Pertengahan bulan Juni nanti kita sekeluarga BESAR akan tour ke China. Diawali dari Shanghai dan berakhir di Hongkong. Oh ya kita memang akan pergi beramai-ramai, karena sekalian mau silaturahmi dengan keluarga besar papa mertua yang ada di kota Fuzhou. Kebayang bakal seru dan rame banget. Tapi kenapa yaaaa semakin dekat waktu keberangkatan, semakin panik rasanya. Untuk itu saya memutuskan, saya nggak mau panik sendirian. Maka saya bagi-bagi saja kepanikan saya disini,semoga bisa berkurang. :D
Saya berpikir, mungkin kepanikan itu disebabkan karena:
1. Saya belum pernah travelling selama itu yaitu 19 hari. Kebayang banyaknya perbekalan yang harus dibawa apalagi dengan dua anak balita.
2. Perginya ke China, yang mana yang saya dengar toiletnya banyak yang horor. Cerita teman saya, tahun 2000 dia kesana dan kembali lagi tahun 2007, situasi nggak banyak berubah!! Jadi jangan berharap tahun 2012 ini akan ada perbaikan. Duh kok serem gitu ya. Tapi kalau Shanghai dan Hongkong sih udah maju ya katanya, jadi jangan terlalu khawatir. Beijing juga lumayan. Tapi suami cukup menghibur, kan sudah menyelenggarakan Olimpiade, pasti banyak perubahan. Jangan terlalu dipikirkan katanya.
3. Itinerary nya padat banget. Rata-rata hampir setiap hari kita berpindah hotel, hanya di Beijing, Fuzhou dan Hongkong yang menetap 3hari2malam. Selebihnya nomaden. Entah berpindah dengan bus, kereta super cepat, pesawat terbang, ferry bahkan cable car!! Wew, komplit amat nanti moda transportasi yang kita naiki. Doa saya: semoga semua nggak kecapekan dan jatuh sakit.
4. Setelah dianalisa lebih dalam (cieeh apa coba) yang bikin saya panik adalah soal anak...anak... anak...anak..........pokoknya takut nanti mereka nggak betah karena disana akan banyak kunjungan yang bukan khusus anak-anak (selain disneyland di Hongkong nanti), takut mereka nggak cocok makanannya, takut mereka nanti susah ke toilet umum, kasihan citta harus pakai diaper sepanjang hari karena selama ini nggak pernah seperti itu. Haisshhh ini kan mau liburan, kenapa saya jadi banyak takutnya begini sih :(
5. Kalau berpindah hotel terus, kapan saya NYUCI BAJU nya??? Aneh memang kekhawatiran ini. Tapi masuk akal kan? Kalau mengandalkan jasa laundry hotel tentu MAHAL. Cuci sendiri sih bisa, tapi kapan bisa mengeringkan? Rasanya tidak akan cukup waktu. Mungkin jemur di jendela bus??? Hahaha -yuk mari tertawa dulu-
Akhirnya daripada saya mumet nggak jelas dan semakin hari semakin panik, sayapun memutuskan menyusun daftar barang bawaan nanti. Dan mulai mencicil pernak pernik yang bisa dimasukkan koper dulu sebelum memasukkan pakaian. Duh soal pakaian ini kalo travelling dengan anak-anak, pasti deh dikali dua. Bawa dua anak berarti empat kali lipat bawaanya. Semoga aja sih nggak sampe segitunya ya. Jadi saya membagi jenis bawaan sebagai berikut:
Yang bisa dipakai berulang kali dan yang mesti sekali-pakai-buang. Kalau ada yang bisa sekali-pakai- buang, rasanya lebih logis untuk dibawa supaya mengurangi jumlah cucian (lagi-lagi soal cucian, si papa pasti ketawa kalo baca ini) dan semakin hari semakin ringan bawaannya, semakin lowong kopernya, semakin cukup ruang untuk diisi barang belanjaan lain #eh.
Yang sekali pakai sudah saya list diantaranya:
- shampoo bawa yang sachet, kecuali untuk anak-anak bawa yang kemasan kecil. Kalau shampoo nggak berani mengandalkan yang disediakan hotel, lebih sering nggak cocoknya.
- sabun mandi bawa yang kemasan kecil aja, toh di hotel biasanya disediakan sabun mandi dan selama ini masih cocok-cocok aja dengan sabun mandi dari hotel.
- detergent bawa yanga bubuk aja, kemasan sachet. Pewangi juga bawa yang sachet aja.
- Diapers untuk Citta. Bawa secukupnya aja, mungkin untuk 3 hari aja, begitu sempat nanti beli disana aja. Kalo diapers kan makan tempat ya di koper. Mudah-mudahan cukup mudah mencari merk yang biasa dipakai Citta disana.
- Breastpad untuk mama yang masih menyusui. Bawa 25 pcs kayaknya nih. Tapi nggak apa-apa karena nggak makan tempat, tipis dan kecil saja.
- Pembalut untuk mama. Karena kayaknya bakalan dapet deh disana. Hmm para anggota rombongan wanita kayaknya bakalan semua mengalami, secara disana hampir 3 minggu. Hihi lucu juga ya :D
- Alas duduk toilet. Mungkin bawa 20-30 lembar cukup yah dan mari berdoa semoga proses output kita selalu lancar di pagi hari jadi bisa dilakukan di hotel saja :D
- CD kertas. Ini perlu banget saat kedatangan si M. Repot kan kalo mesti nyuci-nyuci seandainya bocor.
- Sabun cuci tangan. Katanya mesti bawa yang banyaaak. termasuk juga sabun tangan yang nggak perlu dibilas.
- Tissue, baik yang basah dan yang kering. Bawa secukupnya, bisa beli disana karena nggak mesti merk tertentu.
Nah kalau yang bisa dipakai berulang itu sepertinya saya harus bawa:
- peralatan makan untuk anak-anak. Sendok garpu untuk saya! Hahaha iya nih, kalo disuruh makan nasi pakai sumpit sementara nasinya yang udah kena kuah gitu, alamat saya bakalan paling belakang selesai makannya.
- Topi, sunglasses, UV lotion
- Slabber/bib. Kalau jalan seharian, dan bajunya anak-anak kena noda berarti gak bisa langsung cuci. Bisa-bisa nodanya menetap di pakaian.
- Jacket. Walaupun katanya bulan Juni itu musim panas di China, tapi nanti akan ada trip naik pesawat di malam hari (pasti dingin AC nya), naik ferry (pasti berangin). Nah anak-anak terutama mesti pake jacket.
- Handuk mandi anak-anak. Kalau papa mama, pakai yang disediakan hotel aja.
- Pisau lipat. Untuk kupas-kupas buah. Paling ampuh sebagai anti masuk angin dan pengganjal perut kalau-kalau jadwal makan terganggu. Nggak mau bawa biskuit yang kering-kering, biasanya malah jadi susah pup kalo travelling kebanyakan makan yang kering-kering gitu. Semoga semua sehat selama jalan-jalan nanti.
