Showing posts with label Bayi. Show all posts
Showing posts with label Bayi. Show all posts

Tuesday, March 18, 2008

Mencukur Rambut Bayi

Pas usia 4 bulan kemarin, yaitu 17 Maret 2008, baby Bodhi digundulin :P Dipilihnya tgl 17 karena biar gampang diingat aja, bahwa pas usia 4 bulan dia digundul pertama kali.

Berbekal tips dari majalah Mother and Baby, maka dimulailah proses mencukur rambutnya. Iya pertama kali memang mesti dicukur sependek mungkin, setelah itu barulah dicukur habis dengan pisau cukur biar licin tandas hehehe.

Nah alat-alat yang dipersiapkan adalah sebagai berikut:

1. Baskom berisi air hangat

2. Gunting rambut

3. Pisau cukur yang masih baru

4. Cairan antiseptic (kalau-kalau luka), tapi untuk bodhi Cuma saya siapkan kapas dan air hangat

5. Handuk dan lap bersih.

6. Sikat rambut bayi (ini ditambahin sendiri karena berguna untuk membersihkan sisa-sisa rambut)

Sebelum mencukur sebaiknya rambut bayi dikeramasi dulu, jika seandainya terjadi luka akan meminimalkan reaksi infeksi. Tidurkan bayi dalam gendongan dengan posisi kepala di atas siku kita, recommended banget nih. Jangan mencukur saat dia terbangun, terlalu beresiko terluka karena dia akan banyak gerak. Kemudian usap rambutnya dengan kapas basah untuk melembabkab sehungga gampang dicukur. Gunting sependek mungkin rambutnya engan gunting cukur, setelah itu barulah gunakan pisau cukur untuk membersihkan sisa rambutnya. Dalam tahap ini kemungkinan besar kita memerlukan bantuan orang lain untuk menggendong bayi kita karena kita perlu meregangkan lipatan kulit kepala dengan jari telunjuk dan jari tengah, baru kemudian mencukurnya. Lakukan pelan-pelan ya, jangan kejar target, karena seperti pengalaman saya perlu beberapa tahap sampai kulit kepalanya bersih. Pelan-pelan aja daripada baby kita terluka. Oh ya setiap kali mencukur dan pisau cukur terasa sudah penuh rambut, rendam dan goyangkan dalam baskom berisi air hangat tadi sampai bersih kemudian keringkan dengan lap.

Seandainya terjadi luka kata si mother and baby sih jangan panik, keringkan kulit kepala bayi jika masih basah lalu oleskan cairan antiseptic dengan cotton bud. Tapi syukur proses cukuran bodhi kemarin itu lancar dan bebas luka. Pokoknya kita mesti PeDe, pasti sukses walaupun merupakan pengalaman pertama kalinya.

Oh ya mungkin ada yang bertanya, perlu ga sih bayi digundulin. Hmmm itu sih terserah mommy nya masing-masing yah. Kalo saya sih mempertimbangkan alas an medis, yaitu rambut bayi perlu dicukur untuk membersihkan lemak di kepala yang berasal dari saat di dalam rahim ibu. Selain itu pengen tahu rambut aslinya juga hihihi, mudah-mudahan lebih indah dari rambut ibunya yang bergelombang tak jelas ini hihihihi.

Monday, March 17, 2008

Bayi tidur pakai bantal, perlu nggak sih?

