Showing posts with label baby. Show all posts
Showing posts with label baby. Show all posts

Sunday, March 9, 2008

Yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan anak.

Dibuang sayang. Dikliping juga makan tempat dan sering tercecer. So, disimpen di blog aja. Siapa tahu berguna juga buat orang tua lainnya.

*diambil dari fitur klasika Kompas, minggu 9 maret 2008.

Yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kecerdasan anak.

Si Putri kok cerdas dan pintar ya? Si Badu kok agak lambat dan nggak maju-maju ya pelajarannya? Si Putra kok tanggap sekali ya? Dan banyak kok lainnya.

Seringkali hal tersebut dilontarkan oleh orang tua yang kurang puas dengan kondisi dan kepintaran yang dimiliki oleh putra putri mereka. Padahal disadari atau tidak, orang tua sebenarnya memiliki peran yang cukup besar untuk mengembangkan kecerdasan anak. Bahkan boleh dibilang orang tua merupakan guru perdana bagi mereka.

Seorang anak adalah peniru ulung orang tuanya. Semua kegiatan dan kebiasaan-baik atau buruk- bisa mereka tiru dengan mudahnya. Jadi jangan terburu menyalahkan anak bila mereka melakukan sesuatu yang kurang berkenan. Bisa jadi, mereka hanya meniru tingkah polah kedua orang tuanya.

Kecerdasan pada dasarnya bisa dibedakan menjadi dua, yaitu kecerdasan mental dan dan intelektual. Peran orang tua untuk mengembangkan kecerdasan anak pun cukup besar. Untuk mengembangkan kecerdasan mental ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua, yaitu antara lain:

  1. Menyediakan waktu luang, baik untuk bermain atau sekedar menemani kegiatan mereka sehari-hari, sebanyak mungkin. Anak-anak bukan hanya membutuhkan kualitas pertemuan, namun juga kuantitas pertemuan.
  2. Menyediakan mainan yang bisa menarik perhatiannya. Ada baiknya jika orangtua menyediakan permainan edukatif yang berguna untuk perkembangan kecerdasannya.
  3. Sesering mungkin bicara dan memujinya. Dengan memuji mereka, anak akan merasa dihargai dan tertantang untuk mlakukan perbuatan yang lebih baik.
  4. Melatih imajinasi dengan membacakan cerita.
  5. Sebanyak mungkin anak diberi kesempatan meraba,memegang dan menyelidiki sekitarnya.

Sementara untuk mengasah dan mengembangkan kecerdasan intelektualnya, hal-hal yang dapat dilakukan orang tua antara lain adalah:

  1. Membaca sambil bermain
  2. Sebanyak mungkin menyediakan buku-buku bagi mereka agar mereka tegerak untuk suka membaca.
  3. Sesering mungkin mengunjungi toko buku atau perpustakaan untuk memancing minat baca mereka.
  4. Memanfaatkan rasa ingin tahu anak.

APAKAH SAYA MEMANJAKAN BAYI SAYA?

“Aduh itu bayinya kok sering digendong sih. Ntar bau tangan lho, kalo keseringan digendong dan bisa manja nantinya”. Sering ya denger kalimat seperti itu?

Apaan sih bau tangan? Bayinya nggak pernah mandi kali ya sampe bau tangan gitu. Hehehe bukan itu deng maksudnya. Maksudnya tuh bayinya keenakan digendong jadi ga mau main sendiri lagi, ga mau ditaruh, ditaruh bentar udah mewek…nangis. Dan pada akhirnya ibunya atau pengasuhnya lah yang kerepotan karena nggak bisa ngambil kerjaan lain, karena mesti gendongin bayi terus.

Baby Bodhi awal-awal kelahirannya juga gitu, sampe saya khawatir, apalagi banyak mendengar intimidasi bau tangan itu. Berhubung saya masih bego soal ngurus bayi tapi gak mau dibego-begoin, saya search di internet. Dari keyword, manja, gendong sampe bau tangan saya cari. Hasilnya?? Sungguh berbeda dengan mitos-mitos bau tangan itu dan terus terang saja sangat melegakan. Secara garis besarnya, para ahli bilang, nggak ada itu bayi bau tangan. Justru bayi yang puas mendapat dekapan orang tuanya saat ia membutuhkan (bayi menangis, tentu itu indicator dia butuh dekapan bukan?) akan menjadi anak yang lebih berani, percaya diri dan tidak manja setelah besar nanti. Kalau secara logika saya itu lebih masuk akal. Dan secara pengalaman saya yang puas digendong sewaktu kecil (saya gak inget sih, tapi ini kata ibu saya), toh ketika besar saya bukan anak manja, malah saya jadi ingin mencoba-coba dan malah sering dilarang karena nekat hehehe. Nah kalau waktu kecil saya kurang dekapan kasih sayang, pasti saya akan terus dan terus mencari kasih sayang itu bukan? Pada akhirnya saya akan selalu cari perhatian ke orang tua saya supaya tercukupi keinginan saya digendong itu. Pada akhirnya saya jadi anak rewel dan malah inginnya nempeel terus dengan ibu saya. Hmmm itu sih pengalaman dan pendapat pribadi saya ya, bisa jadi orang lain mengalami hal yang berbeda, secara tiap individu itu memang sudah unik dari sononya.