Kalau untuk urusan pakaian (yang dalam maupun luar) belum memutuskan akan membawa berapa pasang. Masih dianalisa dulu jadwal jalan-jalannya. Sekarang sih sudah saya buatkan di worksheet, supaya lebih mudah dibaca dan dipelajari, tsaaah. Nanti mudah-mudahan saya rajin untuk update blog soal bawaan pakaian ini.
Ternyata memang bisa jadi theraphy, membuat sedikit lebih tenang setelah ditulis. Selanjutnya, belanjaaa! Oh ya saya harus beli topi. Iyaaa saya memang suka sekali beli topi. Jad ini alasan lagi bisa beli topi, mau beli yang lebar tapi flexible masuk tas, Kalau topi lebar yang saya punya sekarang, bahannya kaku jadi kalau masuk tas, makan tempat gitu deh. Alasan logis kan? :P
Friday, May 25, 2012
Monday, May 7, 2012
Bagaimana rasanya?
Sering ngerasa jadi ibu paling bawel sedunia? Gara-gara serasa ngomong ama tembok, dikasi tahu bolak-balik kok belum juga dilakukan. Saya sering ngerasa begitu, walaupun banyak yang bilang anak saya sih masih 'normal' nggak bandel-bandel amat. Tapi namanya kalo lagi pengen buru-buru, inginnya begitu ngomong langsung dijalankan. Tapi saya juga sering lupa, saya ngomong sama anak kecil bukan robot kecil.
Tapi begitu mereka melakukan tanpa disuruh, padahal rasanya selama ini kok rasanya gak didengerin. Contohnya:
Bodhi mau berangkat sekolah, dan bersiap keluar kamar.
Citta langsung celingak celinguk dengan gelagat mau ngikut. Saya bilang,"Citta mau ikut turun?"
Citta jawab, "Ikuk".
Citta bangun dari duduknya, bergegas sambil membawa bukunya.
Saya pikir dia akan langsung menuju pintu keluar, tapi ternyata dia berbelok ke arah rak buku dan meletakkan bukunya ke tempat semula!!
Kalau sudah begini, bagaimana rasanya? Speechless :)
Sering juga ngerasa nggak enak hati saat anak lupa mengucapkan terima kasih ketika menerima pemberian seseorang, sementara kalau dengan mama papa di rumah nggak pernah lupa.
Tapi ketika suatu pagi saya sedang masak menyiapkan sarapan sekaligus bekal makan siang Bodhi, dan tiba-tiba Bodhi muncul di belakang saya lalu bertanya: "Mama lagi ngapain?"
Saya jawab,"masak buat sarapan dan bekal sekolah Bodhi."
Trus dia membalas,"Owwwh thank you Ma, sudah masakin buat Bodhi." Trus peluk saya dari belakang. Kalau sudah begitu, bagaimana rasanya??? Speechless lagi!! Apalagi dia pake owwhhh dengan penuh perasaan gitu nyebutnya :)
Lalu bicara mengenai mengekspresikan perasaan. Saya dan papa nya, menurut sahibulhikayat para orang tua kami masing-masing, adalah anak-anak pemalu. Boro-boro mengexpresikan perasaan di depan orang lain, ketemu orang lain aja udah malu kok. Nah berdasarkan sejarah yang tidak begitu menyenangkan itu, saya seringkali dibuat terkejut oleh sikap anak-anak saya (mungkin tingkah anak jaman sekarang hampir kebanyakan begitu ya). Kalau mereka melihat sesuatu yang menyenangkan, mereka tak segan berseru "Woooow...great!!" Itu kalau bodhi, kalau Citta lagi: "Woooooow..... "dengan mulut terbuka lebar trus 2 tangan menopang dagu membentuk huruf V. Hmmmm tahu kan gaya Chibi? :D
Atau....kalau dibuatkan sesuatu atau diberi sesuatu berupa makanan, Bodhi sering bilang (kalau dia suka makanannya)."Oh thank you ma! It's sooo delicious". Padahal belum juga dimakan :D
Kalau CItta? Tetep "Wooooow..." trus bilang "enak...enak..." sambil ngangguk-ngangguk.
Nah kalau sudah begitu, bagaimana rasanya?? Wooooow pengen uwel-uwel rambut mereka...!!!
Tapi begitu mereka melakukan tanpa disuruh, padahal rasanya selama ini kok rasanya gak didengerin. Contohnya:
Bodhi mau berangkat sekolah, dan bersiap keluar kamar.
Citta langsung celingak celinguk dengan gelagat mau ngikut. Saya bilang,"Citta mau ikut turun?"
Citta jawab, "Ikuk".
Citta bangun dari duduknya, bergegas sambil membawa bukunya.
Saya pikir dia akan langsung menuju pintu keluar, tapi ternyata dia berbelok ke arah rak buku dan meletakkan bukunya ke tempat semula!!
Kalau sudah begini, bagaimana rasanya? Speechless :)
Sering juga ngerasa nggak enak hati saat anak lupa mengucapkan terima kasih ketika menerima pemberian seseorang, sementara kalau dengan mama papa di rumah nggak pernah lupa.
Tapi ketika suatu pagi saya sedang masak menyiapkan sarapan sekaligus bekal makan siang Bodhi, dan tiba-tiba Bodhi muncul di belakang saya lalu bertanya: "Mama lagi ngapain?"
Saya jawab,"masak buat sarapan dan bekal sekolah Bodhi."
Trus dia membalas,"Owwwh thank you Ma, sudah masakin buat Bodhi." Trus peluk saya dari belakang. Kalau sudah begitu, bagaimana rasanya??? Speechless lagi!! Apalagi dia pake owwhhh dengan penuh perasaan gitu nyebutnya :)
Lalu bicara mengenai mengekspresikan perasaan. Saya dan papa nya, menurut sahibulhikayat para orang tua kami masing-masing, adalah anak-anak pemalu. Boro-boro mengexpresikan perasaan di depan orang lain, ketemu orang lain aja udah malu kok. Nah berdasarkan sejarah yang tidak begitu menyenangkan itu, saya seringkali dibuat terkejut oleh sikap anak-anak saya (mungkin tingkah anak jaman sekarang hampir kebanyakan begitu ya). Kalau mereka melihat sesuatu yang menyenangkan, mereka tak segan berseru "Woooow...great!!" Itu kalau bodhi, kalau Citta lagi: "Woooooow..... "dengan mulut terbuka lebar trus 2 tangan menopang dagu membentuk huruf V. Hmmmm tahu kan gaya Chibi? :D
Atau....kalau dibuatkan sesuatu atau diberi sesuatu berupa makanan, Bodhi sering bilang (kalau dia suka makanannya)."Oh thank you ma! It's sooo delicious". Padahal belum juga dimakan :D
Kalau CItta? Tetep "Wooooow..." trus bilang "enak...enak..." sambil ngangguk-ngangguk.
