnya beras jepang mahal bo'. trus hanya pake kecap khusus sushi botolan tanpa irisan jahe merah dan wasabi.)
Soal isian menu bentonya, saya nggak terlalu mau ribet, walaupun banyak yang pengen saya isi #ah gaya banget# tapi malah jadinya kok aneh ya kalo keramean, akhirnya terpilih chicken katsu (pake resep dari buku pak wied, yang sudah pasti selalu ringkas bahannya tapi sejuta rasanya), untuk sayuran saya pakai acar timun dan wortel (lagi-lagi simple bikinnya, hanya campur air jeruk nipis dan gula pasir). Trus tiba-tiba kepikir pengen ditambahin keju bentuk dolphin sebagai aksesoris. Kan sekolah Bodhi logonya dolphin. Nah, nasinya pengennya warna biru, hehe tapi kepepet nggak sempet nyoba-nyoba bahan makanan apa yang bisa dicampur supaya menghasilkan warna biru. Akhirnya dipilih sepupunya biru, yaitu ungu, pake puree ubi ungu. Dan pelengkap lainnya supaya warnanya rame aja, pake wortel mickey mouse dan jagung manis. Mickey nya sih pakai vegetable cutter, jadi gampang dan cepat. Kalau dolphinnya, berhubung gak punya cetakannya, saya cari pola dolphin di google image trus print dan gunting lalu dijiplak di keju cheddar slice. Gampang kan? Cuma mesti pelan-pelan aja, biar hasilnya rapih. Dan saya sih cukup puas dengan hasil jiplakan ini, lucu!
Gampang ya? Makanya pas ditanya, waaah bangun jam berapa tadi pagi nyiapin ini? Errr bangun seperti biasa lah, kan chicken katsunya bisa disiapkan semalam sebelumnya, jadi besok pagi-nya tinggal goreng. Dan yang lain2 sih nggak ribet-ribet banget ya, apalagi yang wortel tinggal cetak, acar nya tinggal serut hehe. Tapi ini belum seberapa sih memang tingkat kerumitan bentonya, jadi saya bisa ngomong begitu. Tapi yang paling bikin saya seneng ya tentu aja, kehebohan si duo kecil di rumah ngeliat ada dolphin 'berenang' di lautan ungu. Priceless!!
Monday, April 9, 2012
Bekal Sekolah Bodhi

Sejak akhir Pebruari lalu kan Bodhi akhirnya sekolah lagi. Setelah dulu sempet stop sekolah karena mama dan Bodhi nggak cucok lahir bathin dengan sekolah yang lama, akhirnya kita dipertemukan dengan sekolah yang sekarang yang semoga saja seterusnya cocok dengan standar yang kami tetapkan. Nah berhubung jam sekolah Bodhi mulai dari jam 11 sampai 13.30, itu artinya jam makan siang akan dilalui di sekolah dan itu artinya juga saya mesti membekali Bodhi dengan makan siang. Meskipun sekolah menyediakan snack atau makan siang tapi nggak selalu mencukupi buat Bodhi, soalnya di awal-awal begitu masuk mobil saat dijemput dia langsung ribut lapar :D Tapi memang nggak selalu snack tapi kadang ada juga menu makanan beratnya. Nah kalau sudah begitu biasanya saya nggak bekelin lagi atau kadang saya bekali dengan pelengkapnya aja. Kalo misalnya menu pizza atau pasta, itu nggak perlu tambahan bekal lagi. Tapi kalo menu nasi plus sup brokoli, saya tambahkan pempek misalnya. Nah kalo pas menu cheese cookies, saya kasi menu lengkap.
Setiap bulan sudah ada daftar menu snack/lunch nya, jadi saya tinggal menyesuaikan aja tiap harinya. Seru juga sih, jadi kadang seperti ada panduan tidak langsung saya harus masak apa hari ini agar sesuai dengan menu sekolah Bodhi. Cocok untuk yang sering mati gaya kayak saya.