Saat mempersiapkan kelahiran bayi, apalagi yang pertama, saat ngubek-ngubek toko perlengkapan bayi bisa dipastikan bantal bayi (untuk kepala dan guling) ada di sana. Biasanya bantal kepala bayi itu ada lubang atau cekungan di bagian tengahnya. Katanya sih bertujuan untuk mencegah kepala bayi tidak peyang (bentuknya tidak bundar indah sesuai harapan hehehehe).
Sayapun membelinya sebagai perlengkapan standard sebelum kelahiran buah hati kami. Dan ternyata saat melahirkan Bodhi dapat 2 set kado lagi yang berupa bantal dan guling bayi. Nggak apa double kan bisa jadi cadangan kalau yang satu nya di cuci atau di jemur.
Sampai satu bulanan lebih Bodhi menggunakan bantal bayi itu meskipun sudah keliatan kalau dia tidak suka atau mungkin tidak nyaman ya. Karena kepalanya sering digerak-gerakkan kiri kanan dan kemudian saat dia makin besar kira-kira satu setengah bulanan, yaitu saat dia mulai bisa menggerak-gerakkan bahunya dengan lebih kuat, kejadiannya adalah saya mendapati Bodhi sudah tidak pakai bantal. Mungkin karena Bodhi ndut yah, lehernya berlipat-lipat sehingga memakai bantal malah menyusahkan dia bernafas. Dan sesungguhnya untuk saya sendiri bantal bayi itu menyulitkan saat menyusui dengan posisi tidur (ini saya sadari setelah Bodhi tidak pakai bantal bayi lagi).
Nah daripada pake bantal tapi keliatannya bayi saya nggak nyaman, ketika Bodhi berusia tiga bulan (sekarang dia sudah 4 bulan tgl 17 maret kemarin) saya lepas sepenuhnya bantal bayi itu. Saya hanya menggunakan kain bedongnya yang dilipat-lipat sehingga berbentuk persegi panjang untuk alas kepalanya. Nggak diduga hasilnya malah bagus banget. Bukan untuk bentuk kepala ya, karena kepala bayi kan masih bisa berubah-ubah lagi bentuknya. Tapi lebih ke kenyamanan tidur nya. Dia jadi jarang kaget saat tidur, makin pulessss. Dan berefek juga ke kegiatan menyusui, jika sebelumnya saya memerlukan paling sedikit 2 bantal untuk kepala, satu guling untuk menyangga punggung saya dan satu guling bayi untuk menyangga badan Bodhi, maka sekarang saya cukup pakai satu bantal kepala, guling pun hanya kadang2 dipakai kalau saya sudah terlalu mengantuk untuk menahan badan (takut terguling kalo nggak diganjal, hehehehe).
Nah seperti biasa juga, setiap hal baru selalu saya cari info-info nya di internet dan dari hasil browsing ternyata pemakaian bantal bayi sebenarnya tidak lah diperlukan. Kalau untuk alasan kepala peyang itu tidak ada bukti sama sekali, karena justru dengan tidak memakai bantal perkembangan kepala bayi lebih bagus dan secara bentuk juga lebih mendekati bulat sempurna. Itu menurut pengalaman ibu-ibu yang nulis di blog mereka atau berdiskusi di milis. Selain itu juga untuk keamanan bagi bayi yang banyak gerak seperti Bodhi, kalau balik dari tengkurap misalnya trus ketemunya bantal bisa sesak napas (amit-amit). Dan juga ternyata ada dokter yang tidak menyarankan pemakaian bantal sampai umur 1 tahun.
So, pake bantal bolong untuk mencegah kepala peyang sepertinya masih cuma mitos ya.

Saturday, March 8, 2008

Nyepi di Bali dengan Bayi

Selamat hari raya Nyepi!
Nyepi tanggal 7 Maret 2008 yang lalu adalah pengalaman Nyepi pertama bayi kami Bodhi, tentu saja pengalaman pertama kami juga dengan tambahan anggota keluarga baru.
Seperti diketahui Nyepi di Bali tidak boleh menyalakan lampu atau peralatan elektronik, tidak boleh bepergian, tidak boleh bekerja, tidak boleh bersenang-senang satu hari penuh. Bagaimana kalau punya bayi? Yang paling sulit tentu tidak boleh menyalakan lampu itu ya. Karena bayi tentu saja akan kebingungan jika dalam suasana yang gelap gulita, bisa-bisa nangis kenceng deh dia, eh malah bikin keributan di hari yang seharusnya sunyi senyap itu kan? hehehe.
Nah gimana dong caranya? Kalau di Bali, keluarga yang memiliki bayi atau batita (yang biasanya masih sulit diberi pengertian kenapa mesti gelap-gelapan) boleh menyalakan sebuah sumber cahaya dengan catatan cahayanya tidak sampai terlihat keluar rumah karena akan mengganggu kekhusyukan warga lain yang sedang menjalani Nyepi. Biasanya keluarga tersebut akan menempelkan tulisan ada bayi, sebagai informasi untuk pecalang (polisi adat) kalau-kalau saja cahayanya masih terlihat sampai ke luar rumah. Tapi karena papa nya Bodhi nggak sreg dengan cara seperti itu (lagian rasanya belum rela gitu nulis "Ada Bayi" di depan rumah, kok seperti nempel tulisan "Ada anjing galak" heheh maap yah), maka ditempuhlah cara yang sebenarnya memang dianjurkan. Kami melapor ke kelian adat (ketua adat - red) untuk menginformasikan bahwa di rumah kami ada bayi sehingga tidak bisa sepenuhnya mematikan semua sumber cahaya di rumah. Kelian adat kemudian meminta foto copy KTP untuk diberikan kepada ketua pecalang.
Setelah beres dengan urusan administrasi itu, di rumah kami juga berstrategi agar Bodhi bisa melalui malam hari saat Nyepi dengan nyaman dan kami tetap tidak mengganggu warga lain. Hasilnya, Bodhi bisa melewati Nyepi dengan nyaman, nggak nangis, malah main sambil ketawa-ketawa meskipun dengan penerangan seadanya, eh ya dia malah seneng banget ngeliat ada bayangan-bayangan yang ditimbulkan oleh cahaya lampu tidurnya. Trus bobo nya nyenyaaaak karena kalau Nyepi udara menjadi lebih nyaman, karena polusi udara dan suara sama sekali zero :) eh masih ada ding kicauan-kicauan burung, plus gonggongan si doggie kalo ada pecalang yang lewat depan rumah. Tapi Bodhi nggak ngaruh tuh, bobok aja dia dengan nyamannya.