Nah kalau sudah begitu, bagaimana rasanya?? Wooooow pengen uwel-uwel rambut mereka...!!!
Wednesday, May 2, 2012
Meniti Tangga Nada
Aish judulnya sok manis banget ya :) Tapi sesungguhnya ini menggambarkan perjalanan Bodhi (dan mama) belajar musik. Dulu saya pernah cerita soal ini. Nah akhirnya sampai juga kita ke kelas Junior Music, yang mana kelas JMC ini ada beberapa stage dan Bodhi baru di stage 1 #ngusap dahi yang gak keringetan. Di kelas ini sudah mulai bermain musik, kalau di Music Wonderland dulu lebih banyak seperti bermain, membuat anak 'merasai' musik melalui tinggi rendah keras lembut nya nada. Melatih anak belajar duduk diam, yang mana buat anak usia 3 tahunan itu bisa duduk diam adalah perjuangan tersendiri. Tapi jangan dibayangkan mereka dididik keras lho, semuanya tetap menyenangkan. Paling-paling kalau ada yang iseng pencet-pencet tuts keyboard sebelum diinstruksikan, hanya diingatkan:"hayooo tangan pintar di paha". Jadi mereka belajar memahami dan mendengarkan instruksi juga.
Bagi saya yang tidak bisa bermain musik, kelas Junior ini sudah semakin berat. Belajar membaca not balok, melatih tangan kanan, menghapal lagu. Bahkan minggu ini sudah mulai latihan dengan tangan kiri. Duh saya sampai menciumi Bodhi lho, sambil bilang "yang rajin ya latihannya, Bodhi pasti bisa". Yang mana rasanya lebih tepat sebagai penyemangat diri saya sendiri untuk lebih sabar mendampingi Bodhi belajar, lebih tegas kalau dia mulai malas latihan. Tapi jujur, saya sendiri kadang berasa nggak enak juga harus tegas yang biasanya jadi diidentikkan dengan memaksa. Karena les musik ini kan bukan murni keinginan Bodhi, tapi kami orang tuanya yang mengarahkannya. Karena bagi kami ini baik (dan mudah-mudahan kami tidak salah). Jadi kalau meminta dia agak keras, rasanya gimanaaaa gitu. Ya akhirnya berusaha memilih kata-kata yang tidak dirasakan sebagai paksaan karena khawatir juga dia malah trauma belajar. Misalnya,"Bagaimana kalau kita latihan musik Ko?" atau "Sepertinya sudah lama nih Bodhi nggak latihan musik, kan katanya Bodhi mau seperti miss Lenny yang bisa main piano tanpa melihat tuts nya. Jadi mesti latihan supaya bisa sehebat Miss Lenny."
Bagaimana hasil latihan Bodhi sejauh ini? Bagi saya cukup menyenangkan hati. Walaupun latihan kadang lebih banyak becandanya, lha iya padahal dia sudah tahu do itu dimana, re itu yang mana, tapi kadang dimeleset-melesetin gitu tangannya. Emang Srimulat bener nih anak (eh ya pada tahu Srimulat nggak ya, hehehe). Apalagi kalau menyanyi, paling nggak suka kayaknya dia. Mungkin karena lyric lagunya yang cukup rumit bagi anak seusia dia ya (gurunya juga mengakui soal rumit ini). Tapi ya mungkin karena terjemahan dari jepang ke inggris kemudian ke indonesia, jadinya rumit deh. Mungkin dalam kosakata Jepang itu ber-rima dan gampang diingat, setelah diindonesiakan jadi tidak semudah itu. Mungkiiiiin lho ya. Dan soal malas bernyanyi ini juga disebut sebagai yang masih perlu ditingkatkan dari kemampuan Bodhi. Begitu yang disebut gurunya sewaktu parent meeting minggu lalu. Mengenai kemampuan memainkan keyboardnya udah cukup baik katanya. Dan yang masih perlu dilatih lagi itu Solfage nya. Bodhi suka males buka mulut katanya hehehe. Oh ya solfage itu yang kayak gini: lagu twinkle dinyanyikan solmisasinya jadi dodosolsollalasolfafamimireredo.. dst. Dan itu ya nggak cuma satu lagu itu, ada beberapa lagu lho yang mesti dilatih. Ish, kok mamanya yang jadi deg-deg an gini :D Tapi Bodhi pasti bisa kok kalau latihan :) #doa sendiri dalam hati hahaha
Nah, selasa kemarin ini saat les tiba-tiba ms.lenny menawarkan tiap anak maju ke depan satu-satu untuk memainkan satu partiture yang ditentukan. Yang mau ke depan diminta angkat tangan. Bodhi dapat giliran ke 5 dari total 6 anak peserta les hari itu. Soalnya telat melulu angkat tangannya. Tapi jadi bagus juga sih karena dia sudah lihat teman-temannya maju jadi dia makin semangat. Saat melihat anak-anak yang lain maju namun masih salah-salah memainkan partiturenya (yang mana sebenarnya bagi saya kemampuan dan keseriusan mereka lebih baik dari Bodhi), saya pun tidak berharap terlalu banyak. Asal Bodhi mau maju dan menyelesaikan lagunya, sudah lebih dari cukup. Eh tapi ternyata lumayaaaan banget, Bodhi lancar dan nggak tolah-toleh seperti biasanya. Nah kan bener, kalau dia serius sebenernya dia bisa. Kalau sama mama kok banyakan becandanya seeeh.
Saya sempat merekam, dan ini dia performance Bodhi kemarin :
Lumayan nggak? Lumayaaan dong.... hehehe
Oh ya sebenarnya saya sempat menimbang-nimbang untuk stop les musiknya ini lho, soalnya ngeliat Bodhi kok banyakan becandanya sih, nggak serius seperti beberapa temannya yang lain. Walaupun ada juga sih anak-anak yang banyak main-mainnya juga. Tapi ya namanya orang tua kadang timbul keinginan yang terlalu tinggi gitu deh. Maafkan mama ya Nak. Dan ternyata curhat itu ada gunanya juga ya, asal curhat sama orang yang bener. Soalnya ada orang tua anak yang saya ceritakan tentang Bodhi, dia juga merasakan hal yang sama dengan saya tapi solusinya dia adalah sepertinya akan stop aja karena sepertinya anaknya nggak suka dan nggak mau latihan di rumah. Padahal menurut saya si anak itu kalau di kelas lebih anteng dari Bodhi lho. Yah memang beda-beda mungkin ya, yang terlihat di permukaan tidak seperti yang sesungguhnya. Kalau dengan orang tua yang lain yang saya ajak cerita-cerita juga, saya mendapat sedikit kekuatan (halah) mendengar sarannya dia. Padahal anaknya ibu itu lebih aktif dari Bodhi tapi sama isengnya kayaknya, dan anaknya itu cewek :P Dia bilang, ya mungkin memang anak kita nggak akan jadi pemusik hebat, tapi tujuannya kita les-in musik kan bukan cuma itu yah. Ngelatih dia sabar, mau menunggu. Soalnya anak-anak saya sejak les musik, banyak perubahan di sikapnya. Trus selama cerita-cerita itu kok banyak banget miripnya Bodhi dengan anaknya ibu itu, terutama di jahil dan isengnya. Kayak ngubah-ngubah lyric lagu, atau disuruh belajar mendengarkan lagu yang berbahasa Indonesia, diubah-ubah ke bahasa Thailand lah, Jepang lah, Spanyol lah, hahaha. Lho kok denger cerita anak orang lain saya malah bisa ketawa, tapi pas Bodhi melakukannya kok saya gregetan ya??!! Duh duh duh.