Tapi menu-menu saya untuk Bodhi juga nggak yang gimana-gimana sih dan bukan juga bento-bento yang lucu itu, meskipun sebenernya pengen banget bisa bikin bento apalagi yang kyarabento itu. Tapi untuk ngebento lucu, seringkali napsu tidak sebanding dengan kemampuan, jadinya ancurrr heheheh. Akhirnya ya paling dicetak-cetak aja nasinya, lauk dan sayurnya diwadahin yang lucu2 gitu. Tapi begitupun Bodhi sangat senang lho. Bikin mamanya senang dan terharu hihi. Jarang sekali bekalnya nggak habis, kalaupun pernah bersisa itu karena menu di sekolah yang ternyata cukup mengenyangkan dia. Tapi itu jaraaaang banget. Yang bikin saya terharu juga, kalau bekal sekolahnya belum masuk tas, Bodhi bakal ngingetin: "Ma, lunchbox nya Bodhi mana?" atau pernah juga saat nggak perlu bekal karena di sekolah dapat menu lengkap,Bodhi nanya terus kenapa dia nggak dibawain bekal, dan saya mesti jelasin menu di sekolah hari ini dan kalau sampai Bodhi masih lapar nanti bisa makan di rumah yaaa.... Duh, dia memang big fan masakan saya deh.
Labels:
bodhi at school,
Bodhi's activity,
menu makan Bodhi
Sunday, April 1, 2012
Bodhi Mau Mencoba Lebih Baik Lagi
Sabtu kemarin Bodhi ikut coloring competition di sekolah. Selain siswa sekolah, ada juga banyak peserta dari luar sekolah. Selama semingguan guru kelasnya sudah sounding ke Bodhi kalau dia akan join the competition. Persiapannya? Nggak ada persiapan, hehehe. Paling-paling Bodhi mewarnai seperti biasa aja di rumah, itupun gambar-gambar pilihan yang dia suka, yang mana saat ini adalah Angry Birds serta Pocoyo and friends. Oh ya mengenai progress mewarnai ini, saya sih cukup gembira dengan perkembangan Bodhi. Dari yang awalnya tidak mau sama sekali mewarnai gambar (kalau menggambar sih dia seneng banget), lalu mau mewarnai sedikit, sesukanya dia dan nggak pernah selesai #sigh. Dan yang belakangan ini dia akhirnya mau mewarnai sampai selesai dan cukup rapi. Itu saya lihat dari hasil-hasil kegiatan dia di sekolah selama seminggu yang rutin diberikan kepada orang tua. Dia mewarnai gambar tangan di kelas mandarin dengan rapi dan penuh :) #good boy. Jadi begitu ada pengumuman akan ada lomba mewarnai, saya ngerasa nggak perlu lah ngelatih dia secara khusus toh juga lomba ini buat fun aja, kalo menang syukur (errr walaupun saya nggak yakin bisa menang hihi), kalo nggak menang ya buat nambah pengalaman berlomba aja.
Nah akhirnya di hari lomba, Bodhi semangat sekali pergi ke sekolah membawa crayon dan meja gambar. Sampai di sekolah semakin exciting karena banyak anak-anak lain juga yang belum dia kenal. Selama lomba pun saya tidak menunggui karena dipesankan oleh para guru untuk menunggu di luar (tapi ternyata selain Bodhi semua peserta malah ditunggui di sebelahnya oleh para orang tua ataupun pengantar :P) Kesian juga sih ngeliat Bodhi di dalam sendirian, tapi akhirnya dia ditemani salah satu guru juga. Bodhi cepet banget menyelesaikan gambarnya dan setelah dilihat, warnanya biru aja gitu semua hihihi. Oh iya gambarnya itu berupa Dolphin di dalam samudera. Waktu saya tanya, kok nggak colorful mewarnai gambarnya? Dia bilang, iya ma dolphin di dalam laut kan memang biru semua. #oh ok...