Saya sih memang tidak menelan mentah-mentah setiap info yang saya ambil dari internet, saya modifikasi sendiri disesuaikan dengan kondisi saya sendiri sebagai ibu dan tentu saja kondisi bayi saya. Pokoknya saya yakin banget, cara mendidik anak pasti berbeda dari setiap orang tua, sesuai kondisi, keadaan.

Naaah beberapa waktu yang lalu saya ketemu artikel di majalah Mother and Baby Indonesia. Cukup OK buat bahan referensi, namun pada akhirnya ya kembali ke pribadi si ortu dan anaknya masing-masing ya.

0-6 bulan:

DI usia ini bayi Anda belum menyadari bahwa ia adalah pribadi yang terpisah dari Anda. Perhatian dan kasih sayang adalah hal utama yang ia butuhkan.

Jika ia menangis
Tangis bayi adalah tanda ia tengah merasakan sesuatu yang tidak enak, dan ia berusaha mengatakannya kepada Anda. JIka Anda langsung meresponnya begitu ia menangis, apakah itu karena ia lapar, perlu ganti popok atau sekedar ingin dipeluk, itu justru akan membuatnya merasa aman dan tenang. Sebaliknya, jika anda biarkan saja ia menangis, ia akan merasa diabaikan, sedih dan kelak akan menjadi lebih tergantung pada Anda, atau yang kerap disebut “manja”.

Kebutuhan Menyusu
Rata-rata ibu akan selalu berusaha memenuhi jadwal menyusui bayinya tepat waktu, baik secara langsung maupun melalui botol. Apa yang Anda lakukan itu bukanlah bentuk memanjakan anak, melainkan tanggung jawab anda sebagai ibuj untuk peka terhadap kebutuhannya.

Cium, Peluk dan Gendong
Sebagai ibu baru,mungkin ANda terkadang merasa terlalu banyak memeluk dan menggendong si kecil, dan Anda takut hal itu akan membuat si kecil menjadi manja danmaunya digendong terus kemana-mana. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa kontak fisik seperti itu tak akan membuat anak menjadi manja. Saat dipeluk dan digendong, anak anda justru merasa aman dan tenang. Saat ia sudah lebih besar nanti, ia akan lebih siap Anda tinggal dan ia akan mampu menghibur dirinya sendiri.

6-12 BULAN

DI masa ini bayi anda tetap butuh banyak cinta dan ciuman, tapi ia juga sudah harus mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan keluarganya. Saat ini, memperkenalkan beberapa rutinitas dan larangan akan membantunya untuk mencegah sikap yang nantinya akan menyulitkan Anda berdua.

Lengket pada Anda
Di sekitar usia Sembilan bulan, anda mungkin akan mendapati bayi anda menjadi lebih penuntut dan tergantung pada Anda. Ini karena ia telah sadar bahwa Anda adalah individu yang terpisah dengannya, dan ia takut hal itu akan membuat anda sewaktu-waktu pergi darinya dan tidak kembali lagi. Cara terbaik untuk mengatasi saat sulit ini adalah memberinya banyak pelukan dan perhatian. Ketergantungan anak di masa ini tidak akan menjadikannya anak mama yang manja di kemudian hari. Menurut dr Spungin, seorang psikolog anak dari Inggris, yang terjadi malah akan sebaliknya. Ada bukti bahwa bayi yang orangtuanya bersikap hangat, bonding dan sentuhan fisik dengan mereka di tahap ini akanmembuat si kecil merasa lebih aman menghadapi masa depan.

Rutinitas
Inilah saatnya untuk mulai membangun satu rutinitas bagi bayi anda, tapi anda harus dapat menerapkannya secra konsisten. Perkenalkan kapan saja waktu ia makan, tidur siang, bermain dan tidur. Secara halus hal ini akan mengingatkan dia bahwa ada aturan yang jelas dan harus diikutinya di rumah, tapi ia tak perlu khawatir karena Anda tetap selalu berada di dekatnya.

· Dikutip dari Mother and Baby Indonesia edisi Maret 2008