Dan ada satu hal lagi yang saya petik dari pengalaman belajar musik dengan Bodhi (ehm iya dong saya mau gak mau ikutan belajar juga, walaupun rasanya kok mumet ya belajar musik itu, dasar dudul banget memang saya ini). Saya harus belajar 'melepas'. Melepas ego, melepas keinginan. Jangan berharap terlalu tinggi. Dijalani saja yang sudah menjadi pilihan. Seperti halnya memberikan Bodhi les musik adalah pilihan saya, karena saya yakin ini baik, maka saya harus konsekwen dengan apapun yang terjadi selama proses belajar itu. Dan ketika sudah bisa melepas, rasanya beban itu nggak ada. Dibawa senang saja, jadi nggak perlu ada drama berantem-berantem sama anak. Tapi latihan ya kudu tetep harus dong, lha sudah bayar mahal gitu, masak mau santai-santai. Tapi saya jadi berlatih memilih cara paling menyenangkan dan bijaksana untuk mengajak dia belajar dan latihan. Mikir dulu sebelum ngomong, pilih dulu kata-katanya. Dan rasanya kok jadi nggak capek ya, karena kita nggak keluar kata-kata yang nggak perlu. Yang ternyata buang-buang energi. Lebih memeras otak, ya sudah pasti lah. Tapi daripada menyesal dikemudian hari karena kata-kata yang tidak sepantasnya didengar anak saya? Dan saya yakin, kalau saya latihan terus mengontrol kata-kata saya, itu akan menjadi kebiasaan jadi saya tidak perlu memeras otak lagi, karena sudah mengalir begitu saja kata-kata yang baik dan bijak. Tapi sampai detik ini, saya masih belum lulus. Masih mesti banyak latihan lagi :)
Bagi saya yang tidak bisa bermain musik, kelas Junior ini sudah semakin berat. Belajar membaca not balok, melatih tangan kanan, menghapal lagu. Bahkan minggu ini sudah mulai latihan dengan tangan kiri. Duh saya sampai menciumi Bodhi lho, sambil bilang "yang rajin ya latihannya, Bodhi pasti bisa". Yang mana rasanya lebih tepat sebagai penyemangat diri saya sendiri untuk lebih sabar mendampingi Bodhi belajar, lebih tegas kalau dia mulai malas latihan. Tapi jujur, saya sendiri kadang berasa nggak enak juga harus tegas yang biasanya jadi diidentikkan dengan memaksa. Karena les musik ini kan bukan murni keinginan Bodhi, tapi kami orang tuanya yang mengarahkannya. Karena bagi kami ini baik (dan mudah-mudahan kami tidak salah). Jadi kalau meminta dia agak keras, rasanya gimanaaaa gitu. Ya akhirnya berusaha memilih kata-kata yang tidak dirasakan sebagai paksaan karena khawatir juga dia malah trauma belajar. Misalnya,"Bagaimana kalau kita latihan musik Ko?" atau "Sepertinya sudah lama nih Bodhi nggak latihan musik, kan katanya Bodhi mau seperti miss Lenny yang bisa main piano tanpa melihat tuts nya. Jadi mesti latihan supaya bisa sehebat Miss Lenny."
Bagaimana hasil latihan Bodhi sejauh ini? Bagi saya cukup menyenangkan hati. Walaupun latihan kadang lebih banyak becandanya, lha iya padahal dia sudah tahu do itu dimana, re itu yang mana, tapi kadang dimeleset-melesetin gitu tangannya. Emang Srimulat bener nih anak (eh ya pada tahu Srimulat nggak ya, hehehe). Apalagi kalau menyanyi, paling nggak suka kayaknya dia. Mungkin karena lyric lagunya yang cukup rumit bagi anak seusia dia ya (gurunya juga mengakui soal rumit ini). Tapi ya mungkin karena terjemahan dari jepang ke inggris kemudian ke indonesia, jadinya rumit deh. Mungkin dalam kosakata Jepang itu ber-rima dan gampang diingat, setelah diindonesiakan jadi tidak semudah itu. Mungkiiiiin lho ya. Dan soal malas bernyanyi ini juga disebut sebagai yang masih perlu ditingkatkan dari kemampuan Bodhi. Begitu yang disebut gurunya sewaktu parent meeting minggu lalu. Mengenai kemampuan memainkan keyboardnya udah cukup baik katanya. Dan yang masih perlu dilatih lagi itu Solfage nya. Bodhi suka males buka mulut katanya hehehe. Oh ya solfage itu yang kayak gini: lagu twinkle dinyanyikan solmisasinya jadi dodosolsollalasolfafamimireredo.. dst. Dan itu ya nggak cuma satu lagu itu, ada beberapa lagu lho yang mesti dilatih. Ish, kok mamanya yang jadi deg-deg an gini :D Tapi Bodhi pasti bisa kok kalau latihan :) #doa sendiri dalam hati hahaha
Nah, selasa kemarin ini saat les tiba-tiba ms.lenny menawarkan tiap anak maju ke depan satu-satu untuk memainkan satu partiture yang ditentukan. Yang mau ke depan diminta angkat tangan. Bodhi dapat giliran ke 5 dari total 6 anak peserta les hari itu. Soalnya telat melulu angkat tangannya. Tapi jadi bagus juga sih karena dia sudah lihat teman-temannya maju jadi dia makin semangat. Saat melihat anak-anak yang lain maju namun masih salah-salah memainkan partiturenya (yang mana sebenarnya bagi saya kemampuan dan keseriusan mereka lebih baik dari Bodhi), saya pun tidak berharap terlalu banyak. Asal Bodhi mau maju dan menyelesaikan lagunya, sudah lebih dari cukup. Eh tapi ternyata lumayaaaan banget, Bodhi lancar dan nggak tolah-toleh seperti biasanya. Nah kan bener, kalau dia serius sebenernya dia bisa. Kalau sama mama kok banyakan becandanya seeeh.