Ya seperti yang diduga sebelumnya, Bodhi nggak menang hihihi. Pas awal dipanggil para juaranya, dia masih santai-santai nanya kok dia nggak dapet trophy. Nah pas salah satu temen main di sekolah ternyata dapat salah satu juara,eh Bodhi nangis dong! Hehehe saya nggak nyangka juga kok dia bisa nangis. Dia bilang, kenapa dia nggak dapet trophy? Trus nangis sesenggukan. Tapi akhirnya kita berusaha jelasin kenapa dia nggak dapet throphy, itu karena Bodhi disuruh latihan mewarnai yang lebih bagus lagi dari yang ini. Nanti diulangi lagi ya ikut lombanya.... Dan akhirnya dia mau diam dan terhibur mendapat piala mungil dari kayu atas partisipasinya dalam lomba (semua peserta yang ikut tapi tidak menang mendapat trophy ini.)
Saya pikir, dia sudah lupa dengan kekalahannya. Ternyata selama di mobil dia bilang begini. "Nanti Bodhi ulangi lagi mewarnainya. Bodhi harus mewarnai yang bagus dan colorful biar Bodhi dapat trophy yang panjang dan kuning warnanya." Hehehe dan dia ngomong itu terus sampai hari ini.
Cukup berharga ternyata pengalaman lomba kemarin. Bukan piala yang didapat tapi semangat untuk selalu mencoba menjadi lebih baik lagi yang dipahami Bodhi. Semoga semangatnya bertahan ya Nak. Love youuuuuu my Valentine :)
Nah akhirnya di hari lomba, Bodhi semangat sekali pergi ke sekolah membawa crayon dan meja gambar. Sampai di sekolah semakin exciting karena banyak anak-anak lain juga yang belum dia kenal. Selama lomba pun saya tidak menunggui karena dipesankan oleh para guru untuk menunggu di luar (tapi ternyata selain Bodhi semua peserta malah ditunggui di sebelahnya oleh para orang tua ataupun pengantar :P) Kesian juga sih ngeliat Bodhi di dalam sendirian, tapi akhirnya dia ditemani salah satu guru juga. Bodhi cepet banget menyelesaikan gambarnya dan setelah dilihat, warnanya biru aja gitu semua hihihi. Oh iya gambarnya itu berupa Dolphin di dalam samudera. Waktu saya tanya, kok nggak colorful mewarnai gambarnya? Dia bilang, iya ma dolphin di dalam laut kan memang biru semua. #oh ok...
Ya seperti yang diduga sebelumnya, Bodhi nggak menang hihihi. Pas awal dipanggil para juaranya, dia masih santai-santai nanya kok dia nggak dapet trophy. Nah pas salah satu temen main di sekolah ternyata dapat salah satu juara,eh Bodhi nangis dong! Hehehe saya nggak nyangka juga kok dia bisa nangis. Dia bilang, kenapa dia nggak dapet trophy? Trus nangis sesenggukan. Tapi akhirnya kita berusaha jelasin kenapa dia nggak dapet throphy, itu karena Bodhi disuruh latihan mewarnai yang lebih bagus lagi dari yang ini. Nanti diulangi lagi ya ikut lombanya.... Dan akhirnya dia mau diam dan terhibur mendapat piala mungil dari kayu atas partisipasinya dalam lomba (semua peserta yang ikut tapi tidak menang mendapat trophy ini.)
Saya pikir, dia sudah lupa dengan kekalahannya. Ternyata selama di mobil dia bilang begini. "Nanti Bodhi ulangi lagi mewarnainya. Bodhi harus mewarnai yang bagus dan colorful biar Bodhi dapat trophy yang panjang dan kuning warnanya." Hehehe dan dia ngomong itu terus sampai hari ini.