Bedong dan gurita bayi ala Bodhi

Kata orang tua bayi harus dibedong. Tujuannya supaya kakinya tidak tumbuh bengkok dan senantiasa merasa hangat sehingga saat tidur tidak sering terbangun karena kaget. Serasa ada yang memeluk mungkin ya.
Kata para ahli, bedong tidak perlu bahkan tidak baik untuk perkembangan tulang kaki bayi. Kalau mau hangat cukup dipakaikan baju yang tidak terlalu terbuka tentunya.
Sedangkan menurut pengalaman saya, antara kata orang tua dan pendapat para ahli itu bisa dikombinasikan. Mungkin ini juga perpaduan antara kontroversi bedong dan gurita bayi ya. Kalau bayi membutuhkan kehangatan, itu saya setuju banget. Apalagi untuk bayi baru lahir, tentu dia butuh adaptasi setelah keluar dari tempat tinggalnya yang lama di dalam perut yang senantiasa hangat itu. Namun kalau untuk meluruskan kaki bayi, hmmm saya juga tidak setuju karena bayangkan saja kalau dilakukan terhadap diri kita sendiri. Saat ingin menendang eh keserimpet bedong, nggak enak kan hehehe. Selain juga tidak baik untuk perkembangan gerakan motorik bayi. Itu menurut saya. Sedangkan untuk gurita bayi, tidak saya pakaikan selain ribet dengan tali-talinya itu, tujuannya kan katanya untuk mencegah perut bayi tidak menjadi gendut. Karena berdasarkan buku-buku dan info yang saya baca, perut bayi pasti keliatan buncit karena ukuran badan bayi yang memang masih lebih kecil dari ukuran sistem pencernaannya, ya wajar kalau 'terlihat' buncit, tapi itu akan berubah seiring semakin besarnya badan si bayi.
Untuk baby Bodhi saya tidak memakaikan bedong apalagi gurita bayi. Karena boro-boro pake bedong, diselimuti saja tidak sampai hitungan 5 menit, selimutnya sudah tidak karuan bentuknya karena akan ditendang oleh dia. Jadi untuk menghangatkannya saya pakaikan saja celana tidur yang panjang sebagai pengganti bedong, daaaan saya tamban selembar kain, biasanya saya pakai kain alas yang bahannya seperti kain kasa tapi lebih lembut dan hangat untuk diselimutkan di perutnya. Caranya saya lipat kain tersebut kira-kira selebar perut dia (maksudnya menutupi dari bawah tulang dada sampai di bawah pusar. Saya tutupkan ke perutnya, tidak perlu dieratkan tentunya, asal nempel aja. Lalu saya tutupi dengan bajunya. Hasilnya, Bodhi yang awalnya sering kagetan di saat tidur, menjadi lebih tenang bahkan sangat nyenyak tidurnya.
Nah ide ini saya dapatkan tidak begitu saja tentunya. Awalnya dari bayi saya yang sering menggeliat-geliat setiap kali tidur, terkesan tidak tenang gitu deh. Nah kalau saya sentuh badannya atau saya pegangi perutnya (awalnya karena saya khawatir dia kembung), eh kok dia malah jadi tenang. Berhubung lama-lama pegel juga kalau megangin terus, selain itu kalo kitanya ketiduran bahaya juga ya,kalau tangan masih di atas perut dia, takutnya perutnya jadi sakit, muncullah ide di tengah malam buta ini. Dan menakjubkan, ide ini bekerja dengan baik untuk Bodhi hehehe. Mungkin moms yang lain bisa menerapkannya juga, siapa tahu membantu.