Saya sempat merekam, dan ini dia performance Bodhi kemarin :
Oh ya sebenarnya saya sempat menimbang-nimbang untuk stop les musiknya ini lho, soalnya ngeliat Bodhi kok banyakan becandanya sih, nggak serius seperti beberapa temannya yang lain. Walaupun ada juga sih anak-anak yang banyak main-mainnya juga. Tapi ya namanya orang tua kadang timbul keinginan yang terlalu tinggi gitu deh. Maafkan mama ya Nak. Dan ternyata curhat itu ada gunanya juga ya, asal curhat sama orang yang bener. Soalnya ada orang tua anak yang saya ceritakan tentang Bodhi, dia juga merasakan hal yang sama dengan saya tapi solusinya dia adalah sepertinya akan stop aja karena sepertinya anaknya nggak suka dan nggak mau latihan di rumah. Padahal menurut saya si anak itu kalau di kelas lebih anteng dari Bodhi lho. Yah memang beda-beda mungkin ya, yang terlihat di permukaan tidak seperti yang sesungguhnya. Kalau dengan orang tua yang lain yang saya ajak cerita-cerita juga, saya mendapat sedikit kekuatan (halah) mendengar sarannya dia. Padahal anaknya ibu itu lebih aktif dari Bodhi tapi sama isengnya kayaknya, dan anaknya itu cewek :P Dia bilang, ya mungkin memang anak kita nggak akan jadi pemusik hebat, tapi tujuannya kita les-in musik kan bukan cuma itu yah. Ngelatih dia sabar, mau menunggu. Soalnya anak-anak saya sejak les musik, banyak perubahan di sikapnya. Trus selama cerita-cerita itu kok banyak banget miripnya Bodhi dengan anaknya ibu itu, terutama di jahil dan isengnya. Kayak ngubah-ngubah lyric lagu, atau disuruh belajar mendengarkan lagu yang berbahasa Indonesia, diubah-ubah ke bahasa Thailand lah, Jepang lah, Spanyol lah, hahaha. Lho kok denger cerita anak orang lain saya malah bisa ketawa, tapi pas Bodhi melakukannya kok saya gregetan ya??!! Duh duh duh.
Dan ada satu hal lagi yang saya petik dari pengalaman belajar musik dengan Bodhi (ehm iya dong saya mau gak mau ikutan belajar juga, walaupun rasanya kok mumet ya belajar musik itu, dasar dudul banget memang saya ini). Saya harus belajar 'melepas'. Melepas ego, melepas keinginan. Jangan berharap terlalu tinggi. Dijalani saja yang sudah menjadi pilihan. Seperti halnya memberikan Bodhi les musik adalah pilihan saya, karena saya yakin ini baik, maka saya harus konsekwen dengan apapun yang terjadi selama proses belajar itu. Dan ketika sudah bisa melepas, rasanya beban itu nggak ada. Dibawa senang saja, jadi nggak perlu ada drama berantem-berantem sama anak. Tapi latihan ya kudu tetep harus dong, lha sudah bayar mahal gitu, masak mau santai-santai. Tapi saya jadi berlatih memilih cara paling menyenangkan dan bijaksana untuk mengajak dia belajar dan latihan. Mikir dulu sebelum ngomong, pilih dulu kata-katanya. Dan rasanya kok jadi nggak capek ya, karena kita nggak keluar kata-kata yang nggak perlu. Yang ternyata buang-buang energi. Lebih memeras otak, ya sudah pasti lah. Tapi daripada menyesal dikemudian hari karena kata-kata yang tidak sepantasnya didengar anak saya? Dan saya yakin, kalau saya latihan terus mengontrol kata-kata saya, itu akan menjadi kebiasaan jadi saya tidak perlu memeras otak lagi, karena sudah mengalir begitu saja kata-kata yang baik dan bijak. Tapi sampai detik ini, saya masih belum lulus. Masih mesti banyak latihan lagi :)
Monday, April 30, 2012
Nasi Tim Ayam Tahu
Berikut ini, cieeh bahasanya, resep nasi tim ayam tahu ala saya. Resep nasi tim ayam banyak banget di internet, jadi resep ini juga sebenarnya nggak jauh berbeda dengan yang sudah ada, hanya saya buat lebih sederhana secara bahan dan proses pembuatan.
Mari disimak, jika ingin menyimak :D
Eh iya, kalaupun kelihatan panjang resepnya, tapi bikinnya nggak seribet yang dibayangkan kok. Sayapun sebelumnya malas mencoba nasi tim karena kalau melihat resep kok rasanya banyak sekali prosesnya. Saya kan tipe kalo masak gak boleh lebih dari sejam termasuk persiapan, kalo lebih dari itu namanya ngeberantakin dapur :P
Kaldu Ayam
Bahannya:
100gr tulang dari dada ayam
500ml air matang
Prosesnya:
rebus sebentar tulang ayam untuk membersihkan kotoran dari ayam (biasanya keluar coklat-coklat, mungkin dari darah dll). sebentar saja, lalu buang air rebusan pertama itu. Selanjutnya barulah tulang dimasak lagi, sampai mendidih. Biarkan beberapa saat, sampai keluar minyak-minyak dari ayam, baru matikan api kompor.
Ini metode saya membuat kaldu ayam, kalau ada koreksi, silakan lho ya. Atau mungkin ada yang punya metode yang lebih enak. Senang sekali kalau saya dikasi tahu :)
Nasi tim
Bahannya:
Nasi putih 2 centong nasi
nah penghematan waktunya menurut saya ada di proses ini. Jadi bukan dari mengaron beras. Jadi saya pakai nasi bukan beras.
200ml kaldu ayam
1 sdm minyak goreng untuk menumis
1 sdm minyak wijen untuk menumis
1 siung bawang putih, dicincang
1cm jahe digeprak atau diiris halus
1sdt kecap asin (saya pakai kikk*m*n, kalo kecap asin yang biasa, umumnya mengandung MSG)
garam secukupnya.
Prosesnya:
panaskan minyak goreng+minyak wijen, lalu tumis bawang putih dan jahe sampai harum.
Lalu masukkan nasi
tambahkan kecap asin, garam dan diaduk sebentar sampai tercampur rata
Tambahkan kaldu ayam, masak hingga air kaldu meresap ke nasi.
Karena pakai nasi dan bukan beras, jadi tidak memakan waktu lama.
Ayam Tumis
Bahannya:
150gr daging dari dada ayam, potong dadu
1 buah tahu putih (nasi tim biasanya pakai jamur kancing ya, tapi kalau nggak punya, diganti tahu putih ini juga enak lho)
1sdm minyak goreng untuk menumis
1sdm minyak wijen untuk menumis
1 siung bawang putih cincang halus
1sdm bawang bombay, cincang kasar
1 cm jahe, digeprak
1 sdm kecap manis
1 sdt kecap asin
sedikit garam
100ml kaldu ayam
1 sdm tepung maizena, diencerkan dengan air dingin
Prosesnya:
panaskan minyak goreng+minyak wijen
tumis bawang putih,bawang bombay dan jahe sampai wangi
lalu masukkan daging ayam, tumis sampai berubah warna
tambahkan tahu, garam, kecap asin, kecap manis, aduk rata
lalu tuang larutan maizena. Aduk hingga mengental dan ayam sudah matang.