Cukup berharga ternyata pengalaman lomba kemarin. Bukan piala yang didapat tapi semangat untuk selalu mencoba menjadi lebih baik lagi yang dipahami Bodhi. Semoga semangatnya bertahan ya Nak. Love youuuuuu my Valentine :)
Friday, January 8, 2010
Sekolah-sekolahan
makan bersama di sekolah

di pojok bermain
Sejak genap umur 2 tahun Bodhi udah masuk sekolah-sekolahan :D bukan sekolah untuk belajar baca tulis hitung gitu, tapi lebih biar dia bersosialisasi dengan anak yang sebaya atau kurang lebih seumuran lah sama dia. Karena kami tidak tinggal di kompleks perumahan, jadi waktu untuk bertemu dan bermain dengan anak sebaya termasuk langka buat Bodhi. Makanya kalau ada kesempatan ketemu saudara atau teman dia seneeeng banget, apalagi kalo ada tamu yang menginap di rumah, keliatan deh happy nya. Makanya dari sebelum Bodhi 2 tahun udah nyari-nyari tempat bermain yang dekat rumah. Cukup banyak sih, tapi kalo yang lokal semacam TK gitu anak-anaknya udah kegedean dan terlalu 'belajar' sepertinya. Banyak juga play group yang dimiliki expatriate yaaaa katakanlah yang international, tapi biayanya menggedor kantong hehehe. Trus pengalaman jadi guru dulu, sekolah mahal belum tentu bagus juga. Kadang cuma mamerin fasilitas, tapi dalam proses belajar mengajarnya masih bagusan Bodhi belajar sama mama deeeh.
Akhirnya dipilih sekolah di Red Rocket yang ada playgroup dan kindergarten nya. Mereka menerima murid dari usia 1.5 tahun, jadi semacam tempat penitipan anak juga ya kekeke. Yang enaknya bisa bayar per kedatangan aja, tapi pastinya lebih murah sih kalo bayar full time. Cuma dengan kondisi sekarang ini, yang masih uji coba dulu, lebih enak bayar per datang.
Pas hari pertama sekolah Bodhi sih nggak takut ketemu temen-temen barunya. Temen-temennya juga heboh menyambut Bodhi, "hey look....new student....whaaa a baby!!!" hahahaha belagu ah seperti mereka bukan baby aja, walaupun setelah ditanya ke teacher nya, Bodhi memang umurnya paling kecil, pas 2 tahun.
Hari pertama sekolah, belum mau ditinggal tuh, jadi deh mamanya ikut sekolah dari jam 9.30 sampe 12.30. Hari-hari berikutnya juga belum mau ditinggal, paling sedikit demi sedikit mama ngumpet, paling lama ngumpetnya 1 jam, tapi habis itu ditelponin teacher karena Bodhi nangis wkwkwkwk. Trus pas ditanya, kenapa Bodhi nangis? dia jawab:"mamam...." haiyaaaa lapar dia!! Tapi memang sih selama sekolah jam makannya jadi maju, biasa jam 12an jadi jam 11. Untungnya sekolah membolehkan tidak harus pas jam makan, karena pas awal masuk juga ditanya biasa makan siang jam berapa, kebiasaan makannya gimana, ada alergi nggak. Walaupun makan siang mesti bawa sendiri, tapi sekolah katanya nggak mau tanggung resiko karena kadang ada yang bagi-bagi makanan di sekolah.
Tapiii karena Bodhi masuknya menjelang libur natal dan tahun baru, baru beberapa hari sekolah udah kena libur panjang hehehehe. Mestinya sih 6 januari kemarin start masuk sekolah, tapi mama masih mabok-mabok an nih, mana ada jeda panjang berarti Bodhi mesti adaptasi lagi, dan berarti mama mesti nungguin lagi. Duh gak sanggup, karena di sekolah juga gak ada tempat untuk nunggu. Selain itu mesti buru-buru siapin bekal sekolahnya, duh masak aja masih ogah-ogah an gini. Mudah-mudahan sih nggak lama lagi Bodhi bisa sekolah lagi ya....
Oh ya kalo sekolah Bodhi lebih gampang tidur siangnya, udah kecapean kali ya. Jadi begitu masuk ke mobil, duduk di car seat kena hembusan AC, pules deh. Jadi diakalin juga, ganti baju dan lap wajah dan badan di mobil aja, daripada dia tidur dengan baju bekas dipake ke sekolah dan muka berdebu.
Kesimpulannya sih mamanya ikutan seru dan heboh anaknya sekolah, karena pengalaman terakhir nungguin di TK tuh jaman adik bungsu mama masuk TK :D
Subscribe to:
Comments (Atom)



