Showing posts with label mind. Show all posts
Showing posts with label mind. Show all posts

Sunday, February 7, 2010

Tak Perlu Marah

Anakku,
semalam mama bermimpi
ada anak kecil yang memanggil mama 'ibu bego'
mimpi yang aneh ya

Tapi yang lebih aneh lagi, nak
dalam mimpi itu mama tak marah
mama hanya tersenyum, dan dalam hati
berterima kasih kepada anak kecil itu

Mama tak marah
Mama tak kesal
juga tidak gundah
dan itu rasanya nyaman sekali

Ketika terbangun
yang terlihat wajah tidurmu yang tenang
membuat mama semakin nyaman
walaupun tak urung mama bertanya pada diri sendiri

Benarkah mama ibu yang bodoh?
Apakah yang belum mama lakukan untukmu?
Kurangkah perhatian dan kasih sayang mama padamu?
Harus bagaimanakah seorang ibu yang pintar?

Ah sudahlah,
itu tidak perlu diperdebatkan
apalagi menjadi pertanyaan yang membebani
sebab bukan label yang mama butuhkan

Sebab tak ada ukuran
tak ada nilai
tak ada juri
yang ada hanya kamu dan mama

yang merasakan
yang menikmati
yang meresapi
yang selalu berusaha semakin baik dari hari ke hari

Nak,
mama tak akan marah lagi
dipuji tak masalah, dicela tak mengapa
sebab rasanya ternyata nyaman sekali
dan itulah rasanya surga

Jadi,
kalau kamu besar nanti
dipuji ataupun dicela
jangan dijadikan ukuran
tapi jadikan pembelajaran
untuk kamu menjadi lebih baik dan mencapai keseimbangan

mama masih harus banyak belajar
naah itu makanya anak kecil dalam mimpi itu berkata
"IBU BEGO"
supaya mama tidak tinggi hati, karena tak ada yang perlu ditinggikan
supaya mama selalu belajar karena mama masih bodoh

Kita belajar bersama ya Nak
semoga semesta mendukung kita
semoga semua mahluk hidup berbahagia
dan diantara para mahluk itu ada kita diantaranya

Saturday, January 3, 2009

Meditasi sembari Menyusui? Bisa!!

Beberapa kali saya temui pertanyaan di milis asiforbaby seperti ini: "Bayi saya kalau menyusui lamaaa banget. Kadang saya yang bosen. Ada ide nggak gimana ngilangin rasa bosen ini?". Bahkan seorang teman saya menceritakan alasan dia tidak melanjutkan memberikan ASI kepada bayinya karena "wadoooh nggak tahan gue berjam-jam ditempelin gitu. Anak gue kan kuat banget nyusunya, bisa 2 jam sekali nyusu. Nggak betah gue. Gue kasi susu formula aja, jadi gue bisa ngambil kerjaan lain." Ya itu sih memang terserah si ibu walaupun itu berarti dia sudah mengebiri hak azasi anaknya.

Dari pertanyaan di milis itu, kemudian banyak ibu berbagi tips untuk menghilangkan bosan. Dengan cara sambil nonton tv, sambil baca buku, sambil mendengarkan musik, dan yang paling banyak adalah menyarankan: ikut tidur aja mom sama bayinya, sekaligus charge energi.

Saya sendiri sudah melakukan semua itu. Nonton TV sudah. Tapi lama-lama bosen juga liat acara tv, sampe hapal jadwal acara baik tv lokal maupun tv kabel. Baca buku atau majalah juga sudah, bahkan saya bisa sambil baca koran juga (yang notabene ukurannya lebih besar dibanding buku atau majalah). Tapi lama-lama matanya sakit, ga enak rasanya. Walaupun saya menyelesaikan 3 seri buku Laskar Pelangi selama menyusui hehehe. Mendengarkan musik juga sudah. Tidur bahkan lebih sering dipraktekin hahaha. Tapi kadang ada saat walaupun badan lelah tapi mata nggak bisa merem. Kantuk yang ditunggu-tunggu tidak datang juga. Akhirnya jadi mikirin yang aneh-aneh. Dan yang paling sering muncul malah pikiran, wah kerjaan ini belum beres, wah ntar makan siang apa ya. Dan banyak lagi kadang malah yang 'serem' seperti bagaimana seandainya saya tidak bisa merawat anak saya sampai besar? Capek kan mikir seperti itu?

Akhirnya terpikir satu cara yang belum pernah saya coba. Meditasi. Bukankah meditasi tidak melulu duduk bersila dengan posisi lotus sempurna? Daripada membela diri tidak sempat meditasi karena sibuk ngurus bayi, kenapa waktu 'luang' selama menyusui tidak saya manfaatkan untuk meditasi? Berhenti sejenak dari memikirkan deretan pekerjaan yang belum terselesaikan. Mengistirahatkan mata dari tontonan dan bacaan yang tidak selalu bermanfaat. Membersihkan pikiran dari sampah-sampah. Hanya berhenti sejenak. Tidak perlu memikirkan hari kemarin yang sudah lewat (dengan alasan introspeksi??), apalagi memikirkan kejadian nanti yang belum terjadi. Hanya saat ini. Hanya ada diri saya sendiri. Tenang....sungguh tenang rasanya. Sehabis menjalankan itu, efeknya lebih luar biasa daripada tidur 2 jam. Dan dengan pikiran tenang dan bersih dari sampah, ASI yang kita berikan pun menjadi plus plus? plus jumlahnya, plus kualitasnya.

Jadi kalau boleh saya usulkan, cobalah meditasi. Selain untuk diri ibu sendiri. manfaat terbesar dirasakan juga dirasakan oleh si bayi. Dia akan menjadi anak yang tenang dan murah senyum :)

Saturday, February 16, 2008

Berawal dari saat ini

Menurut saya, saya adalah seorang extrovert. Saya bagaikan buku terbuka bagi orang lain. Hmmm saya seseorang yang senang menjelaskan tepatnya. Menjelaskan apa saja, tentang diri saya, tentang mengapa sebuah keputusan saya ambil, tentang hal yang saya ketahui, tentang sesuatu yang menarik perhatian saya. Namun sebagai buku saya tetap ada gemboknya, seperti diary masa smp saya. Tidak akan terbuka jika kuncinya tidak pas. Juga saya hanya akan menceritakan diri saya bukan tentang Anda atau orang lain. Karena saya memang tidak tahu apa-apa tentang orang lain, tentang isi kepala orang lain, selain mengetahuinya dari 'katanya' saja.
Saya senang membahasakan pikiran saya, terserah akan diterima atau tidak. Tapi dikarenakan saya agak malas membuka mulut untuk bicara jadi saya lebih senang menuliskannya. Karena dengan menulis, mulut saya tidak akan asal nyablak, masih ada filternya. Bukan berarti tulisan saya munafik, tapi saya akan lebih memilih kata-kata terbaik dan terhalus yang saya tahu, karena pada dasarnya meskipun sangat tidak bisa berbasa basi, namun saya sangat tidak suka orang lain sakit hati karena saya. Karena saya juga tidak suka dibuat sakit hati oleh kata-kata orang lain.
Blog saya terdahulu di friendster adalah pendahuluan, sebuah coba-coba untuk menuliskan pikiran saya dengan mendapat response dari pihak lain. Coba-coba membuka hati menerima kritik, coba-coba menguatkan iman kalau dipuji. Jadi dari blog yang baru ini saya ingin mencoba menseriusi tulis menulis. Mohon kritik, saran dan komentarnya ya.
Semoga semua mahluk berbahagia.