Penyelesaian:
Siapkan wadah tahan panas.
Masukkan tumisan ayam di dasar wadah, lalu tambahkan nasi tim sampai wadah penuh.
Lalu kukus sampai nasi menjadi empuk dan aroma wangi menyebar :)
Setelah matang, keluarkan nasi tim dari wadah. Sajikan dengan tambahan irisan daun bawang (atau kalau punya bawang goreng pasti lebih enak ya, tapi anak-anak saya nggak suka bawang goreng :D ) plusss kuah kaldu.
Untuk kuahnya ini saya pakai kaldu yang tersisa, saya saring lalu panaskan bersama seiris tipis jahe. Kalau mau tambah garam lagi, silakan. Tambahkan juga irisan daun bawang di kaldu.
Nah sebagai bekal sekolah, saya tambahkan juga telur puyuh supaya lucu :D
Dan menurut Bodhi, namanya Nasi Angry bird's nest.
Friday, April 27, 2012
BodhiCitta featured @The Urban Mama
Iseng-iseng submit cerita tentang Bodhi dan Citta ke The Urban Mama dan dimuat hari Kamis yang lalu. Pengen belajar nulis yang lebih rapi dan baik. Makanya coba-coba submit ke forum yang ada editornya, mungkin selanjutnya mesti lebih rajin lagi nulis. Semoga :D
Saturday, April 21, 2012
Racial Harmony Day Bento
Saya merasa mendapat kehormatan deh sewaktu diminta menyiapkan bento untuk display di Japan Room saat acara Racial Harmony hari ini di sekolah Bodhi. Oh ya selain bento saya juga bikin sushi (sushi-sushi-an sih tepatnya. lha cuma pake isian timun dan crab stick. berasnya pun bukan beras jepang, hanya nasi putih biasa dicampur rice vinegar dan gula pasir. soalnya beras jepang mahal bo'. trus hanya pake kecap khusus sushi botolan tanpa irisan jahe merah dan wasabi.)
Soal isian menu bentonya, saya nggak terlalu mau ribet, walaupun banyak yang pengen saya isi #ah gaya banget# tapi malah jadinya kok aneh ya kalo keramean, akhirnya terpilih chicken katsu (pake resep dari buku pak wied, yang sudah pasti selalu ringkas bahannya tapi sejuta rasanya), untuk sayuran saya pakai acar timun dan wortel (lagi-lagi simple bikinnya, hanya campur air jeruk nipis dan gula pasir). Trus tiba-tiba kepikir pengen ditambahin keju bentuk dolphin sebagai aksesoris. Kan sekolah Bodhi logonya dolphin. Nah, nasinya pengennya warna biru, hehe tapi kepepet nggak sempet nyoba-nyoba bahan makanan apa yang bisa dicampur supaya menghasilkan warna biru. Akhirnya dipilih sepupunya biru, yaitu ungu, pake puree ubi ungu. Dan pelengkap lainnya supaya warnanya rame aja, pake wortel mickey mouse dan jagung manis. Mickey nya sih pakai vegetable cutter, jadi gampang dan cepat. Kalau dolphinnya, berhubung gak punya cetakannya, saya cari pola dolphin di google image trus print dan gunting lalu dijiplak di keju cheddar slice. Gampang kan? Cuma mesti pelan-pelan aja, biar hasilnya rapih. Dan saya sih cukup puas dengan hasil jiplakan ini, lucu!
Gampang ya? Makanya pas ditanya, waaah bangun jam berapa tadi pagi nyiapin ini? Errr bangun seperti biasa lah, kan chicken katsunya bisa disiapkan semalam sebelumnya, jadi besok pagi-nya tinggal goreng. Dan yang lain2 sih nggak ribet-ribet banget ya, apalagi yang wortel tinggal cetak, acar nya tinggal serut hehe. Tapi ini belum seberapa sih memang tingkat kerumitan bentonya, jadi saya bisa ngomong begitu. Tapi yang paling bikin saya seneng ya tentu aja, kehebohan si duo kecil di rumah ngeliat ada dolphin 'berenang' di lautan ungu. Priceless!!
Tuesday, April 17, 2012
Conan Ultah :D
Ada yang ulang tahun loh hari ini. Hmmm kalo ngeliat layout seperti ini (sok keren gini istilahnya) kira-kira siapa yang ulang tahun yaaa??
Mungkin nebak Bodhi atau Citta ya? Secara ada balon-balon segala hahah.
Yang ultah hari ini adalah Papa :D
Bingung sih mau ngasi kado, karena si papa ini jarang punya keinginan jadi bikin sulit (atau malah gampang ya) kalo mau ngasi kado. Kalaupun perlu sesuatu, karena ya memang perlu pasti udah kebeli duluan gak usah nunggu hari khusus. Paling yang ditunggu momentnya harus ada uangnya dulu. Yaaa itu sih kudu kali yah hehe.
Nah hari Sabtu pas pergi bareng Bodhi, disempetin mampir ke cafe Moka. Itu french cafe, yang jual cake juga. Cake nya enak dengan harga masuk akal. Jadi saya sering deh mesen cake disana, bakerynya juga ok! Milih-milih whole cake kok rasanya bosen ya, akhirnya ya udah deh pesan 5 chocolate cupcake aja. Mikirnya nanti dipasangin lilin kecil-kecil trus tiup bareng anak-anak. Soalnya bagaimanapun sejak ada anak-anak, proyek ulang tahun mama papa nya terkadang malahan lebih untuk menyenangkan anak.
Baru kemarin sih akhirnya terpikir untuk bikin #eerrrr kalo boleh nyebut ini sebagai# dessert table. Trus dessert table kan mesti ada temanya ya. Jadi lebih sulit untuk milih tema bagi cowok apalagi yang udah dewasa (ehm nggak mau bilang udah tua :P). Muter otak dikit sih nyari-nyari kira-kira apa yang cocok untuk si papa. Dan akhirnya terpilih deh tema komik. Karena si papa ini, walaupun udah gede, gak malu loh baca komik di airport hahaha dimana banyak cowok-cowok mungkin ngerasa lebih keren baca National Geographic, atau majalah investasi. Hihi ya begitulah suami saya, apa adanya :D Eh tapi mungkin memang ada juga ya yang hobinya baca buku-buku berat dan memang nggak keberatan juga nenteng buku-buku seperti itu kemana-mana. Kalau si papa sih kayaknya banyakan baca yang berat-berat di rumah, kalo di perjalanan bawa yang ringan aja seperti koran atauuuu komik :P
Nah udah kepikir komik trus milih lagi, enaknya komik apa ya biar lebih fokus. Yang langsung kepikiran sih Detective Conan. Kalau yang lain-lain saya gak inget judulnya. Ya sudahlah akhirnya ngeprint-ngeprint dikit dibantu staff kantor dengan pesan tambahan "si bapak jangan sampai tahu.
Eh tapi ya, rencananya kan mau surprisenya itu pagi-pagi banget, tapi apa daya si adek Citta semalem masuk angin jadi demam gitu dan agak rewel dan sempet ngajak mama ngeronda sampe jam 4 subuh. Bukan karena demamnya, tapi karena nggak bisa tidur kayaknya setelah kebanyakan tidur dari sore :P Tapi syukur deh demamnya gak berlanjut, setelah dimassage dengan bawang dan minyak kelapa plus mik ASI yang buanyaaak sampe mama laper melulu heheheh, berangsur turun dan akhirnya normal cuma dalam hitungan jam setelah sempat suhunya 39.2 derajat.
Trus ternyata staff kantor nyiapin cake juga buat dipotong rame-rame, karena di bulan April selain si papa, para staff yang cewek ultah semua termasuk si mbak di rumah. Kok bisa sih nyari staff cewek ultahnya di April semua :D Ya udah deh sementara saya belum mood nyiapin apa-apa, potong kue rame-rame di kantor dulu deh...
Yang ini cake-nya. Sementara rose bouquetnya, kebetulan ada yang order jadi dipajang dulu deh untuk mempercantik foto :D
Nah setelah acara kecil-kecil di kantor selesai, papa mesti nganter Bodhi sekolah. Baru deh saya nyiap-nyiapin 'dessert table' abal-abal ini. Hmm sebenernya gak ribet karena memang seadanya properti dan hiasannya. Tapi jadi luamaaa karena ada little helper yang 'rajiiin' banget bantuinnya Akhirnya demi cepatnya selesai saya kasi nonton lagu anak-anak di youtube aja, damai deh :)) Oh iya si papa ceritanya gak tahu nih mau dibuatin sedikit kejutan dari anak-anaknya. Kok anak-anaknya, iya dong soalnya rencana ini udah disepakati jauh-jauh hari dengan Bodhi. Bahkan dia sudah mengatur tugas masing-masing: mama-koko-dedek sembunyi, mama pegang cake, dede cerita yang teriak surprissseeee!!! Wkwkwkw dia sudah menyadarai potensi suara tinggi dedeknya, jadi kebagian tugas teriak :D
5 buah cupcakes coklat dengan topping cherry(belle). Kenapa pake cherry karena Bodhi itu cherry lover bangeeeet.. cake kesukaannya aja black forest, hanya karena di atasnya sudah pasti ada cherry nya :D
Trus ada mawar merah dan boneka beruangnya.Biar manis dikit lah. Haha bilang aja sih saya yang memang gak bisa gak pake bunga kalo hias-hias gitu.Abis gimana ya, suka siiih. Oh ya bisa juga dianggap perwakilan Ran (pacarnya Shinichi Kudo - Conan versi gedenya) #heemm emang sih ini alasan sok romantis.
Tapi bagi saya ini masterpiece nya. Birthday card buatan Bodhi :)
Saya pilihin gambar-gambar Bodhi yang hampir 5 rim kertas hvs, saya pilih yang banyak bidang kosongnya supaya bisa ditulisin Bodhi. Dan terpilihnya si Pocoyo ini. Kalau tulisan papa nya itu memang Bodhi udah bisa, tapi happy birthdaynya masih saya eja-in sih. Oh ya itu ada topeng-topeng nya gitu, seingat saya memang ada tokoh yang suka pake topeng. Setelah saya tanya, untunglah bener memang ada :D
Eh tapi, mana minumnya??? Huaaa memang kelupaan, padahal tadinya inget mo bikin jus jambu biji. Ish itu tetep aja lupa kali namanyaa.... Dan akhirnya si papa request teh jahe+ sereh.
Mungkin nebak Bodhi atau Citta ya? Secara ada balon-balon segala hahah.Yang ultah hari ini adalah Papa :D
Bingung sih mau ngasi kado, karena si papa ini jarang punya keinginan jadi bikin sulit (atau malah gampang ya) kalo mau ngasi kado. Kalaupun perlu sesuatu, karena ya memang perlu pasti udah kebeli duluan gak usah nunggu hari khusus. Paling yang ditunggu momentnya harus ada uangnya dulu. Yaaa itu sih kudu kali yah hehe.
Nah hari Sabtu pas pergi bareng Bodhi, disempetin mampir ke cafe Moka. Itu french cafe, yang jual cake juga. Cake nya enak dengan harga masuk akal. Jadi saya sering deh mesen cake disana, bakerynya juga ok! Milih-milih whole cake kok rasanya bosen ya, akhirnya ya udah deh pesan 5 chocolate cupcake aja. Mikirnya nanti dipasangin lilin kecil-kecil trus tiup bareng anak-anak. Soalnya bagaimanapun sejak ada anak-anak, proyek ulang tahun mama papa nya terkadang malahan lebih untuk menyenangkan anak.
Baru kemarin sih akhirnya terpikir untuk bikin #eerrrr kalo boleh nyebut ini sebagai# dessert table. Trus dessert table kan mesti ada temanya ya. Jadi lebih sulit untuk milih tema bagi cowok apalagi yang udah dewasa (ehm nggak mau bilang udah tua :P). Muter otak dikit sih nyari-nyari kira-kira apa yang cocok untuk si papa. Dan akhirnya terpilih deh tema komik. Karena si papa ini, walaupun udah gede, gak malu loh baca komik di airport hahaha dimana banyak cowok-cowok mungkin ngerasa lebih keren baca National Geographic, atau majalah investasi. Hihi ya begitulah suami saya, apa adanya :D Eh tapi mungkin memang ada juga ya yang hobinya baca buku-buku berat dan memang nggak keberatan juga nenteng buku-buku seperti itu kemana-mana. Kalau si papa sih kayaknya banyakan baca yang berat-berat di rumah, kalo di perjalanan bawa yang ringan aja seperti koran atauuuu komik :P
Nah udah kepikir komik trus milih lagi, enaknya komik apa ya biar lebih fokus. Yang langsung kepikiran sih Detective Conan. Kalau yang lain-lain saya gak inget judulnya. Ya sudahlah akhirnya ngeprint-ngeprint dikit dibantu staff kantor dengan pesan tambahan "si bapak jangan sampai tahu.
Eh tapi ya, rencananya kan mau surprisenya itu pagi-pagi banget, tapi apa daya si adek Citta semalem masuk angin jadi demam gitu dan agak rewel dan sempet ngajak mama ngeronda sampe jam 4 subuh. Bukan karena demamnya, tapi karena nggak bisa tidur kayaknya setelah kebanyakan tidur dari sore :P Tapi syukur deh demamnya gak berlanjut, setelah dimassage dengan bawang dan minyak kelapa plus mik ASI yang buanyaaak sampe mama laper melulu heheheh, berangsur turun dan akhirnya normal cuma dalam hitungan jam setelah sempat suhunya 39.2 derajat.
Trus ternyata staff kantor nyiapin cake juga buat dipotong rame-rame, karena di bulan April selain si papa, para staff yang cewek ultah semua termasuk si mbak di rumah. Kok bisa sih nyari staff cewek ultahnya di April semua :D Ya udah deh sementara saya belum mood nyiapin apa-apa, potong kue rame-rame di kantor dulu deh...
Yang ini cake-nya. Sementara rose bouquetnya, kebetulan ada yang order jadi dipajang dulu deh untuk mempercantik foto :D
Nah setelah acara kecil-kecil di kantor selesai, papa mesti nganter Bodhi sekolah. Baru deh saya nyiap-nyiapin 'dessert table' abal-abal ini. Hmm sebenernya gak ribet karena memang seadanya properti dan hiasannya. Tapi jadi luamaaa karena ada little helper yang 'rajiiin' banget bantuinnya Akhirnya demi cepatnya selesai saya kasi nonton lagu anak-anak di youtube aja, damai deh :)) Oh iya si papa ceritanya gak tahu nih mau dibuatin sedikit kejutan dari anak-anaknya. Kok anak-anaknya, iya dong soalnya rencana ini udah disepakati jauh-jauh hari dengan Bodhi. Bahkan dia sudah mengatur tugas masing-masing: mama-koko-dedek sembunyi, mama pegang cake, dede cerita yang teriak surprissseeee!!! Wkwkwkw dia sudah menyadarai potensi suara tinggi dedeknya, jadi kebagian tugas teriak :DAkhirnya jadilah seperti ini detailnya:
Dengan modal googling akhirnya nemu komik Conan yang bisa diprint untuk alas makanan.
Di wadah sebelah kiri ada kukis yang dihias mr.smiley dan di belakang ada kukis burung. Yang Mr.Smiley, karena si papa itu kata orang-orang wajahnya selalu keliatan seperti orang senyum hihi. Kalau yang burung sih gak ada artinya, cuma buat nambah-nambahin aja.
Trus yang sebelah kanan itu buah-buahan, ada apel jeruk dan strawberry. Harapannya, porsi makan buah si papa lebih banyak lagi, karena buah itu kaya akan enzym yang bersifat basa jadi bagus untuk tubuh #halah kok dibahas
Trus itu kok ada balon-balon segala ya, heheeh itu namanya usaha. Usaha nutupin coretan si dedek di tembok. Nyoretnya pake spidol coba. kalo dulu koko masih mending cuma pake bolpen jadi gak begitu ketara (kalo difoto).
Dengan modal googling akhirnya nemu komik Conan yang bisa diprint untuk alas makanan.Di wadah sebelah kiri ada kukis yang dihias mr.smiley dan di belakang ada kukis burung. Yang Mr.Smiley, karena si papa itu kata orang-orang wajahnya selalu keliatan seperti orang senyum hihi. Kalau yang burung sih gak ada artinya, cuma buat nambah-nambahin aja.
Trus yang sebelah kanan itu buah-buahan, ada apel jeruk dan strawberry. Harapannya, porsi makan buah si papa lebih banyak lagi, karena buah itu kaya akan enzym yang bersifat basa jadi bagus untuk tubuh #halah kok dibahas
Trus itu kok ada balon-balon segala ya, heheeh itu namanya usaha. Usaha nutupin coretan si dedek di tembok. Nyoretnya pake spidol coba. kalo dulu koko masih mending cuma pake bolpen jadi gak begitu ketara (kalo difoto).
5 buah cupcakes coklat dengan topping cherry(belle). Kenapa pake cherry karena Bodhi itu cherry lover bangeeeet.. cake kesukaannya aja black forest, hanya karena di atasnya sudah pasti ada cherry nya :DTrus ada mawar merah dan boneka beruangnya.Biar manis dikit lah. Haha bilang aja sih saya yang memang gak bisa gak pake bunga kalo hias-hias gitu.Abis gimana ya, suka siiih. Oh ya bisa juga dianggap perwakilan Ran (pacarnya Shinichi Kudo - Conan versi gedenya) #heemm emang sih ini alasan sok romantis.
Tapi bagi saya ini masterpiece nya. Birthday card buatan Bodhi :)Saya pilihin gambar-gambar Bodhi yang hampir 5 rim kertas hvs, saya pilih yang banyak bidang kosongnya supaya bisa ditulisin Bodhi. Dan terpilihnya si Pocoyo ini. Kalau tulisan papa nya itu memang Bodhi udah bisa, tapi happy birthdaynya masih saya eja-in sih. Oh ya itu ada topeng-topeng nya gitu, seingat saya memang ada tokoh yang suka pake topeng. Setelah saya tanya, untunglah bener memang ada :D
Eh tapi, mana minumnya??? Huaaa memang kelupaan, padahal tadinya inget mo bikin jus jambu biji. Ish itu tetep aja lupa kali namanyaa.... Dan akhirnya si papa request teh jahe+ sereh.
Owiyaaa gimana dong ya teknis pelaksanaan surprisenya. Hehehe, Citta gak kompak deh, pas papa pulang dari jemput koko Bodhi sekolah, eh dia tidur aja gitu. Ya udah deh yang ulang tahun yang nunggu sampe bisa tiup lilin. Tapi pas dedek bangun, kita tetep kok pura-pura bikin kejutan buat papa, tapi saya udah janjian dulu. Saya minta anak-anak sembunyi dibelakang pintu, eh pas saya cariin ternyata mereka udah nyungsep berdua di sofa dekat pintu masuk di ruang tamu. Hihihi lucu bangeeet, sayang gak kefoto. Trus pas koko tereak surprise di dedek terguling gitu qeqeqeqe kok dedek yang kaget sih. Tapi papa tetep dong ekspresi kaget hahahah.
Akhirnya tiup lilin deh si papa, dan cupcake nya boleh di makan. Tentu aja, 4 dari 5 cherry ya Bodhi yang ngambil sementara dedek cuma kebagian satu (untung gak ngambek). Tapi cupcakenya nggak ada yang abis makannya. Manis kali ya? Pinteeerrr.....
Akhirnya tiup lilin deh si papa, dan cupcake nya boleh di makan. Tentu aja, 4 dari 5 cherry ya Bodhi yang ngambil sementara dedek cuma kebagian satu (untung gak ngambek). Tapi cupcakenya nggak ada yang abis makannya. Manis kali ya? Pinteeerrr.....
Subscribe to:
Comments (Atom)


